Berikut Kelebihan dan Kekurangan Android

Minggu, 11 Desember 2022 | 15:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Vini

Pengguna perlu tahu kelebihan dan kekurangan Android sebelum membeli perangkat dengan sistem ini, mulai dari handphone (hp), tablet, jam tangan, TV, hingga PC.

Tujuannya agar dapat menyesuaikan cara kerja dan fitur yang dimiliki ketika menggunakan sistem operasi Android.

Melansir Digital Aptech, berikut tujuh kelebihan dan kekurangan Android.

Kelebihan Android

1. Sistem terbuka

Sistem operasi Android adalah sistem yang terbuka yang kode pengembangnya dapat diubah, sehingga memungkinkan produsen perangkat untuk membangun fitur antarmuka pengguna sendiri.

Baca Juga:  Polres Mesuji Lakukan Penyiraman Jalan Utama, Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Erupsi GAK  

Begitu juga dengan pengembang aplikasi, mereka mendapat akses kode inti dan bebas mengubahnya untuk menyesuaikan kerja sistem dengan aplikasi yang ingin mereka bangun.

Contohnya, jika Anda ingin membuat aplikasi di hp Android, Anda akan lebih mudah menyesuaikan cara kerja aplikasi dengan sistem Android, lalu dipasarkan di Google Play Store. Berbeda dengan sistem operasi iOS, biasanya ada spesifikasi kode tertentu yang harus disesuaikan oleh pengembang.

Baca Juga:  Ini Cerita Duka Longsor Nepal-Tiongkok

2. Ruang penyimpanan gratis dari akun Google

Pengguna memerlukan akun Google untuk menggunakan sistem Android. Dengan akun Google ini, pengguna bukan cuma bisa masuk ke sistem, namun juga mendapat ruang penyimpanan gratis dengan kapasitas 15GB.

Ruang penyimpanan ini dapat digunakan untuk menyimpan berbagai data yang terhubung dengan email dan dapat diakses di perangkat lain yang bersistem Android juga.

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Sekjen PBB Serukan Deeskalasi di Timur Tengah dan Ukraina
Tiongkok-Indonesia Bahas Teknologi Pelestarian Alam
Veri Fardinalsyah Resmi Pimpin PBVSI  Mesuji
Benchmarking Kemendes PDT di Yunnan 2026 Rampung
Lampung Apresiasi Bantuan Menteri PKP pada Program RTLH
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak KM Arupadhatu 1 Dihentikan
Korban Tewas di Nepal jadi 1.403 Jiwa, 6.150 Masih Hilang
ADB Beri Pinjaman 650 Juta Dolar AS Dukung Reformasi Fiskal Indonesia
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 23:02 WIB

Sekjen PBB Serukan Deeskalasi di Timur Tengah dan Ukraina

Kamis, 17 September 2026 - 22:59 WIB

Tiongkok-Indonesia Bahas Teknologi Pelestarian Alam

Kamis, 17 September 2026 - 22:12 WIB

Veri Fardinalsyah Resmi Pimpin PBVSI  Mesuji

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WIB

Benchmarking Kemendes PDT di Yunnan 2026 Rampung

Kamis, 17 September 2026 - 21:50 WIB

Lampung Apresiasi Bantuan Menteri PKP pada Program RTLH

Berita Terbaru


SEKRETARIS Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres berbicara kepada awak media menjelang pekan tingkat tinggi Majelis Umum PBB tahun ini di markas besar PBB di New York pada 16 September 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Sekjen PBB Serukan Deeskalasi di Timur Tengah dan Ukraina

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:02 WIB


Foto yang diabadikan pada 15 September 2026 ini menunjukkan Bennasita Dyah Ramya, analis kebijakan dari Kementerian Pariwisata Indonesia, menyampaikan pidato dalam acara Seminar tentang Perlindungan dan Pengelolaan Situs Warisan Alam untuk Negara-Negara Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI), yang digelar di Huangshan, Provinsi Anhui, Tiongkok timur. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Tiongkok-Indonesia Bahas Teknologi Pelestarian Alam

Kamis, 17 Sep 2026 - 22:59 WIB

#indonesiaswasembada

Veri Fardinalsyah Resmi Pimpin PBVSI  Mesuji

Kamis, 17 Sep 2026 - 22:12 WIB


Upacara penutupan program Benchmarking Kepala Desa 2026 digelar di Universitas Yunnan Minzu di Kunming, Provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya. (Universitas Yunnan Minzu)

#indonesiaswasembada

Benchmarking Kemendes PDT di Yunnan 2026 Rampung

Kamis, 17 Sep 2026 - 22:07 WIB

#indonesiaswasembada

Lampung Apresiasi Bantuan Menteri PKP pada Program RTLH

Kamis, 17 Sep 2026 - 21:50 WIB