Gubernur Mirza: MBG Instrumen Peningkatan Kualitas SDM dan Penguatan Ekonomi Desa

Senin, 22 Juni 2026 | 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GUBERNUR Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, APPMBGI se Lampung dilantik. [Ra]

GUBERNUR Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, APPMBGI se Lampung dilantik. [Ra]

BANDARLAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat desa.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam Acara Pengukuhan Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPDMBGI) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Provinsi Lampung dan DPD Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, yang berlangsung di Balai Keratun Lantai III, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Bandarlampung, Senin (22/6/2026).

Pengukuhan pengurus dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP APPMBGI Abdul Rivai Ras.

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menyampaikan apresiasi kepada para pengurus yang baru dikukuhkan serta menekankan pentingnya peran APPMBGI dalam mendukung keberhasilan program MBG.
“Saya mengucapkan selamat dan apresiasi kepada seluruh pengurus yang telah dikukuhkan. Kepercayaan yang diberikan hari ini merupakan penghargaan sekaligus amanah yang saya yakin akan dijalankan dengan sebaik-baiknya,” ujar Gubernur Mirza.

Menurutnya, kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Karena itu, peningkatan kecerdasan dan kualitas gizi anak menjadi salah satu fondasi utama pembangunan nasional.
“Program MBG merupakan salah satu upaya untuk mempersiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan. Inilah salah satu cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto yang telah disampaikan sejak lama,” jelas Gubernur Mirza.

Gubernur Mirza menjelaskan bahwa MBG tidak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga dirancang sebagai instrumen pemerataan ekonomi. Melalui keberadaan dapur MBG di desa-desa, program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat rantai pasok lokal, serta melibatkan petani, peternak, pelaku UMKM, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan berbagai pihak lainnya.

Baca Juga:  Adinata Buka Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan

Lebih lanjut, Gubernur Mirza menilai Lampung menjadi salah satu daerah yang sangat membutuhkan keberlanjutan program MBG. Hal itu didasarkan pada sejumlah indikator pembangunan yang masih perlu ditingkatkan, seperti konsumsi protein masyarakat, indeks pembangunan manusia (IPM), dan angka kemiskinan.

Menurunya, Lampung merupakan salah satu daerah penghasil protein terbesar di Indonesia dengan komoditas unggulan seperti ayam, telur, ikan, dan jagung. Namun, tingkat konsumsi protein masyarakat masih tergolong rendah.
“Konsumsi protein masyarakat Lampung masih berada di lima terbawah secara nasional. Padahal kita merupakan daerah penghasil protein. Kondisi ini berpengaruh terhadap kualitas SDM dan produktivitas masyarakat,” ujarnya.

Lebih dari itu, Gubernur Mirza meminta seluruh pengelola dapur MBG, kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mitra, serta pemasok untuk menjalankan program dengan penuh tanggung jawab.

Ia menegaskan bahwa MBG merupakan program strategis yang bertujuan meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia.
“Jalankan program ini dengan niat yang tulus. Anggap anak-anak penerima manfaat sebagai anak-anak kita sendiri. Jangan semata-mata berorientasi pada keuntungan,” tegasnya.
Gubernur juga meminta pengawasan terhadap pelaksanaan MBG diperketat, mulai dari kualitas makanan, kebersihan dapur, tata kelola keuangan, hingga transparansi pelaksanaan program.

Ia juga mendorong agar seluruh dapur MBG di Lampung memperkuat kerja sama dengan BUMDes, petani, peternak, dan UMKM setempat.
Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, akan terus mengawal integrasi antara dapur MBG dan BUMDes agar manfaat ekonomi program dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat desa.

Sementara itu, Ketua Umum DPP APPMBGI Abdul Rivai Ras menjelaskan bahwa APPMBGI dibentuk sebagai wadah kolaborasi nasional yang bertujuan mendorong standarisasi pelaksanaan MBG sekaligus mengawal implementasi kebijakan pemerintah.

Baca Juga:  Lampung Begawi, Seriusi, Jangan Ditelan Bumi

Menurutnya, saat ini kepengurusan APPMBGI telah terbentuk di 38 provinsi dan sekitar 160 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
“APPMBGI bukan organisasi yang berorientasi pada jual beli atau kepentingan kelompok tertentu. Kami hadir untuk memastikan program MBG berjalan sesuai standar dan tujuan yang telah ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Abdul Rivai menjelaskan bahwa APPMBGI telah membangun MBG Command and Control Center yang berfungsi memantau pelaksanaan program secara real time, termasuk aspek keamanan pangan (food safety), ketahanan pangan (food security), serta rantai pasok bahan baku.

Selain itu, APPMBGI juga telah menjalin kerja sama dengan Perum Bulog untuk mendukung penyediaan bahan pangan bagi dapur-dapur MBG di berbagai daerah.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung menegaskan bahwa pelaksanaan MBG harus terus dibenahi agar berjalan lebih baik dan profesional.

Ia menekankan bahwa berbagai persoalan yang berpotensi merugikan masyarakat, termasuk kasus keracunan makanan, tidak boleh lagi terjadi.

“Sudah saatnya seluruh pihak siap menjalankannya dengan lebih baik. Jika masih terjadi hal-hal yang merugikan masyarakat, termasuk kasus keracunan, tentu tidak bisa ditoleransi dan akan ditindak sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.

Kajati menambahkan bahwa pengawasan terhadap kualitas makanan, pemenuhan standar gizi, serta tata kelola program harus dilakukan secara konsisten agar tujuan utama MBG dapat tercapai secara optimal.[]


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara


Sumber Berita : Pemprov Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Menlu Arab Saudi Berharap Hormus Kembali Pulih
Pelajar Indonesia Nikmati Festival Musim Gugur di Tiongkok
GUSDURIAN: Film Ageman, Selaras dengan Pemikiran Gus Dur
Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah
Nasarudin: Ageman Menghapus Fanatisme Buta Masa Lalu
Ketua FGI Lepas Tri Wahyuni Perkuat Indonesia di Asian Games 2026
Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Teknologi dan Komunitas
Gubernur Mirza Tekankan Penghormatan terhadap Teman Tuli

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 11:34 WIB

Menlu Arab Saudi Berharap Hormus Kembali Pulih

Minggu, 27 September 2026 - 11:31 WIB

Pelajar Indonesia Nikmati Festival Musim Gugur di Tiongkok

Minggu, 27 September 2026 - 11:09 WIB

GUSDURIAN: Film Ageman, Selaras dengan Pemikiran Gus Dur

Minggu, 27 September 2026 - 08:50 WIB

Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:55 WIB

Nasarudin: Ageman Menghapus Fanatisme Buta Masa Lalu

Berita Terbaru


Debat Umum sesi ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diselenggarakan di markas besar PBB di New York City pada 22 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Menlu Arab Saudi Berharap Hormus Kembali Pulih

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:34 WIB

Beatrice Faustina Jesslyn, pelajar Indonesia berusia 19 tahun, tampil dalam acara malam Festival Pertengahan Musim Gugur yang diselenggarakan di Universitas Tianjin, Tiongkok utara, pada 24 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pelajar Indonesia Nikmati Festival Musim Gugur di Tiongkok

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:31 WIB

Yogi Ketua Jaringan Gusdurian

Berita Utama

GUSDURIAN: Film Ageman, Selaras dengan Pemikiran Gus Dur

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:09 WIB

#indonesiaswasembada

Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah

Minggu, 27 Sep 2026 - 08:50 WIB

Nasarudin Eks Napiter

Berita Utama

Nasarudin: Ageman Menghapus Fanatisme Buta Masa Lalu

Sabtu, 26 Sep 2026 - 22:55 WIB