WNA Tahanan Imigrasi Kotabumi Diduga Terjatuh, Sempat Jalani Perawatan Medis

Kamis, 16 April 2026 | 20:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG UTARA – Seorang warga negara asing (WNA) yang tengah ditahan di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kotabumi dilaporkan sempat mengalami insiden terjatuh hingga harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

WNA berinisial SR asal Bangladesh tersebut diketahui sempat dibawa ke Rumah Sakit Handayani, Kabupaten Lampung Utara, pada Kamis (16/4/2026). Berdasarkan informasi dari tenaga medis, yang bersangkutan hanya menjalani perawatan jalan dan tidak sampai dirawat inap.

“Tidak sampai rawat inap, hanya berobat jalan saja. Ada luka ringan yang diduga akibat terjatuh,” ujar salah satu tenaga medis yang enggan disebutkan namanya.

Pihak rumah sakit membenarkan adanya penanganan medis terhadap WNA tersebut, namun enggan memberikan keterangan lebih lanjut terkait kondisi maupun rekam medis pasien dengan alasan kerahasiaan.

“Untuk rekam medis kami tidak bisa menyampaikan. Silakan konfirmasi ke bagian humas,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kantor Imigrasi Kotabumi belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.

Baca Juga:  Ngopi Kerukunan Jaga Harmoni Bandar Lampung

Sebelumnya, keberadaan SR di Kantor Imigrasi Kotabumi telah menjadi sorotan publik. Pasalnya, WNA asal Bangladesh tersebut diketahui telah ditahan melebihi batas waktu yang ditentukan dalam regulasi keimigrasian.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian serta Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2013 yang telah beberapa kali diubah, terakhir melalui PP Nomor 26 Tahun 2016 dan PP Nomor 51 Tahun 2020, WNA yang belum dapat dideportasi hanya dapat ditempatkan di ruang detensi imigrasi paling lama 30 hari.

Apabila dalam jangka waktu tersebut proses deportasi belum dapat dilaksanakan, maka yang bersangkutan seharusnya dipindahkan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim).

Namun, hingga kini SR masih berada di Kantor Imigrasi Kotabumi. Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait kepatuhan terhadap prosedur serta standar penanganan WNA oleh pihak berwenang.

Baca Juga:  Keren Festival Gerobak Sapi di Yogyakarta

Pihak Imigrasi sebelumnya mengakui adanya keterlambatan dalam proses deportasi. Kendala utama disebut karena belum terbitnya Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dari Kedutaan Besar Bangladesh.

“Secara prinsip kami masih menunggu dokumen SPLP. Informasi dari pusat, kemungkinan dalam waktu dekat akan terbit,” ujar Kasubsi Penindakan, Daddy Ramdhan.

Selain faktor administratif, keterlambatan juga dipengaruhi oleh momentum libur Hari Raya Idul Fitri serta keterbatasan respons dari pihak kedutaan.

Meski demikian, kondisi tersebut dinilai belum sepenuhnya menjawab alasan belum dilakukannya pemindahan ke Rumah Detensi Imigrasi setelah melewati batas waktu yang ditentukan.

Situasi ini menjadi catatan penting bagi evaluasi tata kelola penanganan warga negara asing di daerah, khususnya dalam memastikan kepatuhan terhadap regulasi serta perlindungan hak-hak dasar setiap individu dalam pengawasan keimigrasian.


Penulis : Rudi alfian


Editor : Desty


Sumber Berita : Lampung Utara

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Makam Berusia Lebih dari 4.000 Tahun Ditemukan di Saqqara, Mesir
Ternyata Rumput Laut Punya “Nilai Ganda”
Rombongan 5 Jurnalis Hilang Kontak Hendak Meliput Aktivitas GAK
Sisa Abu Anak Krakatau Masih Selimuti Sekolah, KBM Daring Lampung Selatan Diperpanjang hingga 10 September
Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Polres Mesuji Bersama Forkopimda Bagikan Masker Serentak di 16 Titik
DPRD dan Pemprov Lampung Sepakati Penarikan Raperda Perubahan Bentuk Hukum BPD
Peduli Dampak Kemarau Panjang, Polres Way Kanan Bantu Air Bersih kepada Warga
Pemprov Lampung Ajukan Perubahan APBD 2026, Anggaran Didorong Lebih Berdampak ke Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 23:05 WIB

Makam Berusia Lebih dari 4.000 Tahun Ditemukan di Saqqara, Mesir

Selasa, 8 September 2026 - 22:14 WIB

Ternyata Rumput Laut Punya “Nilai Ganda”

Selasa, 8 September 2026 - 20:19 WIB

Rombongan 5 Jurnalis Hilang Kontak Hendak Meliput Aktivitas GAK

Selasa, 8 September 2026 - 20:13 WIB

Sisa Abu Anak Krakatau Masih Selimuti Sekolah, KBM Daring Lampung Selatan Diperpanjang hingga 10 September

Selasa, 8 September 2026 - 20:00 WIB

Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Polres Mesuji Bersama Forkopimda Bagikan Masker Serentak di 16 Titik

Berita Terbaru

Ilustrasi Makam 4000 Tahun

#indonesiaswasembada

Makam Berusia Lebih dari 4.000 Tahun Ditemukan di Saqqara, Mesir

Selasa, 8 Sep 2026 - 23:05 WIB

#indonesiaswasembada

Ternyata Rumput Laut Punya “Nilai Ganda”

Selasa, 8 Sep 2026 - 22:14 WIB

#indonesiaswasembada

Rombongan 5 Jurnalis Hilang Kontak Hendak Meliput Aktivitas GAK

Selasa, 8 Sep 2026 - 20:19 WIB