Ukraina Tembak Kapal Dagang Iran, Menlu Seyed Desak UE Ambil Tindakan

Minggu, 26 Juli 2026 | 21:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEHERAN- Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi pada Sabtu (25/7) mendesak Uni Eropa (UE) untuk mengambil tindakan “tegas” terhadap tindakan Ukraina yang menargetkan kapal dagang Iran di Laut Kaspia.

Dirinya menyampaikan pernyataan tersebut dalam percakapan telepon dengan Kaja Kallas, kepala kebijakan luar negeri UE, yang dalam kesempatan itu kedua pihak membahas perkembangan regional terbaru, demikian menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Iran.

Araghchi mengecam serangan Ukraina itu serta mendesak UE, Dewan Keamanan PBB, dan masyarakat internasional untuk menuntut pertanggungjawaban “pelaku” dan pendukungnya, menurut pernyataan tersebut.

Baca Juga:  Pengobatan Tradisional Tiongkok dan Keterampilan Medis Indonesia

Kedua pihak juga membahas perkembangan di Selat Hormuz, sembari menekankan perlunya inisiatif diplomatik untuk mengelola ketegangan regional, tambah pernyataan itu.

Dalam sebuah pernyataan terpisah, kementerian tersebut mengatakan pihaknya telah memanggil kuasa usaha (charge d’affaires) Ukraina di Teheran pada Sabtu terkait serangan itu, serta secara resmi menyampaikan sebuah nota protes yang mengecam tindakan “bermusuhan dan kriminal” tersebut.

Sebelumnya pada hari yang sama, kementerian tersebut mengatakan serangan Ukraina telah menyebabkan kapal itu meledak, menewaskan seorang pelaut dan melukai seorang lainnya.

Baca Juga:  Misbakhun Ajak Kader Golkar Sukseskan Program Prabowo

Kementerian tersebut mengatakan Iran tidak pernah campur tangan dalam konflik antara Rusia dan Ukraina, seraya menambahkan bahwa serangan itu dapat semakin “memperluas kobaran perang dan ketidakamanan dengan cara yang berbahaya.”

Pada Sabtu yang sama, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pasukan negaranya telah menyerang sebuah kapal perang Rusia dan kapal-kapal yang digunakan untuk mengangkut kargo militer yang berkaitan dengan Iran di Laut Kaspia seperti dikutip dari Xinhua. []


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Internasional

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Perkim Akan Tinjau Ulang Keputusan Serah Terima PSU Perumahan Griya Suka Rame
Ceo Sumut25 Anto Genk Mantu, Tertautnya Dua Budaya, Jawa dan Mandailing
Gubernur Inginkan Mulang Maya jadi Desa Wisata Budaya Unggulan Lampung
Way Rarem Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Lampung
SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun
Empat Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Jalur Gaza
Pertempuran Sengit, Serangan Udara Hantam Yaman
Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Tiongkok Garap Labuan Bajo

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Perkim Akan Tinjau Ulang Keputusan Serah Terima PSU Perumahan Griya Suka Rame

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Ceo Sumut25 Anto Genk Mantu, Tertautnya Dua Budaya, Jawa dan Mandailing

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Gubernur Inginkan Mulang Maya jadi Desa Wisata Budaya Unggulan Lampung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Way Rarem Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Lampung

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:56 WIB

SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun

Berita Terbaru

Berita Utama

Way Rarem Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Lampung

Jumat, 30 Okt 2026 - 09:46 WIB

CEO PT SANY Indonesia Finance Bryan Kasenda (tengah) berbicara dalam konferensi pers acara Official Inauguration & Commercial Market Launch di Park Hyatt, Jakarta Pusat, pada 29 Oktober 2026. (Istimewa)

Beijing

SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun

Kamis, 29 Okt 2026 - 20:56 WIB