Benny Utama Soroti Kesenjangan Personel dalam Pemberantasan Narkoba di Sumut

Jumat, 28 Maret 2025 | 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan – Anggota Komisi III DPR RI, Benny Utama, menyoroti pentingnya sinergisitas antara Kepolisian Daerah (Polda), Kejaksaan Tinggi (Kejati), dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dalam upaya pemberantasan narkoba di Sumatera Utara. Dalam kunjungan kerja Komisi III ke Medan, Sumatera Utara, pada Kamis (27/03/2025), Benny mengungkapkan kekhawatirannya terhadap jumlah personel yang tidak merata di berbagai daerah.

Menurut Benny, jumlah personel BNNP tertinggal jauh dibandingkan dengan institusi penegak hukum lainnya. Saat ini, di Sumatera Utara terdapat 29 Kepolisian Resor (Polres) dan 28 Kejaksaan Negeri (Kejari), namun hanya 15 Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK). Kesenjangan ini dinilai dapat menghambat efektivitas pemberantasan narkoba di provinsi yang rawan penyelundupan dan transaksi narkotika.

Baca Juga:  Kunjungi Rumah Duka Pelajar Tewas Tabrak Mobil Macet di Jalan, Begini Komitmen Satlantas Polres Mesuji Untuk Keluarga Almarhum 

“Saya mau menekankan pada organisasinya. Tadi saya dengar jumlah Polres di Sumatera Utara ada 29, Kejari ada 28. Biasanya di setiap ada Polres, di situ ada Kejari, tapi ini jadi pertanyaan. Ini juga berkaitan dengan struktur organisasi,” ujar Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Ia juga menegaskan bahwa idealnya setiap kabupaten/kota memiliki BNNK untuk memperkuat pengawasan dan penindakan kasus narkotika. “Ada 29 daerah kabupaten/kota yang memiliki Polres dan Kejari, tapi BNNK-nya baru 15. Saya yakin ini bisa dilakukan BNNP dan menjadi PR agar BNNK bisa terdapat di setiap kabupaten/kota. Apalagi kita tahu tingkat kejahatan narkotika di Sumatera Utara itu paling tinggi,” tambahnya.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Ajukan Dua Raperda, Tarif RS dan Penguatan Inovasi

Benny menyadari bahwa kendala utama dalam pembentukan BNNK di seluruh daerah adalah masalah kantor, personel, dan fasilitas pendukung lainnya. Namun, ia menekankan bahwa hal ini dapat diupayakan bersama demi meningkatkan efektivitas pemb


Penulis : Heri S


Editor : Hadi


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Ketegangan dengan Arab, Houthi Bantah Targetkan Makkah
Bimo E: Lampung Begawi 2026 Lebih Komprehensif
Deputi Gubernur BI: Penting Hilirisasi dan Investasi
Hadiri Siger Fest 2026, Mirza: 15 Tahun Pertumbuhan Ekonomi Dibawah Rata-rata Nasional
Indonesia-Malaysia Teken Kerja Sama Pembangunan Pedesaan
503 Mahasiswa Baru Dibekali Wawasan Kebangsaan, Teknologi, Literasi Keuangan dan Daya Saing Global
Pemprov-KPPU Komit Ciptakan Iklim Usaha Sehat dan Kompetitif
Hilangnya 5 Jurnalis, Komunitas Pers Senayan Optimis Selamat
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 23:35 WIB

Ketegangan dengan Arab, Houthi Bantah Targetkan Makkah

Jumat, 18 September 2026 - 22:47 WIB

Bimo E: Lampung Begawi 2026 Lebih Komprehensif

Jumat, 18 September 2026 - 22:44 WIB

Deputi Gubernur BI: Penting Hilirisasi dan Investasi

Jumat, 18 September 2026 - 22:41 WIB

Hadiri Siger Fest 2026, Mirza: 15 Tahun Pertumbuhan Ekonomi Dibawah Rata-rata Nasional

Jumat, 18 September 2026 - 22:28 WIB

Indonesia-Malaysia Teken Kerja Sama Pembangunan Pedesaan

Berita Terbaru

Peperangan di Yaman dan Houthi Yaman

#indonesiaswasembada

Ketegangan dengan Arab, Houthi Bantah Targetkan Makkah

Jumat, 18 Sep 2026 - 23:35 WIB

#indonesiaswasembada

Bimo E: Lampung Begawi 2026 Lebih Komprehensif

Jumat, 18 Sep 2026 - 22:47 WIB

Deputi Gubernur BI

#indonesiaswasembada

Deputi Gubernur BI: Penting Hilirisasi dan Investasi

Jumat, 18 Sep 2026 - 22:44 WIB

#indonesiaswasembada

Indonesia-Malaysia Teken Kerja Sama Pembangunan Pedesaan

Jumat, 18 Sep 2026 - 22:28 WIB