Catatan: Doel Remos
LAMPUNG Begawi x SigerFest 2026 baru beres. Diakui atau tidak, Lampung Begawi dampak ekonominya terasa kurang “meledak” atau “gak ngebom gitu”. Mungkin catatan pinggiran ini bisa dicermati;
1. Skala Transaksi Fisik yang Masih Kecil
Faktanya jumlah pengunjung dalam 3 hari ini hanya mencapai 28.000 pengunjung. Total penjualan makanan, minuman dan wastra “hanya” tercatat sedikit di atas Rp500 juta. Jika dirata-rata, pengeluaran per pengunjung hanya sekitar Rp17.800/pengunjung/tiga hari. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung kemungkinan besar hanya datang untuk melihat-lihat (rekreasi) atau menikmati hiburan di mall, bukan sebagai pembeli potensial (buyer) yang melakukan transaksi berskala besar. Bisa dikatakan, cara ini masih bersifat festival lokal musiman, bukan pasar bisnis (B2B) yang menghasilkan kontrak penjualan masif.
2. Ekspor dan Pembiayaan UMKM yang Belum Agresif
Realisasi pembiayaan UMKM sejak awal tahun 2026 adalah Rp10 miliar, dan nilai ekspor UMKM mencapai Rp1,92 miliar. Untuk skala provinsi seperti Lampung dengan ribuan UMKM, angka pembiayaan Rp10 miliar dan ekspor di bawah Rp2 miliar tergolong masih sangat kecil. Bisa jadi ini menjadi indikator bahwa akses modal belum merata dan standardisasi produk UMKM Lampung agar bisa menembus pasar internasional secara massal (bulk), Karena masih menghadapi kendala besar (kuantitas dan konsistensi kualitas).
3. Tantangan Hilirisasi
Pidato Gubernur “Kopi Lampung jangan berhenti sebagai biji kopi. Hasil pertanian kita jangan berhenti sebagai bahan mentah”. Pernyataan ini secara tidak langsung mengakui bahwa struktur ekonomi Lampung masih di dominasi oleh penjualan bahan mentah. Mengubah komoditas mentah menjadi produk hilir bernilai tambah tinggi memerlukan investasi teknologi pengolahan, pabrikasi, dan branding yang mahal. Festival tiga hari seperti ini belum mampu menyelesaikan masalah struktural rantai pasok dan industri pengolahan yang belum matang tersebut.
4. Digitalisasi Baru Sebatas Alat Pembayaran (Belum ke Ekosistem Bisnis).
Apresiasi besar diberikan pada perluasan penggunaan QRIS dan sistem pembayaran digital. Digitalisasi yang terjadi masih dominan pada frontend (proses pembayaran/QRIS). Agar efeknya melompat secara eksponensial (boom), digitalisasi harus masuk ke backend, seperti digitalisasi manajemen rantai pasok (supply chain management), adopsi e-commerce global oleh UMKM, dan pemanfaatan data besar (big data) untuk membaca pasar internasional.
5. Sifat Acara yang Bersifat Seremonial dan Temporer.
Acara ini berlangsung selama tiga hari di sebuah pusat perbelanjaan (Lampung City Mall). Acara pameran atau festival di mall cenderung menciptakan hype jangka pendek. Setelah stan dibongkar dan acara ditutup, tantangan nyata UMKM kembali seperti semula (kesulitan pemasaran harian, biaya logistik mahal, dan kalah bersaing di pasar digital nasional). Jika tidak ada program inkubasi berkelanjutan yang intensif setelah festival, dampaknya akan melandai dengan cepat dan hilang di telan bumi. Tabikpun.
Penulis : Anis
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Lampung


![Lampung yang Seriwing-seriwing kedepan liwat Lampung Begawi [Pl]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/09/Lampung-Begawi-Jangan-Ditelan-Bumi.jpg)

![Lampung yang Seriwing-seriwing kedepan liwat Lampung Begawi [Pl]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/09/Lampung-Begawi-Jangan-Ditelan-Bumi-225x129.jpg)
![Sekdaprov Lampung Marindo saat menutup Lampung Begawi 2026 [Pl]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/09/Marindo-di-Lampung-Begawi-225x129.jpg)



![Kemenhut Raja Juli dan Gubernur Lampung di TNWK [KLp]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/09/Kemenhut-Raja-Juli-dan-Gubernur-Lampung-di-TNWK-225x129.jpg)
![Lampung yang Seriwing-seriwing kedepan liwat Lampung Begawi [Pl]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/09/Lampung-Begawi-Jangan-Ditelan-Bumi-129x85.jpg)
![Sekdaprov Lampung Marindo saat menutup Lampung Begawi 2026 [Pl]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/09/Marindo-di-Lampung-Begawi-129x85.jpg)




