CHONGQING-Selama liburan Hari Nasional Tiongkok, sejumlah pasar rakyat di Chongqing ramai dikunjungi. Di sebuah kawasan komersial di pusat kota, sebuah stan yang menjual aksesori berbahan batik tradisional Indonesia dipadati para pelanggan. Pengelola stan tersebut memadukan teknik batik tradisional Indonesia dengan berbagai aksesori sehari-hari, seperti sapu tangan, sabuk kain, syal, ikat rambut, dan dasi, sehingga menarik banyak wisatawan untuk berkunjung dan berbelanja. Selama masa liburan tersebut, sebagian produk juga dikirim ke berbagai daerah, termasuk Provinsi Guangdong.
Pengelola stan tersebut bekerja sama dengan perajin tangan asal Indonesia untuk memadukan teknik tradisional dengan desain mereka sendiri, dan produk-produk tersebut mendapat sambutan yang positif di pasar Tiongkok.
Menurut pengelola stan tersebut, mereka telah menjalankan usaha kerajinan ini selama hampir dua tahun. Saat kali pertama mengikuti pasar rakyat, mereka sempat merasa gugup, tetapi perlahan membangun kepercayaan diri dan kemudian mengikuti berbagai pameran di Beijing, Shanghai, dan sejumlah kota lainnya. Selama liburan Hari Nasional Tiongkok tahun ini, mereka secara khusus datang ke Chongqing.
Perihal desain produk, mereka pada awalnya hanya mengumpulkan motif-motif tradisional di Indonesia. Namun, mereka kemudian beberapa kali menjalin kolaborasi dengan perajin Indonesia untuk menjajal berbagai teknik pewarnaan, mengubah warna, dan menggambar ulang motif, yang bertujuan memadukan kerajinan tradisional dengan bahasa desain modern. Jenis produk mereka juga berkembang dari awalnya hanya berupa kain lilit batik menjadi berbagai produk seperti kerudung, pita, tas, dan anting-anting.
“Kami tidak memproduksi kain biasa yang dicetak dengan mesin berkecepatan tinggi. Kami memilih untuk mengandalkan keterampilan tangan, dengan menggunakan metode kuno untuk mencanting, mewarnai, dan menjemur kain secara berulang,” ujar pengelola stan tersebut.
Dia mengatakan bahwa mereka tidak ingin sekadar meniru kembali tradisi, tetapi berharap kerajinan tradisional Indonesia tersebut, yang merupakan warisan budaya takbenda, dapat digunakan secara nyata oleh masyarakat Tiongkok dengan warna yang lebih cerah, motif yang lebih unik, dan cara yang lebih modern, sehingga kerajinan kuno ini dapat menyatu dengan gaya hidup dan keseharian konsumen.[]
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Jakarta
















