Kemdiktisaintek Kaji Biaya Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi

Rabu, 23 September 2026 | 12:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tengah menghitung kebutuhan pembiayaan untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pendidikan gratis hingga jenjang perguruan tinggi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan, pemerintah telah melakukan kajian mengenai standar kebutuhan pembiayaan mahasiswa di seluruh perguruan tinggi negeri (PTN).

“Bapak Presiden sebenarnya pernah memerintahkan kami beberapa waktu lalu untuk melakukan kajian mengenai hal ini. Kami sudah mulai menghitung juga bagaimana kebutuhan yang standar per mahasiswa untuk seluruh PTN. Kita sudah kalkulasi,” kata Brian dalam keterangan di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Selain menghitung kebutuhan biaya per mahasiswa, Kemdiktisaintek tengah memetakan kondisi masing-masing PTN. Pemetaan mencakup kebutuhan setiap perguruan tinggi serta jumlah mahasiswa yang menempuh pendidikan.

Hasil penghitungan dan pemetaan tersebut nantinya akan dilaporkan kepada presiden sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan skema dan tahapan implementasi kebijakan pendidikan gratis hingga perguruan tinggi.

Baca Juga:  Polutan Akibat Karhutla Bahaya, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruang

Brian mengatakan, pemerintah akan melihat kemungkinan penerapan kebijakan tersebut secara menyeluruh ataupun melalui tahapan tertentu.

Apabila seluruh prasyarat dinilai memungkinkan, pemerintah akan mempertimbangkan penerapan kebijakan secara langsung. Namun, apabila masih diperlukan penyesuaian, skema penerapan secara bertahap juga tengah disiapkan.

“Nanti tentu pada kesempatan pertama kami akan melaporkan kepada Bapak Presiden hitungan-hitungan kebutuhan untuk dapat menggratiskan seluruh PTN. Barangkali tentu juga kita akan melihat penahapannya seperti apa, jika memang dapat langsung baik, tetapi jika belum memadai atau belum memungkinkan kami juga akan membuat tahapan-tahapannya pada 2027 bagaimana, 2028, hingga 2029. Ini yang sedang kami lakukan,” ujar Brian.

Menurut Brian, penghitungan masih berlangsung untuk memastikan kebijakan yang disiapkan pemerintah memiliki basis data yang memadai. Pemetaan tersebut mencakup kebutuhan setiap kampus dan jumlah mahasiswa. Dengan demikian, kebutuhan pembiayaan pendidikan dapat dihitung secara lebih komprehensif.

Baca Juga:  Lampung Menuju Hilirisasi Komoditas Jadi Nilai Tambah

Brian mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Kemdiktisaintek menerjemahkan arahan presiden mengenai perluasan akses pendidikan tinggi ke dalam kebijakan yang terukur. Pemerintah tidak hanya mempertimbangkan biaya pendidikan mahasiswa, tetapi juga keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan di seluruh PTN.

Dalam upaya memperluas akses pendidikan tinggi, Kemdiktisaintek juga terus mengevaluasi berbagai instrumen dukungan pendidikan yang telah berjalan, termasuk Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah). Berbagai opsi akan dikaji untuk memastikan masyarakat, khususnya kelompok ekonomi tidak mampu, tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Intinya, kita ingin optimal dan kita ingin memastikan akses perguruan tinggi itu semuanya bisa diikuti oleh mereka-mereka yang memang tidak mampu,” pungkas Brian.(*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty Efriyani


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

BMKG Prediksi awal Musim Hujan Bulan November Lebih Lambat
Wamenaker Minta Peserta MagangHub Siap Hadapi Dunia Kerja
Indonesia Lirik Kolaborasi Pengobatan Modern dan Tradisional China
AS Pening, Rudal Iran Tiba 13′-15′ ke Israel dengan Jarak 1.700 Km
Disebut Trump ‘Negara Gagal’, Kuba WO dari Sidang PBB
JMSI Lampung Terima Anugerah Unila Be Strong 2026
Dilarang Liputan di Gedung Putih, CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Trump
Polres Mesuji Laksanakan Patroli Sambang, di Tenda Warga Pendudukan Lahan PT PAL

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 12:56 WIB

Kemdiktisaintek Kaji Biaya Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi

Rabu, 23 September 2026 - 12:49 WIB

BMKG Prediksi awal Musim Hujan Bulan November Lebih Lambat

Rabu, 23 September 2026 - 12:33 WIB

Wamenaker Minta Peserta MagangHub Siap Hadapi Dunia Kerja

Rabu, 23 September 2026 - 10:42 WIB

Indonesia Lirik Kolaborasi Pengobatan Modern dan Tradisional China

Rabu, 23 September 2026 - 10:33 WIB

AS Pening, Rudal Iran Tiba 13′-15′ ke Israel dengan Jarak 1.700 Km

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Kemdiktisaintek Kaji Biaya Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi

Rabu, 23 Sep 2026 - 12:56 WIB

#indonesiaswasembada

BMKG Prediksi awal Musim Hujan Bulan November Lebih Lambat

Rabu, 23 Sep 2026 - 12:49 WIB

#indonesiaswasembada

Wamenaker Minta Peserta MagangHub Siap Hadapi Dunia Kerja

Rabu, 23 Sep 2026 - 12:33 WIB


Jejak cahaya terlihat di atas Yerusalem saat terjadi serangan rudal yang dilancarkan Iran ke Israel pada 13 Juni 2025. Jarak Iran-Israel, Rata-rata yang dipakai militer: kisaran 1.300 - 1.500 km, beberapa sumber menyebut 1.300 - 1.770 km. Tiba di Israel sampai 13-15 Menit (Xinhua)

#indonesiaswasembada

AS Pening, Rudal Iran Tiba 13′-15′ ke Israel dengan Jarak 1.700 Km

Rabu, 23 Sep 2026 - 10:33 WIB