Wabah Ebola Serang Kongo, 330 Anak Meninggal

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 03:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 23 Juni 2026 ini menunjukkan sebuah area pemakaman di dekat Bunia, Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo. (Xin)

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 23 Juni 2026 ini menunjukkan sebuah area pemakaman di dekat Bunia, Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo. (Xin)

KINSHASA- Wabah Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo telah merenggut nyawa 330 anak dan menyebabkan gangguan serius terhadap layanan kesehatan esensial di Provinsi Ituri yang menjadi wilayah paling terdampak, kata Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) pada Kamis (6/8).

Hingga 2 Agustus, RD Kongo mencatat 743 kasus terkonfirmasi Ebola pada anak-anak berusia 17 tahun ke bawah, termasuk 330 kematian, menurut pernyataan UNICEF.

“Meskipun anak-anak mencakup hampir satu dari empat kasus terkonfirmasi, mereka menyumbang hampir satu dari tiga kematian. Anak-anak berusia di bawah lima tahun menjadi kelompok yang paling terdampak, dengan tingkat kematian kasus lebih dari dua kali lipat dibandingkan orang dewasa,” kata organisasi tersebut.

Baca Juga:  Purnama Wulan Dorong Desa Tapis Muara Tenang Jadi Desa Percontohan di Mesuji

Menurut UNICEF, wabah tersebut juga menyebabkan penurunan tajam dalam cakupan imunisasi anak, layanan kesehatan ibu, serta layanan kesehatan esensial lainnya, karena kekhawatiran terhadap risiko penularan serta terganggunya fasilitas kesehatan membuat keluarga enggan mengakses layanan kesehatan.

“Wabah Ebola sangat mengganggu seluruh sistem kesehatan, dengan konsekuensi yang tidak terelakkan terhadap penanganan kasus malaria, diare, dan penyakit lain yang dapat diobati dan merupakan penyebab utama kematian pada anak-anak,” kata John Agbor, perwakilan UNICEF di RD Kongo.

Baca Juga:  Banjir Bandang Grand Canyon AS, 20 Orang Hilang

Lembaga kemanusiaan medis internasional Doctors Without Borders pada Rabu (5/8) memperingatkan bahwa situasi di RD Kongo bagian timur “lebih kritis dari sebelumnya,” dengan penyebaran penyakit yang berlangsung pada tingkat yang mengkhawatirkan dan belum pernah terjadi sebelumnya, serta “tidak menunjukkan tanda-tanda akan melambat.”

Hingga Selasa (4/8), RD Kongo melaporkan 3.973 kasus terkonfirmasi Ebola, termasuk 1.801 kematian, sejak wabah tersebut diumumkan pada 15 Mei 2026.

 


Penulis : Desty E


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta-Xinhua

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Putin-Salman Sepakat Diplomasi Jalan Keluar dari Krisis Timur Tengah
Sinergi dan Kolaborasi GTRA Mesuji, Perkuat Komitmen Reforma Agraria
Jasad ABK Arupadhatu 1 Terindentifikasi, PFI Minta Pencarian Dibuka Lagi
Gubernur Lampung Dorong Unila Jadi Motor Hilirisasi
Kemdiktisaintek Kaji Biaya Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi
BMKG Prediksi awal Musim Hujan Bulan November Lebih Lambat
Wamenaker Minta Peserta MagangHub Siap Hadapi Dunia Kerja
AS Pening, Rudal Iran Tiba 13′-15′ ke Israel dengan Jarak 1.700 Km

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 21:39 WIB

Putin-Salman Sepakat Diplomasi Jalan Keluar dari Krisis Timur Tengah

Rabu, 23 September 2026 - 18:22 WIB

Sinergi dan Kolaborasi GTRA Mesuji, Perkuat Komitmen Reforma Agraria

Rabu, 23 September 2026 - 16:14 WIB

Jasad ABK Arupadhatu 1 Terindentifikasi, PFI Minta Pencarian Dibuka Lagi

Rabu, 23 September 2026 - 14:39 WIB

Gubernur Lampung Dorong Unila Jadi Motor Hilirisasi

Rabu, 23 September 2026 - 12:56 WIB

Kemdiktisaintek Kaji Biaya Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Sinergi dan Kolaborasi GTRA Mesuji, Perkuat Komitmen Reforma Agraria

Rabu, 23 Sep 2026 - 18:22 WIB

#indonesiaswasembada

Jasad ABK Arupadhatu 1 Terindentifikasi, PFI Minta Pencarian Dibuka Lagi

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:14 WIB

#indonesiaswasembada

Gubernur Lampung Dorong Unila Jadi Motor Hilirisasi

Rabu, 23 Sep 2026 - 14:39 WIB

#indonesiaswasembada

Kemdiktisaintek Kaji Biaya Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi

Rabu, 23 Sep 2026 - 12:56 WIB