
Atas kunjungan Subuh Kapolda ke Ponpes Riyadhus Sholihin, fikiran saya terus melayang kemana-mana. Semuanya bermula dari kata “Jika”. Jika pemimpin bangsa ini seperti ini (kebanyakan) maka tidak akan ada peristiwa aneh-aneh seperti kasus “Polisi Tembak Polisi”. Jika Kapolda kebanyakan seperti ini, kasus korupsi tuntas-uang negara lebih bermanfaat buat rakyat. Jika pemimpin bangsa seperti ini, APBD-N gak bocor kemana-kemana. Lalu lintas tertib, setor proyek dimana-mana gak bakalan menjadi rahasia umum namun tak berujung di pengadilan.
Berangkat dari ‘Jika” berakhir pada “berpengharapan”. Kunjungan Kapolda ke Ponpes yang notabene yatim piatu di dalamnya, saya hanya bisa berharap, kepemimpinan model Irjen. Pol. Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M. yang 23 September ini, genap berusia 55 tahun. Mulai ada progres kasus korupsi yang muncul dan diberkas. Akankah akan cepat ke meja persidangan?. Kita Tunggu!.
Kepemimpinan Irjen. Pol. Dr. Akhmad Wiyagus mudah-mudahan menjadi inspirasi buat Gubernur, Walikota, Bupati dan para pemimpin negeri ini. Rasanya gak salah jika berpengharapan seperti ini, karena Akhmad Wiyagus penerima Hoegeng Award 2022- polisi berintegritas. Kita tunggu coffee morning dan latihan menembaknya Jenderal!. Tabik!!
Ketua JMSI Lampung
1 2
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
Halaman : 1 2
















