Lampung 2045 dan Ekonomi Rente

Jumat, 8 Mei 2026 | 07:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Catatan: Doel Remos

HILIRISASI di Lampung memang perlu dorongan lebih. Pemprov Lampung telah melakukan beberapa langkah, tapi sepertinya belum maksimal. UMKM kuat yang terbentuk dan bantuan yang diberikan, saya belum dapat data terbaru.

Pisang dan kelapa yang masih banyak di ekspor ke Jawa menunjukkan potensi besar yang belum tergarap. Mungkin perlu strategi pemasaran dan pengolahan yang lebih baik.

Potensi lain yang bisa jadi cuan soal sampah. Selain nyangkut tenaga kerja, keuntungan ekonomis lainnya adalah energi, pupuk dan juga barang olahan lainnya.

Baca Juga:  Gubernur Minta Karang Taruna Terus Rawat Kesetiakawanan dan Gotong Royong

Pengelolaan sampah di Lampung memang masih menjadi tantangan. Terlalu lama dalam tahap perencanaan dan kurangnya eksekusi membuat masalah semakin menumpuk.

Pemerintah perlu lebih proaktif dan terstruktur dalam mengelola sampah, mulai dari pemilahan, pengumpulan, hingga pengolahan. Campur tangan pemerintah sangat dibutuhkan untuk meningkatkan infrastruktur dan edukasi masyarakat.

Lain lagi olahan hasil pertanian. Pengolahan hasil pertanian tidak terlepas dan manajemen pengelolaan air. Sampai mana pengelolaan air di Lampung sudah baik?.

Baca Juga:  Warung 'Roekoen', Warisan Tionghoa Berusia Lebih dari Seabad

Pengelolaan air dan pertanian juga perlu ditingkatkan, seperti pemanfaatan teknologi untuk irigasi dan pengelolaan sumber daya air. Ini semua butuh keseriusan dan kepekaan  semua pihak. Gak lepas dari kebijakan Gubernur, Walikota dan Bupati se Lampung. Masih berfikir Rente-cari untung jangka pendek. Berhentilah, mari berfikir untuk Lampung lebih baik di 2045. Tabikpuun.


Penulis : Doel Remos


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Doel Remos dan Din Bacut

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!
Tiongkok-Indonesia Jajaki Kerjasama Kelautan
Indonesia dan Makau Bidik Kerja Sama
1 WNI Selamat, 1 Masih Hilang, Kapal Tunda Terbalik
Seni Dekatkan Peradaban Mesir dan Tiongkok
Polutan Akibat Karhutla Bahaya, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruang
Mediasi Tanah; Warga vs PT BTLA Berlangsung Alot
Masyarakat 8 Desa Minta HGU PT PAL Ditinjau Ulang

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 23:11 WIB

Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!

Rabu, 2 September 2026 - 23:04 WIB

Tiongkok-Indonesia Jajaki Kerjasama Kelautan

Rabu, 2 September 2026 - 22:57 WIB

Indonesia dan Makau Bidik Kerja Sama

Rabu, 2 September 2026 - 22:52 WIB

1 WNI Selamat, 1 Masih Hilang, Kapal Tunda Terbalik

Rabu, 2 September 2026 - 22:43 WIB

Seni Dekatkan Peradaban Mesir dan Tiongkok

Berita Terbaru

ilustrasi Berita Sikap Iran terhadap AS

#indonesiaswasembada

Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!

Rabu, 2 Sep 2026 - 23:11 WIB


Li Shujiang, insinyur senior setingkat profesor di Institut Oseanografi Pertama di bawah Kementerian Sumber Daya Alam Tiongkok, berbagi kisah dalam acara

#indonesiaswasembada

Tiongkok-Indonesia Jajaki Kerjasama Kelautan

Rabu, 2 Sep 2026 - 23:04 WIB

Ilustrasi Kerjasama Indonesia-Makau

#indonesiaswasembada

Indonesia dan Makau Bidik Kerja Sama

Rabu, 2 Sep 2026 - 22:57 WIB

Ilustrasi Kapal Tunda Terbalik di Korea

#indonesiaswasembada

1 WNI Selamat, 1 Masih Hilang, Kapal Tunda Terbalik

Rabu, 2 Sep 2026 - 22:52 WIB

Sejumlah wisatawan menunggang unta di kompleks Piramida Giza, Mesir, pada 9 April 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Seni Dekatkan Peradaban Mesir dan Tiongkok

Rabu, 2 Sep 2026 - 22:43 WIB