JAKARTA- Kementerian Perhubungan resmi memperpanjang penutupan Bandara Soekarno-Hatta, Halim Dan Raden Intan hingga pukul 13.30 WIB dengan mempertimbangkan kondisi jarak pandang pasca erupsi Anak Gunung Krakatau.
Keputusan tersebut tertuang dalam NOTAM Nomor A3346/26 NOTAMR A3344R/26. Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara sejak pukul 01.30 WIB, diperpanjang hingga pukul 13.30 WIB.
“Penutupan sementara di tiga bandar udara tersebut merupakan bagian dari langkah keselamatan penerbangan seiring perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,” sambungnya.
Ditjen Perhubungan Udara menyatakan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan operator penerbangan, pengelola bandara, penyelenggara navigasi penerbangan, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Berdasarkan pembaruan data hingga pukul 05.30 WIB, sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak akibat penutupan wilayah udara tersebut. Total penumpang yang terdampak mencapai 22.798 orang.
Kondisi sebaran abu vulkanik bersifat dinamis sehingga memerlukan pemantauan secara berkelanjutan dan penyesuaian pelayanan navigasi penerbangan sesuai perkembangan kondisi.
“Melalui Indonesia Network Management Center (INMC), AirNav Indonesia terus memantau kondisi ruang udara dan perkembangan sebaran abu vulkanik untuk mendukung pengelolaan lalu lintas penerbangan serta memastikan informasi aeronautika diperbarui secara tepat waktu,” jelas EVP of Corporate Secretary Hermana Soegijantoro Di Jakarta, Minggu (6/9/2026).
AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan penerbangan dalam memantau perkembangan kondisi ruang udara dan memastikan informasi keselamatan penerbangan tersampaikan secara tepat waktu.(*)
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Desty
Sumber Berita : Jakarta

















