Lampung Matangkan Proyek Bioethanol Guna Mendukung Kemandirian Energi

Kamis, 29 Januari 2026 | 23:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung mematangkan rencana investasi strategis pengembangan Multifeedstock Technology Bioethanol Processing guna mendukung kemandirian energi Nasional.

Melalui teknologi ini, dapat dilakukan percepatan transisi energi hijau dan mendukung kebijakan mandatori pencampuran etanol pada bahan bakar bensin. Langkah ini sekaligus diarahkan untuk mengoptimalkan potensi komoditas pertanian lokal sebagai bahan baku energi terbarukan.

Pembahasan Multifeedstock Technology ini mengemuka dalam Rapat Rencana Investasi Pengembangan Multifeedstock Bioethanol Processing Technology yang digelar di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Kamis (29/1/2026).

Rapat dipimpin oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdaprov Lampung Mulyadi Irsan, mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dan dihadiri oleh perwakilan Kementerian Investasi/BKPM, Pertamina New & Renewable Energy, Toyota, akademisi Universitas Lampung, serta Research Association of Biomass Innovation for Next Generation Automobile Fuels dari Jepang.

Mulyadi Irsan menyampaikan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut dari sejumlah pertemuan sebelumnya yang telah dilaksanakan baik di tingkat pusat maupun daerah. Pemerintah Provinsi Lampung, kata dia, menaruh perhatian serius terhadap pengembangan bioetanol sebagai bagian dari agenda nasional kemandirian energi.

Ia menjelaskan bahwa Lampung memiliki keunggulan strategis untuk pengembangan bioetanol, baik dari sisi geografis maupun ketersediaan bahan baku. Sekitar 29 persen struktur ekonomi Lampung ditopang sektor pertanian, dengan produksi jagung mencapai sekitar 2,7 juta ton per tahun serta singkong yang berkontribusi hingga 70 persen produksi nasional.

“Lampung adalah gerbang Pulau Sumatera dan berdekatan langsung dengan pasar utama di Pulau Jawa. Potensi komoditas pertanian kita sangat besar untuk mendukung kebutuhan feedstock bioetanol,” ujar Mulyadi.

Baca Juga:  422 WBP Lapas Kelas IIA Kalianda Dapat Remisi HUT ke-81 RI, Enam Menatap Pintu Kebebasan

Mulyadi menekankan bahwa penerapan teknologi multifeedstock menjadi kunci utama agar produksi bioetanol tidak bergantung pada satu jenis komoditas. Teknologi ini memungkinkan pemanfaatan berbagai bahan baku seperti ubi kayu, tebu, nira, hingga biomassa lainnya secara fleksibel dan berkelanjutan.

“Dengan teknologi multifeedstock, kita bisa menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi dan ketahanan pangan. Produksi bioetanol tetap berjalan tanpa menekan satu komoditas tertentu,” jelasnya.

Dari sisi industri, Pertamina New & Renewable Energy memaparkan rencana pengembangan bioetanol secara bertahap di Provinsi Lampung. Tahap awal akan difokuskan pada pembangunan demo plan bioetanol generasi kedua, yang direncanakan berlokasi di kawasan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran. Pada tahap ini, bahan baku yang digunakan antara lain limbah biomassa kelapa sawit serta uji tanam sorgum sebagai bagian dari pengembangan teknologi lanjutan sebelum masuk ke skala komersial.

Sementara itu, Reco sebagai perwakilan Toyota menyampaikan bahwa Jepang saat ini tengah mempercepat riset dan pengembangan biofuel melalui konsorsium industri otomotif nasional, seiring target penerapan campuran etanol hingga E20 pada 2030. Toyota juga menyatakan kesiapan teknologi kendaraan flex-fuel yang mampu menggunakan bahan bakar dengan kadar bioetanol lebih tinggi, serta membuka peluang kolaborasi lebih lanjut dengan Pertamina dan pemerintah daerah.

Dari sisi akademisi, Wini dari Universitas Lampung (Unila) menjelaskan bahwa secara iklim dan kondisi awal lahan, wilayah Tegineneng memiliki potensi untuk pengembangan tanaman sorgum sebagai salah satu bahan baku bioetanol. Namun demikian, Unila menegaskan perlunya analisis lanjutan yang mencakup aspek kimia, fisika, dan biologi tanah sebelum pengembangan dilakukan dalam skala luas.

Baca Juga:  Lewat Bed Dryer Diharap Penghasilan Petani Lebih Baik

Riffana dari Kementerian Investasi Republik Indonesia/BKPM, dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mendukung penuh realisasi investasi bioetanol di Lampung, baik melalui percepatan perizinan, fasilitasi administratif, pemberian insentif investasi, hingga dukungan skema kerja sama dengan mitra luar negeri, termasuk joint venture dan alih teknologi.

Rapat ditutup dengan kesepakatan pembentukan tim teknis lintas sektor yang akan melakukan pemetaan lahan, serta pendalaman teknis. Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan implementasi fisik investasi bioetanol dapat segera dimulai, sekaligus menjadikan Lampung sebagai salah satu pilot project nasional pengembangan bioetanol berbasis multifeedstock dalam mendukung target transisi energi dan pengurangan emisi nasional.

Dalam rapat sebelumnya, telah disampaikan rencana investasi Toyota melalui PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dalam pengembangan ekosistem bioetanol di Indonesia. Investasi ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong swasembada energi, ekonomi hijau, serta hilirisasi industri guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Berdasarkan Roadmap Hilirisasi Investasi Strategis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Provinsi Lampung termasuk wilayah yang telah disiapkan sebagai sentra pengembangan industri bioetanol nasional, dengan dukungan bahan baku utama berupa tebu, singkong, dan sorgum.

Pengembangan industri bioetanol tersebut diproyeksikan tidak hanya memperkuat rantai pasok energi bersih nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan petani lokal di daerah penghasil bahan baku.[]


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Romy Agus


Sumber Berita : Lampung Adpim

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Bupati Ayu Pimpin Upacara HUT RI Ke-81 Tingkat Kabupaten Way Kanan 
Ketua KPK : Pihaknya Akan Awasi Bantuan Gempa NTT Untuk Mencegah Penyalahgunaan
Ziarah di TMP Kusuma Bangsa, Bupati Radityo Egi Serukan Semangat Pahlawan untuk Lampung Selatan yang Lebih Maju
Usai Merah Putih Diturunkan, Warna Budaya Nusantara Menghiasi Menara Siger
Dari Merah Putih ke Layar Digital, Kreativitas Kemerdekaan Bergema di Menara Siger
Karhutla Terus Berulang, Firman Soebagyo Usul Badan Nasional Pengendali Karhutla
Upacara Kemerdekaan di Tengah Konflik Agraria: Petani Anak Tuha Mengingatkan Negara bahwa Kemerdekaan Belum Selesai
Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Provinsi Lampung Berlangsung Khidmat

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:17 WIB

Bupati Ayu Pimpin Upacara HUT RI Ke-81 Tingkat Kabupaten Way Kanan 

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:14 WIB

Ketua KPK : Pihaknya Akan Awasi Bantuan Gempa NTT Untuk Mencegah Penyalahgunaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:34 WIB

Ziarah di TMP Kusuma Bangsa, Bupati Radityo Egi Serukan Semangat Pahlawan untuk Lampung Selatan yang Lebih Maju

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:32 WIB

Usai Merah Putih Diturunkan, Warna Budaya Nusantara Menghiasi Menara Siger

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:31 WIB

Dari Merah Putih ke Layar Digital, Kreativitas Kemerdekaan Bergema di Menara Siger

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Bupati Ayu Pimpin Upacara HUT RI Ke-81 Tingkat Kabupaten Way Kanan 

Selasa, 18 Agu 2026 - 10:17 WIB

#indonesiaswasembada

Usai Merah Putih Diturunkan, Warna Budaya Nusantara Menghiasi Menara Siger

Selasa, 18 Agu 2026 - 09:32 WIB