Rute Internasional Lampung–Kuala Lumpur Dibuka, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah

Kamis, 12 Februari 2026 | 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Selatan — Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela meresmikan penerbangan perdana (inaugural flight) rute internasional Lampung–Kuala Lumpur di Bandara Internasional Radin Inten II, Kamis (12/2/2026). Peresmian ini menandai kembali beroperasinya status internasional bandara tersebut setelah sebelumnya sempat tidak melayani penerbangan luar negeri.

Wagub Jihan Nurlela mengatakan, pembukaan rute ini menjadi momentum kebangkitan Bandara Radin Inten II sekaligus langkah strategis memperkuat konektivitas Lampung dengan dunia internasional. Menurutnya, rute Kuala Lumpur dipilih sebagai pintu awal untuk mendorong pembukaan rute internasional lainnya.

“Hari ini menjadi momentum bangkitnya kembali Bandara Radin Inten. Penerbangan Lampung–Kuala Lumpur ini adalah langkah strategis awal yang akan menjadi stimulus bagi pengembangan rute internasional lainnya,” ujar Wagub.

Wagub menjelaskan, penerbangan internasional tidak hanya berdampak pada sektor komersial dan bisnis, tetapi juga membuka peluang besar bagi pelayanan ibadah umrah. Setiap tahun, sekitar 24.000 jemaah umrah asal Lampung masih harus terbang melalui Jakarta untuk melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.

Dengan adanya penerbangan internasional langsung dari Lampung, pemerintah berharap biaya dan waktu perjalanan masyarakat dapat ditekan. “ni soal efisiensi biaya dan kemudahan akses bagi masyarakat,” ucap Wagub.

Selain itu, terdapat sekitar 8.000–8.600 pekerja migran asal Lampung di Malaysia. Jika seluruhnya dapat memanfaatkan penerbangan langsung ke Lampung, potensi penghematan biaya perjalanan diperkirakan mencapai Rp 16 miliar per tahun, dengan asumsi penghematan rata-rata Rp 2 juta per orang untuk perjalanan pulang-pergi.

Baca Juga:  Riyono Ingatkan Ancaman Karhutla Bisa Memuncak pada 2027, Minta Mitigasi Sejak Dini

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo menyampaikan, kembalinya status internasional Bandara Radin Inten II ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 37 Tahun 2025 tentang Penetapan Status Bandara Udara Internasional. Status tersebut diperkuat dengan sejumlah rekomendasi dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Pertahanan.

“Secara administrasi seluruh persyaratan telah terpenuhi sebelum 8 Februari 2026, sehingga hari ini kita dapat melaksanakan penerbangan perdana internasional,” ujar Bambang.

Ia menambahkan, penerbangan perdana ini masih bersifat carter dan direncanakan menjadi penerbangan reguler dua kali sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis. Pemerintah menargetkan layanan reguler sudah berjalan sebelum Lebaran 2026.

Bambang juga menegaskan, penyelenggaraan penerbangan perdana tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Penerbangan carter tersebut didukung oleh investor swasta, PT Bara, sebagai bentuk kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.

Dari sisi operator bandara, CEO Regional III PT Angkasa Pura Indonesia Dwi Ananda Wicaksana menyebut Lampung merupakan bandara dengan trafik terbesar keempat di wilayah Sumatera dalam lingkup Region 3 Angkasa Pura, setelah Pekanbaru, Palembang, dan Padang.

Menurutnya, Kuala Lumpur menjadi salah satu rute internasional dengan trafik tinggi di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, pembukaan rute ini dinilai memiliki potensi demand yang kuat, baik untuk pariwisata, investasi, maupun mobilitas masyarakat.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Gelar Shalat Istisqa, Gubernur Mirza Ajak Masyarakat Perkuat Ikhtiar Hadapi Kemarau

“Kami siap mendukung dari sisi fasilitas, personel, serta pelayanan internasional. Jika demand terbukti kuat, tentu akan menjadi dasar untuk membuka rute reguler dan menarik maskapai lain,” ujar Dwi Ananda.

Sementara itu, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah I Putu Eka Cahyadi menambahkan, Kementerian Perhubungan sebagai regulator memastikan kesiapan aspek keselamatan, keamanan, dan pemenuhan regulasi bandara internasional. Namun, keberlanjutan rute sangat bergantung pada permintaan pasar.

“nfrastruktur harus sejalan dengan penguatan demand. Kami siap mendukung, tetapi penggunaan oleh masyarakat menjadi kunci agar rute ini berkelanjutan,” ujar Putu.

Provinsi Lampung sendiri memiliki jumlah penduduk sekitar 9,5 juta jiwa dan kuota haji sebanyak 5.827 orang dengan masa tunggu mencapai 26 tahun. Pemerintah daerah menargetkan ke depan Bandara Radin Inten II dapat berkembang menjadi embarkasi haji penuh.

Dengan dibukanya kembali penerbangan internasional, Pemerintah Provinsi Lampung berharap konektivitas global meningkat, sektor pariwisata dan ekonomi terdongkrak, serta posisi Lampung sebagai salah satu destinasi teramai di Sumatera semakin menguat.


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : Pemprov Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Lampung Begawi, Seriusi, Jangan Ditelan Bumi
Lampung Menuju Hilirisasi Komoditas Jadi Nilai Tambah
Gelaran Budaya, 35 Tahun Hubungan Tiongkok-Brunei
Houthi Serang Riyadh, Arab Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik
Laka Lantas di Tol Terpeka KM 246, 1 Korban Meninggal Dunia
Menhut Tinjau Proyek Mitigasi Interaksi Gajah di TNWK
Sikap AS Jadi Penentu Iran Keluar-Masuk Perjanjian Nuklir
Porprov 2026, FORKI Lampura Optimis Borong 17 Emas

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 07:19 WIB

Lampung Begawi, Seriusi, Jangan Ditelan Bumi

Senin, 21 September 2026 - 07:08 WIB

Lampung Menuju Hilirisasi Komoditas Jadi Nilai Tambah

Minggu, 20 September 2026 - 23:15 WIB

Gelaran Budaya, 35 Tahun Hubungan Tiongkok-Brunei

Minggu, 20 September 2026 - 23:00 WIB

Houthi Serang Riyadh, Arab Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik

Minggu, 20 September 2026 - 22:36 WIB

Laka Lantas di Tol Terpeka KM 246, 1 Korban Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Lampung yang Seriwing-seriwing kedepan liwat Lampung Begawi [Pl]

#indonesiaswasembada

Lampung Begawi, Seriusi, Jangan Ditelan Bumi

Senin, 21 Sep 2026 - 07:19 WIB

Sekdaprov Lampung Marindo saat menutup Lampung Begawi 2026 [Pl]

#indonesiaswasembada

Lampung Menuju Hilirisasi Komoditas Jadi Nilai Tambah

Senin, 21 Sep 2026 - 07:08 WIB

Para seniman tampil dalam sebuah pertunjukan budaya untuk memperingati 35 tahun hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Brunei di Bandar Seri Begawan, Brunei, pada 18 September 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Gelaran Budaya, 35 Tahun Hubungan Tiongkok-Brunei

Minggu, 20 Sep 2026 - 23:15 WIB

Tangkapan layar dari sebuah video pada 6 Maret 2024 ini memperlihatkan juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, sedang menyampaikan pernyataan di Sanaa, Yaman. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Houthi Serang Riyadh, Arab Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik

Minggu, 20 Sep 2026 - 23:00 WIB

#indonesiaswasembada

Laka Lantas di Tol Terpeka KM 246, 1 Korban Meninggal Dunia

Minggu, 20 Sep 2026 - 22:36 WIB