USS Abraham Lincoln ‘Oleng’, AS Kerahkan Kapal Induk Baru ke Timur Tengah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 23:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto yang diabadikan pada 18 Juni 2023 ini memperlihatkan pemandangan Selat Malaka sebagaimana terlihat dari Malaka, Malaysia. (Xin)

Foto yang diabadikan pada 18 Juni 2023 ini memperlihatkan pemandangan Selat Malaka sebagaimana terlihat dari Malaka, Malaysia. (Xin)

WASHINGTON-Militer Amerika Serikat (AS) mengirim kapal induk baru ke Timur Tengah untuk menggantikan USS Abraham Lincoln, yang telah dikerahkan selama lebih dari 250 hari untuk mendukung perang melawan Iran, demikian dilaporkan media AS mengutip keterangan sejumlah pejabat.

USS George Washington, “kapal induk garis depan utama” Angkatan Laut AS di kawasan Pasifik, terlihat melintasi Selat Malaka, yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, pada Kamis (13/8).

Seorang pejabat angkatan laut mengonfirmasi kepada USNI News, portal berita dan analisis daring milik Institut Angkatan Laut AS, bahwa kapal induk itu sedang bergerak ke arah barat setelah melintasi Selat Singapura.

Baca Juga:  Suling Jembatani Pertukaran Budaya Tiongkok-Indonesia

Pengerahan ini dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai kondisi di atas kapal Lincoln yang ‘oleng’ secara mental. Betapa tidak, dilaporkan USS Abraham Lincoln kini krisis pasokan dasar, kontaminasi air, masalah pipa, masalah keselamatan dek, gangguan layanan surat-menyurat, serta memburuknya kesehatan mental para awak kapal.

Senator Richard Blumenthal mengatakan kapal Lincoln sama sekali belum singgah di pelabuhan selama 200 hari dalam masa penugasan yang diperpanjang di tengah konflik dengan Iran, mencetak rekor periode terlama di laut.

Sementara itu, di tengah ketegangan perang, militer AS telah kehilangan sekitar 25 persen armada drone MQ-9 Reaper miliknya, menurut laporan The Washington Post pada Kamis yang mengutip tiga pejabat AS.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Perkuat Langkah Pengendalian Inflasi dan Stabilkan Harga Pangan

Harga setiap drone bisa mencapai 30-50 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp17.882), bergantung pada jenis sensor dan senjata yang dibawanya, sehingga total nilai kerugian militer AS mencapai lebih dari 1,3 miliar dolar AS, sebut laporan itu. []

Foto yang diabadikan pada 18 Juni 2023 ini memperlihatkan pemandangan Selat Malaka sebagaimana terlihat dari Malaka, Malaysia. [xin]


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Tembus 3 Besar Nasional, Lampung Selatan Buktikan Kualitas di PPD 2026
Selter Eselon II Lampung Utara Dipertanyakan, Seleksi Puluhan Berkas Pelamar Dipelototi Seharian Rampung
HMI Kotabumi Fasilitasi Aspirasi Warga Binaan
Warga Jalan Punai Kena Prank? Jembatan Way Umban Tak Prioritas 
Tingkatkan SDM ASN, Disdik Way Kanan Gelar Diklat
Kiki, Gebyar PAUD Ajang Anak Usia Dini Unjuk Kebolehan
Algo Sapiens: Ketika Manusia Dikendalikan Mesin
Melintasi Lautan, Pabrik-Pabrik Tiongkok Menancap di Pulau Jawa

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 20:17 WIB

Tembus 3 Besar Nasional, Lampung Selatan Buktikan Kualitas di PPD 2026

Rabu, 30 September 2026 - 20:12 WIB

Selter Eselon II Lampung Utara Dipertanyakan, Seleksi Puluhan Berkas Pelamar Dipelototi Seharian Rampung

Rabu, 30 September 2026 - 19:40 WIB

HMI Kotabumi Fasilitasi Aspirasi Warga Binaan

Rabu, 30 September 2026 - 19:36 WIB

Warga Jalan Punai Kena Prank? Jembatan Way Umban Tak Prioritas 

Rabu, 30 September 2026 - 19:24 WIB

Tingkatkan SDM ASN, Disdik Way Kanan Gelar Diklat

Berita Terbaru

Berita Utama

HMI Kotabumi Fasilitasi Aspirasi Warga Binaan

Rabu, 30 Sep 2026 - 19:40 WIB

Berita Utama

Tingkatkan SDM ASN, Disdik Way Kanan Gelar Diklat

Rabu, 30 Sep 2026 - 19:24 WIB