Lampung Begawi, Seriusi, Jangan Ditelan Bumi

Senin, 21 September 2026 | 07:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung yang Seriwing-seriwing kedepan liwat Lampung Begawi [Pl]

Lampung yang Seriwing-seriwing kedepan liwat Lampung Begawi [Pl]

Catatan: Doel Remos

LAMPUNG Begawi x SigerFest 2026 baru beres. Diakui atau tidak, Lampung Begawi dampak ekonominya terasa kurang “meledak” atau “gak ngebom gitu”. Mungkin catatan pinggiran ini bisa dicermati;

1. Skala Transaksi Fisik yang Masih Kecil
Faktanya jumlah pengunjung dalam 3 hari ini hanya mencapai 28.000 pengunjung. Total penjualan makanan, minuman dan wastra “hanya” tercatat sedikit di atas Rp500 juta. Jika dirata-rata, pengeluaran per pengunjung hanya sekitar Rp17.800/pengunjung/tiga hari. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung kemungkinan besar hanya datang untuk melihat-lihat (rekreasi) atau menikmati hiburan di mall, bukan sebagai pembeli potensial (buyer) yang melakukan transaksi berskala besar. Bisa dikatakan, cara ini masih bersifat festival lokal musiman, bukan pasar bisnis (B2B) yang menghasilkan kontrak penjualan masif.

2. Ekspor dan Pembiayaan UMKM yang Belum Agresif
Realisasi pembiayaan UMKM sejak awal tahun 2026 adalah Rp10 miliar, dan nilai ekspor UMKM mencapai Rp1,92 miliar. Untuk skala provinsi seperti Lampung dengan ribuan UMKM, angka pembiayaan Rp10 miliar dan ekspor di bawah Rp2 miliar tergolong masih sangat kecil. Bisa jadi ini menjadi indikator bahwa akses modal belum merata dan standardisasi produk UMKM Lampung agar bisa menembus pasar internasional secara massal (bulk), Karena masih menghadapi kendala besar (kuantitas dan konsistensi kualitas).

Baca Juga:  Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Kabupaten Lampung Selatan Uji Kesiapan Sirene Tsunami dan Jalur Evakuasi Pesisir

3. Tantangan Hilirisasi
Pidato Gubernur “Kopi Lampung jangan berhenti sebagai biji kopi. Hasil pertanian kita jangan berhenti sebagai bahan mentah”. Pernyataan ini secara tidak langsung mengakui bahwa struktur ekonomi Lampung masih di dominasi oleh penjualan bahan mentah. Mengubah komoditas mentah menjadi produk hilir bernilai tambah tinggi memerlukan investasi teknologi pengolahan, pabrikasi, dan branding yang mahal. Festival tiga hari seperti ini belum mampu menyelesaikan masalah struktural rantai pasok dan industri pengolahan yang belum matang tersebut.

4. Digitalisasi Baru Sebatas Alat Pembayaran (Belum ke Ekosistem Bisnis).

Apresiasi besar diberikan pada perluasan penggunaan QRIS dan sistem pembayaran digital. Digitalisasi yang terjadi masih dominan pada frontend (proses pembayaran/QRIS). Agar efeknya melompat secara eksponensial (boom), digitalisasi harus masuk ke backend, seperti digitalisasi manajemen rantai pasok (supply chain management), adopsi e-commerce global oleh UMKM, dan pemanfaatan data besar (big data) untuk membaca pasar internasional.

Baca Juga:  AS Klaim Tenggelamkan 5 Kapal Tanker Minyak Iran

5. Sifat Acara yang Bersifat Seremonial dan Temporer.
Acara ini berlangsung selama tiga hari di sebuah pusat perbelanjaan (Lampung City Mall). Acara pameran atau festival di mall cenderung menciptakan hype jangka pendek. Setelah stan dibongkar dan acara ditutup, tantangan nyata UMKM kembali seperti semula (kesulitan pemasaran harian, biaya logistik mahal, dan kalah bersaing di pasar digital nasional). Jika tidak ada program inkubasi berkelanjutan yang intensif setelah festival, dampaknya akan melandai dengan cepat dan hilang di telan bumi. Tabikpun.


Penulis : Anis


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Lampung Menuju Hilirisasi Komoditas Jadi Nilai Tambah
Gelaran Budaya, 35 Tahun Hubungan Tiongkok-Brunei
Houthi Serang Riyadh, Arab Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik
Laka Lantas di Tol Terpeka KM 246, 1 Korban Meninggal Dunia
Menhut Tinjau Proyek Mitigasi Interaksi Gajah di TNWK
Sikap AS Jadi Penentu Iran Keluar-Masuk Perjanjian Nuklir
Porprov 2026, FORKI Lampura Optimis Borong 17 Emas
Meski Ada Propaganda Musuh, Iran Sebut Sembako nya Aman

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 07:19 WIB

Lampung Begawi, Seriusi, Jangan Ditelan Bumi

Senin, 21 September 2026 - 07:08 WIB

Lampung Menuju Hilirisasi Komoditas Jadi Nilai Tambah

Minggu, 20 September 2026 - 23:15 WIB

Gelaran Budaya, 35 Tahun Hubungan Tiongkok-Brunei

Minggu, 20 September 2026 - 23:00 WIB

Houthi Serang Riyadh, Arab Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik

Minggu, 20 September 2026 - 22:36 WIB

Laka Lantas di Tol Terpeka KM 246, 1 Korban Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Lampung yang Seriwing-seriwing kedepan liwat Lampung Begawi [Pl]

#indonesiaswasembada

Lampung Begawi, Seriusi, Jangan Ditelan Bumi

Senin, 21 Sep 2026 - 07:19 WIB

Sekdaprov Lampung Marindo saat menutup Lampung Begawi 2026 [Pl]

#indonesiaswasembada

Lampung Menuju Hilirisasi Komoditas Jadi Nilai Tambah

Senin, 21 Sep 2026 - 07:08 WIB

Para seniman tampil dalam sebuah pertunjukan budaya untuk memperingati 35 tahun hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Brunei di Bandar Seri Begawan, Brunei, pada 18 September 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Gelaran Budaya, 35 Tahun Hubungan Tiongkok-Brunei

Minggu, 20 Sep 2026 - 23:15 WIB

Tangkapan layar dari sebuah video pada 6 Maret 2024 ini memperlihatkan juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, sedang menyampaikan pernyataan di Sanaa, Yaman. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Houthi Serang Riyadh, Arab Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik

Minggu, 20 Sep 2026 - 23:00 WIB

#indonesiaswasembada

Laka Lantas di Tol Terpeka KM 246, 1 Korban Meninggal Dunia

Minggu, 20 Sep 2026 - 22:36 WIB