Catatan Doel Remos
WISATA di Lampung memang masih banyak tantangannya. Jalan yang jelek, hotel yang kurang memadai, dan kurangnya promosi membuat wisatawan kurang tertarik. Plus, faktor budaya yang belum terbuka membuat wisata kurang berkembang.
Semangat ambil untung besar di pasar wisata juga gak membantu. Budaya lokal jadi komoditas yang laik untuk dijual, tapi gak lestari. Pengetahuan tentang wisata Lampung juga kurang disebarluaskan.
Tapi, bukan berarti gak bisa bangkit! Lampung punya potensi alam dan budaya yang luar biasa. Butuh kerja sama semua pihak untuk promosi, infrastruktur, dan pelatihan masyarakat lokal.
Pasar Harus Dibuka
Outlet penjualan makanan tradisional, tari, dan seni tradisional di setiap hotel bisa jadi cara efektif membangkitkan ekonomi UMKM lokal.
Pemerintah bisa memberikan insentif buat hotel yang mau bekerja sama dengan UMKM lokal. Agenda wisata tahunan yang lebih menarik dan terstruktur juga bisa jadi branding mark buat Lampung.
Dengan begitu, wisatawan bisa lebih mengenal dan menikmati kekayaan budaya Lampung, sambil membantu ekonomi lokal.
Tol Bakter jadi akses utama buat wisatawan ke destinasi di Lampung. Khususnya dari Sumatra Bagin Selatan. Dengan adanya tol, akses ke pasar wisata jadi lebih cepat dan mudah.
Butuh banyak bedak Viva untuk memperbaiki Pariwisata Lampung. Semua, berpulang pada political will penguasa. Mau lebih baik atau dibuat-buat saja jadi baik! Tabik.
Penulis : Doel Remos
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Doel Remos

















