Suling Jembatani Pertukaran Budaya Tiongkok-Indonesia

Minggu, 6 September 2026 | 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang staf dari Tiongkok sedang membimbing warga Indonesia memainkan replika Suling Tulang Jiahu, di Jakarta. (Xinhua)

Seorang staf dari Tiongkok sedang membimbing warga Indonesia memainkan replika Suling Tulang Jiahu, di Jakarta. (Xinhua)

JAKARTA-Sebuah kegiatan budaya pop-up yang unik baru-baru ini digelar di Mal Sarinah, Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut menarik perhatian banyak warga setempat untuk berhenti sejenak, berfoto, dan menikmati pengalaman budaya secara langsung, sekaligus menandai dimulainya rangkaian Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Budaya Heluo di Indonesia.

Alunan suling tulang terdengar dalam dan merdu. Suling Tulang Jiahu, yang berusia lebih dari 8.000 tahun dan dikenal sebagai nenek moyang alat musik tiup Tiongkok, menghasilkan suara yang sederhana dan jernih saat dimainkan oleh seniman. Dipadukan dengan dentuman gendang pinggang berbahan tembikar yang dalam dan kuat, alat musik kuno ini memainkan lagu daerah “Sing Sing So”, sehingga membuat banyak warga yang hadir turut bersenandung.

Rangkaian Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Budaya Heluo bertajuk “Satu Aliran Sungai Heluo, Persahabatan hingga Kepulauan Nanyang” ini berlangsung dari 1 hingga 3 September di Jakarta dan Bandung. Kegiatan tersebut mendekatkan budaya Heluo yang mendalam dan luar biasa serta pariwisata budaya Henan yang semarak dan beragam kepada masyarakat Indonesia, sekaligus menjembatani pertukaran budaya antara Tiongkok dan Indonesia.

Baca Juga:  Wagub Jihan Nurlela Minta Percepatan Penanggulangan TBC

Salah satu daya tarik utama kegiatan promosi tersebut adalah Suling Tulang Jiahu, sebuah artefak budaya berstatus harta karun nasional yang mengabadikan jejak peradaban Huaxia, sekaligus salah satu ikon budaya paling menonjol dari Henan.

Suling Tulang Jiahu ditemukan di Situs Jiahu, wilayah Wuyang, Kota Luohe, Provinsi Henan, dan merupakan artefak alat musik tertua yang pernah ditemukan di Tiongkok. Suling yang memiliki panjang 23,6 sentimeter ini terbuat dari tulang sayap burung bangau dengan tujuh lubang nada, sehingga dapat digunakan untuk memainkan musik dengan tangga nada heptatonik (tujuh nada). Para ahli menilainya sebagai alat musik tiup tertua di dunia yang dapat memainkan tangga nada tersebut.

Menariknya, Suling Tulang Jiahu dan suling bambu tradisional Indonesia menunjukkan keselarasan yang menakjubkan antara peradaban musik dari dua kebudayaan berbeda. Meski terbuat dari material yang berbeda dan terpisah jarak ribuan kilometer, kedua alat musik itu sama-sama menjadi bukti adanya ketertarikan manusia terhadap musik sejak awal peradaban.

Baca Juga:  Dany Amrul: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh

Kini, musik telah menembus batas bahasa dan menjadi jembatan pertukaran budaya antara Tiongkok dan Indonesia. Lagu Mandarin berjudul “Rembulan Mewakili Hatiku” kini memiliki versi bahasa Indonesia, sementara “Bengawan Solo” yang sangat populer pernah dibawakan dalam panggung perayaan Tahun Baru Imlek di Tiongkok. Selain itu, lagu “Bunga Melati” juga menjadi melodi yang terasa akrab bagi masyarakat kedua negara.

Dari daratan Tiongkok hingga ribuan pulau di Nanyang, Suling Tulang Jiahu yang berusia ribuan tahun menjadikan musik sebagai media untuk mempererat hubungan. Alat musik kuno tersebut mempertemukan peradaban Huaxia melintasi ruang dan waktu dengan nuansa Nanyang, membawa budaya Heluo yang kaya ke dunia internasional untuk memancarkan pesonanya, sekaligus memperkenalkan alunan musik kuno Tiongkok dan gema peradaban Henan kepada dunia.[]


Penulis : Romy Agus


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Tiongkok Diminati Wisatawan Indonesia
Investasi Hongkong-Tiongkok di Indonesia tembus 17,8 miliar $ AS
Dayabumi dan GEM Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulteng
Indonesia Minta Investasi Tiongkok Dukung Hilirisasi
APBD Lampung: Pendapatan Rp7,23 T, Belanja Rp6,93 T
Gubernur Lampung Ajak LPM Berkolaborasi Membangun Daerah
SDABMBK Lampung Utara Percepat Pengadaan Alat Berat
Tekanan Biaya, BBC Tutup Tiga Saluran Televisi dan Radio

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:20 WIB

Tiongkok Diminati Wisatawan Indonesia

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Investasi Hongkong-Tiongkok di Indonesia tembus 17,8 miliar $ AS

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Dayabumi dan GEM Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulteng

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Indonesia Minta Investasi Tiongkok Dukung Hilirisasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:20 WIB

APBD Lampung: Pendapatan Rp7,23 T, Belanja Rp6,93 T

Berita Terbaru

Berita Utama

Tiongkok Diminati Wisatawan Indonesia

Rabu, 21 Okt 2026 - 23:20 WIB

PT Daya Bumi Energi Indonesia (Dayabumi Energi) dan GEM Co., Ltd. menandatangani kerja sama pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 90 megawatt-peak (MWp) dan sistem penyimpanan energi baterai berkapasitas 40 megawatt-hour (MWh) di kawasan industri Sulawesi Tengah pada 19 Oktober 2026 di Jakarta Selatan. (Xinhua)

Berita Utama

Dayabumi dan GEM Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulteng

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:25 WIB

Noor Sona Maesana Mushonnif, staf khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), memberi pidato pada acara Dialog Global South: Forum Meja Bundar Tiongkok-Indonesia di Jakarta, 19 Oktober, 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Indonesia Minta Investasi Tiongkok Dukung Hilirisasi

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:23 WIB

Berita Utama

APBD Lampung: Pendapatan Rp7,23 T, Belanja Rp6,93 T

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:20 WIB