Daniel Djohan : Hadapi Nataru ,Pemerintah Harus Antisipasi Lonjakan Harga Pangan

Rabu, 26 November 2025 | 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Fraksi PKB, Daniel Johan meminta pemerintah mengantisipasi lonjakan kenaikan harga pangan menjelang Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Ia menekankan bahwa tren tahunan tersebut tidak boleh dibiarkan sebagai fenomena rutin dan perlu solusi menyeluruh dari pemerintah.

“Kenaikan harga pangan ini bukan sekadar soal permintaan yang meningkat menjelang liburan, tetapi menandakan adanya kelemahan mendasar dalam tata kelola pangan nasional yang harus segera dibenahi,” kata Daniel.

Salah satu yang mengalami kenaikan harga adalah daging ayam yang kini dijual Rp50 ribu per kilogram di pasar-pasar wilayah Jakarta dan Bandung. Padahal, biasanya ayam hanya dijual pada rentang Rp38 hingga Rp42 ribu. Atau, cabai rawit yang kini dijual dengan harga Rp50 ribu per kilogram dan cabai keriting kini menyentuh harga hingga Rp70 ribu per kilogram.

Baca Juga:  Operator BTB Dampingi Anggota Komisi V DPR RI Tinjau Infrastruktur Lampung Tengah

“Pemerintah perlu bergerak cepat dan tepat. Intervensi jangka pendek seperti operasi pasar atau penyaluran beras SPHP yang belum menjangkau seluruh daerah. Langkah-langkah itu penting, namun tidak cukup untuk memastikan stabilitas harga di tingkat konsumen maupun keberlanjutan pendapatan petani dan pelaku usaha kecil,” ucapnya.

Daniel mengingatkan agar pemerintah memperbaiki proses distribusi agar lebih efisien. Ia pun mendorong pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku tertentu dan memprioritaskan memperkuat produksi pangan dalam negeri.

“Jika ketergantungan pada faktor cuaca dan impor tidak dikurangi, maka stabilisasi harga hanya akan menjadi agenda tahunan yang melelahkan,” pungkasnya.

Salah satu yang mengalami kenaikan harga adalah daging ayam yang kini dijual Rp50 ribu per kilogram di pasar-pasar wilayah Jakarta dan Bandung. Padahal, biasanya ayam hanya dijual pada rentang Rp38 hingga Rp42 ribu. Atau, cabai rawit yang kini dijual dengan harga Rp50 ribu per kilogram dan cabai keriting kini menyentuh harga hingga Rp70 ribu per kilogram.

Baca Juga:  Lampung Tuan Rumah Pekan Nasional Petani Nelayan 2029

“Pemerintah perlu bergerak cepat dan tepat. Intervensi jangka pendek seperti operasi pasar atau penyaluran beras SPHP yang belum menjangkau seluruh daerah. Langkah-langkah itu penting, namun tidak cukup untuk memastikan stabilitas harga di tingkat konsumen maupun keberlanjutan pendapatan petani dan pelaku usaha kecil,” ucapnya.

Daniel mengingatkan agar pemerintah memperbaiki proses distribusi agar lebih efisien. Ia pun mendorong pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku tertentu dan memprioritaskan memperkuat produksi pangan dalam negeri.

“Jika ketergantungan pada faktor cuaca dan impor tidak dikurangi, maka stabilisasi harga hanya akan menjadi agenda tahunan yang melelahkan,” pungkasnya.(*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Blackout Listrik Jawa-Bali; Bahlil: Capek Sinkronisasi Pemenuhan Batubara
Pemerintah Jangan Asal Tetapkan Kawasan Hutan Lindung!
Film Lokal Jadi Hantu, Drazin Merajalela
Puan: Pemadaman Bergilir Rugikan Rakyat
UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Bandar Lampung Resmi Membuka Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 Tahun 2026
Gubernur Jatim Bersama JMSI Jatim Bahas Penguatan Media Berkualitas
Warga Ramaikan Color Run HUT ke-344 Bandar Lampung
Kejari Lamtim Geledah Rumah Mantan Wabup Lamsel Terkait Korupsi Tambang Pasir

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:06 WIB

Blackout Listrik Jawa-Bali; Bahlil: Capek Sinkronisasi Pemenuhan Batubara

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:02 WIB

Pemerintah Jangan Asal Tetapkan Kawasan Hutan Lindung!

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:01 WIB

Film Lokal Jadi Hantu, Drazin Merajalela

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:59 WIB

Puan: Pemadaman Bergilir Rugikan Rakyat

Senin, 22 Juni 2026 - 19:39 WIB

UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Bandar Lampung Resmi Membuka Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 Tahun 2026

Berita Terbaru

Oplus_131072

#indonesiaswasembada

Blackout Listrik Jawa-Bali; Bahlil: Capek Sinkronisasi Pemenuhan Batubara

Selasa, 23 Jun 2026 - 08:06 WIB

#indonesiaswasembada

Pemerintah Jangan Asal Tetapkan Kawasan Hutan Lindung!

Selasa, 23 Jun 2026 - 08:02 WIB

#indonesiaswasembada

Film Lokal Jadi Hantu, Drazin Merajalela

Selasa, 23 Jun 2026 - 08:01 WIB

#indonesiaswasembada

Puan: Pemadaman Bergilir Rugikan Rakyat

Selasa, 23 Jun 2026 - 07:59 WIB