Hari Keenam Operasi SAR di KBB, 41 Korban Meninggal Teridentifikasi

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG BARAT, Porosjabar.com Sebanyak 41 jenazah korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah teridentifikasi hingga Kamis (29/1/2026). Masih ada 25 korban yang belum ditemukan akibat longsor di lokasi tersebut.

Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian mengatakan, pada hari keenam pencarian korban longsor, Kamis (29/1/2026) pukul 16.30 WIB, ditemukan korban meninggal dunia sebanyak dua kantong jenazah. Dua kantong jenazah itu telah diserahkan ke tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar untuk diidentifikasi sehingga akan semakin banyak korban yang teridentifikasi.

Operasi SAR, lanjut Ade, dilakukan secara terukur dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan stabilitas lereng. Apabila terjadi peningkatan curah hujan, maka operasi SAR dihentikan sementara demi keselamatan personil tim SAR gabungan.

Baca Juga:  Gubernur Mirza: Pelayanan Makin Mudah, Pajak untuk Masyarakat

Dikatakan Ade, cuaca di lokasi longsor tidak menentu pada Kamis (29/1/2026). Terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, jarak pandang terbatas dan peningkatan kejenuhan tanah yang berdampak pada tingginya potensi longsor.

“Kami mohon doa agar seluruh tim SAR diberi perlindungan dalam menjalani tugas kemanusiaan ini,” ujar Ade di Desa Pasirlangu, Kamis (29/1/2026).

Untuk mendukung proses pencarian korban, tim SAR gabungan mendapat tambahan personil 14 orang dari Basarnas Lampung. Sejumlah relawan pun terus berdatangan untuk membantu pencarian korban.

Baca Juga:  Bimo E: Lampung Begawi 2026 Lebih Komprehensif

Tim SAR gabungan juga terbantu oleh ketersediaan 17 alat berat di lokasi longsor.

Proses pencarian korban longsor akan memasuki hari ketujuh pada Jumat (30/1/2026). Dikatakan Ade, pihaknya bakal mengevaluasi proses pencarian korban yang telah dilakukan selama tujuh hari untuk menentukan langkah ke depan.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan menuturkan, pada hari keenam operasi SAR, terjadi perubahan fisik pada jenazah korban longsor yang ditemukan. Meski demikian, identifikasi jenazah masih bisa dilakukan melalui sidik jari maupun ciri-ciri khusus.


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : Adpim

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Udara Bandarlampung Aman!
Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok
Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi
Permata Gelar Istighosah Di Kasui
Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat
IRGC Iran: Supertanker Kedua Meledak Usai Hantam Ranjau Laut
Jakarta Game On 2026 Dorong Eekosistem Game dan Ekonomi Kreatif
Kapolres Mesuji Gelar Subuh Keliling Serap Aspirasi Masyarakat

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:54 WIB

Udara Bandarlampung Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Permata Gelar Istighosah Di Kasui

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat

Berita Terbaru

Berita Utama

Udara Bandarlampung Aman!

Minggu, 18 Okt 2026 - 21:54 WIB

Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mempelajari pertanian cerdas dalam kunjungannya di Chongqing, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

Berita Utama

Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:38 WIB

Foto yang bersumber dari Pusat Media Houthi ini memperlihatkan peluncuran rudal yang diduga mengarah ke Mocha di Yaman, pada 9 Agustus 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:32 WIB

Berita Utama

Permata Gelar Istighosah Di Kasui

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:04 WIB

Para petani Palestina terlihat di sebuah pos pemeriksaan militer Israel setelah pasukan tersebut mencegah mereka memanen zaitun di lahan mereka, di Desa Salem, sebelah timur Nablus, di Tepi Barat, pada 17 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:28 WIB