Diduga Tak Kantongi Izin, PT JAP Lampura Nekat Lakukan Pembangunan Sumur Bor

Rabu, 21 Februari 2024 | 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Rudi Alfian

LAMPUNG UTARA – Perusahaan kandang ayam petelur PT Jaya Askarafarm Persada (JAP) yang berada di Desa Madukoro, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) diduga tidak mengantongi Surat Izin Pengeboran (SIP) untuk eksploitasi (penggunaan) air tanah pada usahanya.

Perusahaan diduga membuat sumur bor tanpa izin dari Pemerintah Provinsi Lampung guna menghindari biaya (cost) kelengkapan dokumen administrasi pada usaha yang bergerak di bidang peternakan. Mengingat lokasi usaha yang juga jauh dari pantauan Pemprov Lampung khususnya Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) provinsi setempat.

Hal itu diketahui, saat awak media ini terjun kelapangan bersama Tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang melakukan peninjauan sekaligus pengawasan pada beberapa perusahaan peternakan di desa setempat, yang sempat heboh diberitakan penolakan warga terhadap keberadaan kandang ayam yang menimbulkan bau busuk dilingkungan tempat tinggalnya.

Baca Juga:  Perangi Narkoba, BNNK Latih Teman Anti Narkotika

Perwakilan perusahaan, Asep saat dijumpai dilokasi mengatakan pihak perusahaan memberikan delegasi kepada dirinya untuk mendampingi tim DLH Lampura meninjau lokasi usaha milik PT JAP yang sedang dalam proses pembangunan. Dirinya mengaku saat proses pengeboran dirinya tidak berada ditempat, sehingga tidak mengetahui secara pasti. Namun dirinya sempat menunjukkan beberapa izin usaha yang sudah dikantongi oleh perusahaan, diantaranya ada Izin Lingkungan, Andalin dari Dishub Lampura, Izin dari Dinas Peternakan, dan PBG yang baru dikeluarkan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang pada 20 Februari kemarin.

Namun dari semua izin yang dikeluarkan pihak perusahaan, tidak ditemukan izin SIP untuk pembuatan sumur bor yang kini telah beroperasi.

“Kalau izin usaha milik perusahaan sudah ada semua bang, pimpinan saya menyerahkan beberapa hari yang lalu fotokopi semua perizinan. Nanti silahkan dilihat bang, kalau pengeboran sumur bor ini saya kebetulan tidak dilokasi, kita lagi buat menaranya, belum selesai (pembangunan) masih proses,” kata Asep.

Baca Juga:  BPBD Lampung Utara Berbenah Hadapi Musim Penghujan

Disinggung mengenai pekerja yang kedapatan tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), dirinya berdalih tidak mengetahuinya. Sebab, kata dia, para pekerja merupakan pekerja dari Pemborong bangunan kandang.

“Kita tidak tahu, karena mereka (pekerja) ini merupakan pekerja dari Pemborong. Kita sih sudah memperingatkan soal APD, seharusnya pemborongnya yang menyiapkan. Mereka kerja ini sudah lebih dari 2 bulan,” kilahnya.

Sementara itu, Salah satu pekerja yang diwawancarai mengatakan dirinya bekerja tidak diberikan APD, dirinya bekerja dengan peralatan seadanya. Bahkan dirinya mengaku matanya memerah (sakit) saat melakukan pemotongan pada besi.

“Sudah 1 bulan kerja, saya hanya pakai kacamata saja (kerja) disini. Saya kerja harian saja bang, belum punya (BPJS Ketenagakerjaan) karena saya baru kerja,” tuturnya.##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Udara Bandarlampung Aman!
Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok
Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi
Permata Gelar Istighosah Di Kasui
Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat
IRGC Iran: Supertanker Kedua Meledak Usai Hantam Ranjau Laut
Jakarta Game On 2026 Dorong Eekosistem Game dan Ekonomi Kreatif
Kapolres Mesuji Gelar Subuh Keliling Serap Aspirasi Masyarakat

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:54 WIB

Udara Bandarlampung Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Permata Gelar Istighosah Di Kasui

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat

Berita Terbaru

Berita Utama

Udara Bandarlampung Aman!

Minggu, 18 Okt 2026 - 21:54 WIB

Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mempelajari pertanian cerdas dalam kunjungannya di Chongqing, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

Berita Utama

Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:38 WIB

Foto yang bersumber dari Pusat Media Houthi ini memperlihatkan peluncuran rudal yang diduga mengarah ke Mocha di Yaman, pada 9 Agustus 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:32 WIB

Berita Utama

Permata Gelar Istighosah Di Kasui

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:04 WIB

Para petani Palestina terlihat di sebuah pos pemeriksaan militer Israel setelah pasukan tersebut mencegah mereka memanen zaitun di lahan mereka, di Desa Salem, sebelah timur Nablus, di Tepi Barat, pada 17 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:28 WIB