Dari China Mirza Ingin, Putra Lampung Bisa Mengoperasikan Satelit

Kamis, 6 Agustus 2026 | 05:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Satelit OSE Hyperspectral-01, yang diberi nama

Satelit OSE Hyperspectral-01, yang diberi nama "Lampung-1" oleh pihak Indonesia, merupakan hasil kerja sama sejumlah institusi dari China dan Indonesia. (Xin)

JAKARTA-Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan nilai utama dari kerja sama satelit antara Indonesia dan China tidak terletak pada keberhasilan peluncuran satelit semata, melainkan pada bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan berbasis data dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Mirza menyusul peluncuran satelit Lampung-1 dari perairan lepas pantai Kota Haiyang, Provinsi Shandong, China timur, pada Rabu (5/8). Lampung-1 merupakan satelit hiperspektral pertama yang digunakan Pemerintah Provinsi Lampung dan dikembangkan melalui kerja sama antara Starvision, Universitas Wuhan, Pemerintah Provinsi Lampung, serta sejumlah institusi dari kedua negara.

“Yang terpenting dari kerja sama ini bukan peluncuran roketnya, tetapi bagaimana data satelit ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pembangunan di Provinsi Lampung. Dengan data yang lebih akurat dan berkualitas, berbagai kebijakan dapat disusun secara lebih presisi,” kata Mirza kepada Xinhua-lintaslampung.

Menurutnya, Lampung-1 memiliki arti penting secara historis dan strategis bagi Lampung karena menjadi langkah awal bagi provinsi tersebut untuk semakin memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mendorong transformasi ekonomi dan pembangunan daerah.

Satelit Lampung-1 Bermanfaat Bagi Pelaku Usaha

Lampung diharapkan memperoleh manfaat langsung dari teknologi hiperspektral yang digunakan satelit tersebut. Mirza mengatakan teknologi itu dapat menghasilkan data yang lebih akurat untuk membantu memproyeksikan produksi pertanian, sehingga mendukung pengambilan kebijakan sekaligus meningkatkan produktivitas petani dan memperkuat pelaku usaha lokal.

Baca Juga:  Tingkatkan Kebugaran dan Edukasi Pengendalian Asma, KKN 94 UIN RIL Gelar Senam Asma Bersama RS Bumi Waras

“Teknologi ini diharapkan tidak hanya memperkuat perekonomian daerah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi petani dan pelaku usaha lokal,” ujarnya.

Selain pertanian, kemampuan pencitraan hiperspektral Lampung-1 juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan sumber daya kelautan, pemantauan lingkungan, tata ruang, serta mitigasi bencana, yang berkaitan erat dengan pembangunan dan kehidupan masyarakat Lampung.

Mirza juga menilai kerja sama dengan China di bidang antariksa membuka peluang baru bagi Lampung untuk memanfaatkan teknologi maju dalam pembangunan daerah. Dia berharap proyek Lampung-1 menjadi salah satu dari semakin banyak bentuk kerja sama antara Lampung dan mitra-mitra di China pada masa mendatang.

Dia mengenang kunjungannya ke Haiyang pada Mei 2025, ketika mengunjungi fasilitas perakitan, integrasi, dan pengujian (Assembly, Integration and Testing/AIT) milik Starvision serta Oriental Maritime Space Port. Menurutnya, kunjungan tersebut memberinya gambaran mengenai kompleksitas ilmu pengetahuan dan rekayasa di balik pengembangan sebuah satelit.

“Saya sangat terkesan dengan kompleksitas, ilmu pengetahuan, dan rekayasa di balik satelit. Ini merupakan proses yang sangat rumit dan perjalanan yang cukup panjang. Saya sangat senang satelit ini akhirnya berhasil diluncurkan dan mulai memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Lampung Siapkan 100 Orang Belajar AI di China

Pada kunjungan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Provinsi Shandong juga memperkuat hubungan melalui kerja sama provinsi kembar (sister province). Menurut Mirza, hubungan tersebut membuka ruang bagi kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya di bidang teknologi antariksa, tetapi juga agribisnis, perdagangan ekspor-impor, energi, produk kelautan, perikanan, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Baca Juga:  BERITA FOTO: Bandara Soetta Dibuka, Radin Inten II? Tunggu

Pengembangan SDM menjadi salah satu bagian penting dari kerja sama teknologi tersebut, lanjut Mirza. Pemerintah Provinsi Lampung saat ini tengah menyiapkan program untuk mengirim sekitar 100 pemuda Lampung ke China guna mengikuti pelatihan di bidang penginderaan jauh dan sistem komunikasi satelit.

Menurutnya, sejumlah peserta dari Lampung sebelumnya juga telah mengikuti pelatihan dan perkuliahan di China, sementara pihaknya telah menjalin komunikasi dengan sejumlah universitas setempat terkait program pengembangan kapasitas tersebut.

“Kami berharap pada masa depan Lampung mampu mengoperasikan satelit, mengolah data, dan melakukan analisis spasial secara mandiri dengan dukungan sumber daya manusia yang terus kami kembangkan,” ujarnya.

Mirza mengatakan teknologi pada akhirnya membutuhkan SDM yang mampu menguasai dan memanfaatkannya. Karena itu, peningkatan kapasitas generasi muda menjadi penting agar kemajuan teknologi dapat benar-benar menghasilkan kemajuan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dia berharap proyek Lampung-1 dapat membuka jalan bagi semakin banyak kerja sama antara Lampung dan China pada masa mendatang serta memperluas kolaborasi kedua pihak, khususnya di bidang teknologi dan pengembangan SDM. []


Penulis : Romy Agus-Zheng S


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Xinhua News

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Waketum Golkar Minta Publik Melihat Secara Proposional dan Faktual Polemik Misbakhun 
186 PT Vokasi Indonesia Pakai Standar AI Tiongkok-Indonesia
Film Ageman Merestrukturisasi Logika dengan Mistika
Arab Saudi Gempur Houthi Yaman 300 an Kali dalam Sepekan ini
Trump Larang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih
Bangga! Pocil Polres Mesuji Raih Juara Umum II di Ajang Polisi Cilik Tingkat Polda Lampung  
Peringati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke 71, Ditlantas Polda Lampung Gelar Lomba Pocil 
Panglima TNI Kunjungi ITS Giuseppe Garibaldi, Lampung Kelak jadi Pangkalan Kapal Induk Ini

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 10:21 WIB

Waketum Golkar Minta Publik Melihat Secara Proposional dan Faktual Polemik Misbakhun 

Sabtu, 19 September 2026 - 23:14 WIB

186 PT Vokasi Indonesia Pakai Standar AI Tiongkok-Indonesia

Sabtu, 19 September 2026 - 22:25 WIB

Film Ageman Merestrukturisasi Logika dengan Mistika

Sabtu, 19 September 2026 - 22:23 WIB

Arab Saudi Gempur Houthi Yaman 300 an Kali dalam Sepekan ini

Sabtu, 19 September 2026 - 14:41 WIB

Trump Larang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

Berita Terbaru


Foto yang diabadikan pada 7 Agustus 2026 ini menunjukkan seorang dosen kejuruan asal Indonesia berjabat tangan dengan sebuah robot humanoid saat berkunjung ke sebuah perusahaan AI berwujud yang terletak di Kota Liuzhou, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, Tiongkok selatan. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

186 PT Vokasi Indonesia Pakai Standar AI Tiongkok-Indonesia

Sabtu, 19 Sep 2026 - 23:14 WIB

Ken Stiawan Sutradara FIlm Ageman

#indonesiaswasembada

Film Ageman Merestrukturisasi Logika dengan Mistika

Sabtu, 19 Sep 2026 - 22:25 WIB

Peperangan di Yaman dan Houthi Yaman

#indonesiaswasembada

Arab Saudi Gempur Houthi Yaman 300 an Kali dalam Sepekan ini

Sabtu, 19 Sep 2026 - 22:23 WIB

Presiden AS Larangan Beberapa media liputan di Gedung Putih. Menurutnya larangan itu karena media tersebut sering membuat laporan palsu.[Xinhua]

#indonesiaswasembada

Trump Larang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

Sabtu, 19 Sep 2026 - 14:41 WIB