Denmark Minta Maaf Salah Sebut Asal Negara

Senin, 24 Oktober 2022 | 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. PBSI

Dok. PBSI

Laporan : Vini

Momen yang sontak menjadi pusat perhatian terjadi ketika Fajar/Rian dan Marcus/Kevin hendak naik ke podium juara dan runner-up Denmark Open 2022. Pada momen tersebut, master of ceremony (MC) lebih dulu melakukan kesalahan terhadap Marcus/Kevin. MC menyebut, Marcus/Kevin adalah pasangan yang berasal dari Malaysia, bukan Indonesia.

Marcus/Kevin yang mendengar kesalahan itu langsung terkejut dan terlihat bingung saat hendak naik ke podium runner-up. Dan sempat bertatapan dengan Fajar/Rian yang berada di sebelahnya. Fajar Alfian pun tampak bingung, sementara Muhammad Rian Ardianto merespons dengan senyuman.

Baca Juga:  Kemenkum Beberkan Dasar Hukum Pemblokiran Akses SABH PT Pakerin

Saat Fajar/Rian yang dipanggil untuk naik ke podium juara. Namun, MC yang mengumumkan nama Fajar/Rian ternyata melakukan kesalahan serupa. Dia menyebut Fajar/Rian berasal dari Malaysia. Sekali lagi, Fajar/Rian terlihat bingung. Demikian juga dengan Marcus/Kevin yang sudah berada di atas podium runner-up.

Video yang menangkap momen kesalahan itu viral setelah beredar di media sosial. Warganet, terutama para pencinta bulu tangkis Tanah Air, tampak kecewa dan menyayangkan kesalahan yang terjadi dalam seremoni juara Denmark Open 2022.

Baca Juga:  Gubernur Mirza Sidak: Pastikan Layanan Tetap Maksimal

Setelah itu, Federasi Bulu Tangkis Denmark menulis permintaan maaf di akun Twitter mereka, @BadDK. Badminton Denmark berharap semua pihak yang merasa dirugikan dapat menerima permintaan maaf tersebut.

“Kami sungguh meminta maaf atas kesalahan dalam pengumuman. Fajar Alfian/Muhammad Ardianto dan Marcus Gideon/Kevin Sukamuljo tentu dari Indonesia! Kami tahu itu,” tulis Badminton Denmark.##

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Hari Keenam Operasi SAR di KBB, 41 Korban Meninggal Teridentifikasi
Proyek Breakwater BBWS Tinggalkan Masalah, Aparat Diminta Periksa Dokumen Proyek
Kajari Way Kanan Musnahkan Barang Bukti
Polres Mesuji Rutin Gelar Patroli Malam
Dihadapan Komisi V, Gubernur Lampung Minta Dukungan Infrastruktur tuk Percepat Hilirisasi
Lampung Matangkan Proyek Bioethanol Guna Mendukung Kemandirian Energi
GREAT Institute: Keputusan Prabowo di Davos Sudah Benar
Direktur BTB Dampingi Komisi V DPR RI Kunker Spesifik di Provinsi Lampung

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:26 WIB

Hari Keenam Operasi SAR di KBB, 41 Korban Meninggal Teridentifikasi

Jumat, 30 Januari 2026 - 08:27 WIB

Proyek Breakwater BBWS Tinggalkan Masalah, Aparat Diminta Periksa Dokumen Proyek

Jumat, 30 Januari 2026 - 06:13 WIB

Kajari Way Kanan Musnahkan Barang Bukti

Jumat, 30 Januari 2026 - 06:06 WIB

Polres Mesuji Rutin Gelar Patroli Malam

Kamis, 29 Januari 2026 - 23:19 WIB

Dihadapan Komisi V, Gubernur Lampung Minta Dukungan Infrastruktur tuk Percepat Hilirisasi

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Hari Keenam Operasi SAR di KBB, 41 Korban Meninggal Teridentifikasi

Jumat, 30 Jan 2026 - 11:26 WIB

#indonesiaswasembada

Kajari Way Kanan Musnahkan Barang Bukti

Jumat, 30 Jan 2026 - 06:13 WIB

#indonesiaswasembada

Polres Mesuji Rutin Gelar Patroli Malam

Jumat, 30 Jan 2026 - 06:06 WIB