MENYAMBUT peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2026 mendatang, Persatuan Guru Ngaji Indonesia (PGNI) Wilayah Lampung menginisiasi road show bertajuk “Ngaji Kebangsaan” ke puluhan pondok pesantren dan madrasah di seluruh penjuru Bumi Ruwa Jurai.
Kegiatan yang dikemas hangat namun penuh makna ini dirancang untuk mengajak para santri meneladani kembali rekam jejak perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketua PGNI Lampung, Ustaz Mas Amiruddin, menyampaikan bahwa agenda ini menjadi ruang refleksi untuk membentengi generasi muda pesantren dari tantangan zaman, khususnya anomali pemikiran yang berpotensi merusak moderasi beragama.
“Hari Santri merupakan momen refleksi bagi kita semua agar santri tetap berada di garda terdepan dalam merawat kerukunan dan keutuhan bangsa. Kegiatan ini kami gelar untuk menyemarakkan Hari Santri sekaligus memperkuat nilai-nilai nasionalisme,” ujar Ustaz Mas Amiruddin, Selasa (6/10).
Menariknya, PGNI Lampung turut menggandeng Ken Setiawan, mantan tokoh kelompok radikal NII yang kini aktif memimpin NII Crisis Center sekaligus menjabat Kepala Bidang Pemuda dan Pendidikan FKPT Provinsi Lampung. Dialog interaktif ini dipandu oleh moderator dari Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, H. Amrullah Rofa’i.
Amiruddin tak menampik rasa prihatinnya atas fenomena oknum guru ngaji maupun oknum santri yang sempat terpapar ideologi ekstremisme hingga berurusan dengan aparat penegak hukum.Pengalaman hidup Ken Setiawan dihadirkan langsung agar para santri mendapat pemahaman utuh mengenai bahaya doktrinasi radikal.
Melalui perjalanan hidup Ken Setiawan, para santri diajak membedah korelasi mendalam antara syariat Islam dan Pancasila sebagai kesepakatan luhur berbangsa. Tak hanya diisi dengan diskusi dan doa bersama untuk keselamatan negeri, aksi sosial PGNI Lampung juga menyentuh kebutuhan mendasar para pendidik agama. Di setiap pesantren yang disinggahi, PGNI membagikan kacamata baca secara gratis kepada para guru ngaji sepuh yang mengalami gangguan penglihatan.
“Pembagian kacamata gratis ini khusus kami peruntukkan bagi para guru ngaji agar mereka dapat menjalankan aktivitas mengajar Al-Qur’an dan membaca kitab dengan lebih nyaman serta produktif,” tutup Amiruddin.
Safari Ngaji Kebangsaan ini dijadwalkan akan terus melintasi berbagai wilayah kabupaten dan kota se-Lampung hingga puncak peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober mendatang.[]
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Lampung


![Ken Setiawan mantan Tokoh NII Mengaji di Hari Santri [RA]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/10/Ken-Setiawan-mantan-Tokoh-NII-Mengaji-di-Hari-Santri.jpg)

![Ken Setiawan mantan Tokoh NII Mengaji di Hari Santri [RA]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/10/Ken-Setiawan-mantan-Tokoh-NII-Mengaji-di-Hari-Santri-225x129.jpg)
![BAKOM RI Syahganda Nainggolan pada acara serah terima jabatan. Jarak Negara-Masyarakat Harus Lebih Dekat [RA]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/10/BAKOM-RI-Syahganda-Nainggolan-225x129.jpg)



![Abah Lukman Pura saat Dilantik Sekdaprov Marindo mewakili Gubernur Lampung untuk Kembali Benahi RSUAM [LP]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/10/Abah-Lukman-Pura-saat-Dilantik-untuk-Pimpin-RSUAM-225x129.jpg)
![Ken Setiawan mantan Tokoh NII Mengaji di Hari Santri [RA]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/10/Ken-Setiawan-mantan-Tokoh-NII-Mengaji-di-Hari-Santri-129x85.jpg)
![BAKOM RI Syahganda Nainggolan pada acara serah terima jabatan. Jarak Negara-Masyarakat Harus Lebih Dekat [RA]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/10/BAKOM-RI-Syahganda-Nainggolan-129x85.jpg)




