RAMALLAH-Sejumlah warga Palestina terluka dalam bentrokan yang melibatkan warga Palestina, pasukan Israel, dan para pemukim Israel di Tepi Barat pada Selasa (13/10), menurut sejumlah sumber Palestina. Beberapa sumber keamanan Palestina dan lokal mengatakan, pasukan Israel menyerbu Kompleks Medis Palestina di Ramallah, menempatkan sejumlah penembak jitu di sekitar gerbangnya, dan mencegah orang untuk keluar-masuk.
Pasukan Israel yang didampingi dua unit derek juga melakukan penyerbuan di Kota al-Bireh, kawasan al-Tira, dan Kota Sarda di sebelah utara Ramallah, demikian menurut para sumber tersebut. Mereka berpatroli di jalan-jalan sambil menembakkan peluru tajam, peluru berlapis karet, dan tabung gas air mata, serta menargetkan para jurnalis di wilayah tersebut.
Kementerian Kesehatan Palestina dalam sebuah pernyataan singkat mengatakan dua orang luka-luka akibat tembakan peluru tajam dalam apa yang mereka gambarkan sebagai operasi militer Israel di Ramallah dan al-Bireh. Salah satu korban tersebut dalam kondisi kritis. Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan timnya merawat dua orang, dan dua jurnalis juga luka-luka.
Selain itu, pasukan Israel dilaporkan menyerbu markas Addameer, sebuah asosiasi dukungan tahanan dan hak asasi manusia Palestina, serta menyita peralatan dan berkas-berkas, menurut sejumlah narasumber lokal dan keamanan. Pihak militer Israel belum mengomentari soal insiden-insiden tersebut.
Sementara itu, para pemukim Israel semakin gencar melakukan serangan terhadap warga Palestina dan harta benda mereka di beberapa wilayah di Tepi Barat. Salah al-Khawaja, direktur kantor Komisi untuk Menolak Tembok dan Permukiman yang berada di bawah naungan Organisasi Pembebasan Palestina di wilayah tengah Tepi Barat, mengatakan sekelompok pemukim menerima pelatihan untuk menyerbu desa dan kota, membakar harta benda warga, serta menyerang warga dengan pisau dan senjata api.
Al-Khawaja mengatakan, sekitar 300.000 pemukim bersenjata tinggal di Tepi Barat, meningkatkan risiko yang dihadapi warga Palestina, terutama para petani selama musim panen zaitun.
Dia menambahkan serangan-serangan tersebut bertujuan untuk merebut tanah, sumber daya air, dan kawasan penggembalaan, memberlakukan pembatasan lebih lanjut terhadap komunitas Palestina, serta mendorong rencana untuk memaksa warga mengungsi dan memperluas kendali pemukiman.Lebih dari setengah juta pemukim Israel tinggal di Tepi Barat, yang berada di bawah pendudukan Israel sejak 1967, berdampingan dengan sekitar 3,4 juta warga Palestina.[]
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Jakarta













