Wisata Lampung Perlu Bedak Viva

Kamis, 7 Mei 2026 | 08:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Catatan Doel Remos

WISATA di Lampung memang masih banyak tantangannya. Jalan yang jelek, hotel yang kurang memadai, dan kurangnya promosi membuat wisatawan kurang tertarik. Plus, faktor budaya yang belum terbuka membuat wisata kurang berkembang.

Semangat ambil untung besar di pasar wisata juga gak membantu. Budaya lokal jadi komoditas yang laik untuk dijual, tapi gak lestari. Pengetahuan tentang wisata Lampung juga kurang disebarluaskan.

Tapi, bukan berarti gak bisa bangkit! Lampung punya potensi alam dan budaya yang luar biasa. Butuh kerja sama semua pihak untuk promosi, infrastruktur, dan pelatihan masyarakat lokal.

Baca Juga:  Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Terima Dubes Palestina Abdalfatah A.K. Alsattari, Bicara Kerja Sama Bidang Pendidikan, Ekonomi, dan kemanusiaan

Pasar Harus Dibuka

Outlet penjualan makanan tradisional, tari, dan seni tradisional di setiap hotel bisa jadi cara efektif membangkitkan ekonomi UMKM lokal.

Pemerintah bisa memberikan insentif buat hotel yang mau bekerja sama dengan UMKM lokal. Agenda wisata tahunan yang lebih menarik dan terstruktur juga bisa jadi branding mark buat Lampung.

Dengan begitu, wisatawan bisa lebih mengenal dan menikmati kekayaan budaya Lampung, sambil membantu ekonomi lokal.

Baca Juga:  Perputaran Dana Judol Capai 1000 Triliun Lebih, Pemerintah dan Platform Media Sosial Wajib Biayai Rehabilitasi

Tol Bakter jadi akses utama buat wisatawan ke destinasi di Lampung. Khususnya dari Sumatra Bagin Selatan. Dengan adanya tol, akses ke pasar wisata jadi lebih cepat dan mudah.

Butuh banyak bedak Viva untuk memperbaiki Pariwisata Lampung.  Semua, berpulang pada political will penguasa. Mau lebih baik atau dibuat-buat saja jadi baik! Tabik.


Penulis : Doel Remos


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Doel Remos

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

BPN Mesuji Tinjau Lokasi PT Jinye Wood Industry Bersama Tim Pertimbangan Teknis Pertanahan
Dugaan Kegiatan Fiktif Disparbud Lampung Utara Mencuat, Oknum Kasubbag Disebut Kuasai Pengelolaan Anggaran
Catat, Ini Syarat Bedah Rumah ala Kementerian PKP 2026
Kementerian PKP, Dukung Lingkungan Hijau, Satu Rumah Satu Pohon
SPMB SMA/SMK Gak Ada “Titip-Titipan” Apalagi Sogok Menyogok
PP IPPNU Rapimnas di Lampung, Wagub: Pemprov Siap Fasilitasi
Lampung 2045 dan Ekonomi Rente
Konflik Agraria TNI AU-Masyarakat Bakung, Ini Kesepakatan Masyarakat 3 Kampung dan Pemerintah

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:56 WIB

BPN Mesuji Tinjau Lokasi PT Jinye Wood Industry Bersama Tim Pertimbangan Teknis Pertanahan

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:58 WIB

Dugaan Kegiatan Fiktif Disparbud Lampung Utara Mencuat, Oknum Kasubbag Disebut Kuasai Pengelolaan Anggaran

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:42 WIB

Catat, Ini Syarat Bedah Rumah ala Kementerian PKP 2026

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:30 WIB

Kementerian PKP, Dukung Lingkungan Hijau, Satu Rumah Satu Pohon

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:48 WIB

SPMB SMA/SMK Gak Ada “Titip-Titipan” Apalagi Sogok Menyogok

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Catat, Ini Syarat Bedah Rumah ala Kementerian PKP 2026

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:42 WIB

#indonesiaswasembada

Kementerian PKP, Dukung Lingkungan Hijau, Satu Rumah Satu Pohon

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:30 WIB

#indonesiaswasembada

SPMB SMA/SMK Gak Ada “Titip-Titipan” Apalagi Sogok Menyogok

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:48 WIB