Gubernur Mirza Groundbreaking Ruas Jalan Brabasan–Wiralaga

Kamis, 7 Mei 2026 | 05:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MESUJI – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melakukan groundbreaking ruas jalan Brabasan–Wiralaga di Desa Sido Mulyo, Kecamatan Mesuji, Rabu (6/5/2026).

Pembangunan jalan ini untuk memperkuat konektivitas antara Lampung dan Sumatera Selatan dan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan secara lebih merata.

Gubernur Mirza menegaskan ruas jalan tersebut memiliki posisi strategis karena menjadi pintu masuk dari wilayah Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), menuju Provinsi Lampung.

“Ini jalan yang paling ujung di Provinsi Lampung. Jadi begitu orang masuk Lampung, kesannya harus langsung terasa, jalannya sudah bagus,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kualitas infrastruktur di wilayah perbatasan harus menjadi etalase bagi Provinsi Lampung.

Karena itu, ia meminta kontraktor menjadikan proyek ini sebagai pekerjaan terbaik sepanjang pengalaman mereka.

Bahkan, Gubernur Mirza menekankan kualitas jalan harus mampu bertahan minimal 15 tahun mengingat tingginya beban kendaraan angkutan hasil perkebunan seperti sawit, karet, dan singkong yang melintas di kawasan tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan jalan tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan menjawab kebutuhan riil masyarakat yang telah lama menantikan akses jalan yang layak.

“Minimal satu kali pembangunan harus bertahan 15 tahun. Mobil apa pun yang lewat harus kuat, karena di sini kendaraan besar semua,” tegasnya.

Baca Juga:  Mardani Ali Sera: Penghapusan Guru Honorer Tak Boleh Berujung PHK Massal

Lebih jauh, Gubernur Mirza menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk tidak meninggalkan wilayah yang secara geografis jauh dari pusat pemerintahan.

Ia berpendapat pembangunan infrastruktur tidak boleh terpusat di wilayah perkotaan saja, dimana meskipun Mesuji berjarak jauh dari Bandar Lampung, harus tetap menjadi prioritas.

“Kita ingin pembangunan di Provinsi Lampung merata. Mesuji memang jauh, tapi tidak boleh jauh dari pembangunan,” tegasnya.

Gubernur Mirza berharap pembangunan ruas jalan Brabasan–Wiralaga dapat menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi kawasan, terutama dalam memperkuat konektivitas antara Lampung dan Sumatera Selatan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung M. Taufiqullah menjelaskan bahwa ruas Brabasan–Wiralaga memiliki panjang total sekitar 29,443 kilometer, dengan penanganan efektif tahun ini sepanjang 8,825 kilometer.

Proyek ini menggunakan konstruksi rigid pavement (beton) dengan nilai kontrak sebesar Rp100 miliar.

Lebar jalan juga ditingkatkan dari sebelumnya sekitar 5 meter menjadi 8,4 meter.

“Dari total panjang 29 kilometer, kerusakan yang ditangani sekitar 8,6 kilometer. Tahun ini kita kerjakan 8,8 kilometer, jadi lebih dari kebutuhan kerusakan yang ada,” ungkapnya.

Baca Juga:  Lampung Perkuat Ketahanan Wilayah Hadapi Ancaman Multidimensi

Ia menambahkan pembangunan ditargetkan rampung dalam 240 hari kalender, namun diupayakan dapat selesai lebih cepat, yakni pada September 2026.

Dengan perbaikan tersebut, tingkat kemantapan jalan di ruas tersebut diharapkan mencapai 100 persen pada akhir tahun.

Secara keseluruhan, Kabupaten Mesuji memiliki dua ruas jalan provinsi dengan total panjang 41,045 kilometer dan tingkat kemantapan saat ini mencapai 78,99 persen.

Bupati Mesuji Elfianah menyambut baik dimulainya pembangunan tersebut.

Ia menyebut proyek ini sebagai harapan baru bagi masyarakat Mesuji yang telah lama menantikan perbaikan akses jalan utama.

“Pembangunan jalan ini membawa masa depan dan harapan bagi masyarakat kami. Ini bukan hanya soal akses, tetapi juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi, pendidikan, hingga UMKM,” ujarnya.

Ia berharap, pembangunan infrastruktur jalan dapat diikuti dengan program pembangunan lainnya di sektor pertanian, perkebunan, dan pemberdayaan desa.

Ruas Brabasan–Wiralaga sendiri merupakan jalur vital yang menghubungkan pusat-pusat produksi di Mesuji, yang didominasi oleh perkebunan kelapa sawit, serta menjadi akses utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antarprovinsi.[]


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Lampung Adpim

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Puan : Kehadiran Presiden Prabowo Tegaskan RAPBN 2027 Diarahkan Sebesar-besarnya Untuk Rakyat
Anies Jadi Penasehat Kerajaan Arab Saudi
Peduli Lansia Kurang Mampu, Ketua Bhayangkari Gelar Baksos di Desa Budi Aji
Kunker ke Mapolsek Simpang Pematang, Kapolres Tekankan Jaga Sinergitas Polri dan Bhayangkari
Marindo Kurniawan Kunjungi Ombudsman RI Lampung, Bahas Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Konstituen Dewan Pers di Lampung Siap Sukseskan HPN 2027
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Apresiasi UNHAN KKDN di Lampung
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Terima Rektor Unhan RI

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:46 WIB

Puan : Kehadiran Presiden Prabowo Tegaskan RAPBN 2027 Diarahkan Sebesar-besarnya Untuk Rakyat

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:14 WIB

Anies Jadi Penasehat Kerajaan Arab Saudi

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:04 WIB

Peduli Lansia Kurang Mampu, Ketua Bhayangkari Gelar Baksos di Desa Budi Aji

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:00 WIB

Kunker ke Mapolsek Simpang Pematang, Kapolres Tekankan Jaga Sinergitas Polri dan Bhayangkari

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:15 WIB

Marindo Kurniawan Kunjungi Ombudsman RI Lampung, Bahas Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Anies Jadi Penasehat Kerajaan Arab Saudi

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:14 WIB

#indonesiaswasembada

Peduli Lansia Kurang Mampu, Ketua Bhayangkari Gelar Baksos di Desa Budi Aji

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:04 WIB