Prof Sudarman: Film Ageman Simbol Kedamaian

Jumat, 2 Oktober 2026 | 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUKUNGAN terhadap keberadaan film edukasi kebangsaan bertajuk Ageman terus mengalir deras. Kali ini, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Lampung menyatakan dukungan penuh atas hadirnya karya sinematik yang mengusung pesan moderasi, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama tersebut.

Karya visual yang lahir dari inspirasi dan gagasan putra-putri terbaik serta tokoh masyarakat di Lampung ini dinilai sangat krusial dalam memperkokoh tali persaudaraan di tengah dinamika masyarakat Indonesia yang heterogen.

Ketua PWM Provinsi Lampung, Prof. Dr. H. Sudarman, M.Ag., menyambut hangat peluncuran film yang digagas para sineas dan tokoh lokal Bumi Ruwa Jurai ini sebagai sarana dakwah kebangsaan yang sejuk.

Prof. Sudarman menjelaskan, kata Ageman yang diserap dari khazanah budaya Nusantara sejatinya bermakna pakaian atau pegangan hidup. Filosofi mendalam tersebut merefleksikan bahwa keberagaman suku, ras, budaya, dan agama adalah anugerah sekaligus amanah untuk saling melengkapi.

Baca Juga:  Irjen Pol Helfi Assegaf: Film Ageman Edukasi Sikapi Perbedaan

“Ageman itu artinya pakaian sesuatu yang melekat dalam kehidupan kita sehari-hari. Yakni pakaian masyarakat Indonesia yang senang dengan kedamaian, menyukai kerukunan, serta mampu hidup berdampingan secara harmonis di dalam perbedaan,” ujar Prof. Sudarman, Kamis (1/10/2026).

Lebih lanjut, Prof. Sudarman menggarisbawahi bahwa benih-benih intoleransi serta paham ekstremisme kerap kali muncul akibat minimnya ruang dialog dan pemahaman yang kurang utuh terhadap perbedaan.

Oleh sebab itu, hadirnya film Ageman diharapkan bisa menjadi media pencerahan sekaligus benteng moral agar masyarakat khususnya generasi muda terhindar dari paparan radikalisme.

Baca Juga:  Oman dan AS Bahas Ketegangan Lewat Percakapan Telepon

Sebagai wujud pilar dukungan nyata, PW Muhammadiyah Lampung mendorong seluruh jaringan lembaga pendidikan, mulai dari sekolah, perguruan tinggi, hingga pondok pesantren di lingkungan Muhammadiyah untuk menjadikan film Ageman sebagai materi refleksi dan edukasi kebangsaan.

Metode nonton bareng (nobar) yang dilanjutkan dengan ruang diskusi interaktif dianggap sebagai cara efektif agar pelajar dan mahasiswa dapat menyerap serta membedah pentingnya merawat harmoni sosial.

Di akhir penyampaiannya, Prof. Sudarman mengajak seluruh elemen masyarakat luas untuk menyaksikan film ini serta menjadikan nilai-nilai toleransi sebagai pegangan hidup sehari-hari demi mewujudkan kehidupan berbangsa yang damai, inklusif, dan berkemajuan, punkas Prof. Sudarman.[]


Penulis : Nara J A


Editor : Rudi A


Sumber Berita : Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri
Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit
Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing
Mesir Kirim 2.600 Ton Bantuan ke Gaza
Senator AS Curigai Pentagon Soal Perang Iran
Lampung Kawal Percepatan Pengembangan PLTP Rajabasa

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Berita Terbaru

Berita Utama

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:09 WIB

Berita Utama

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:06 WIB

Berita Utama

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Kamis, 8 Okt 2026 - 06:47 WIB