WASHINGTON-Pemerintahan Amerika Serikat (AS) belum menyetujui pengalihan rudal pencegat Patriot ke Ukraina di tengah ketegangan mangkelnya Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, demikian dilaporkan The Washington Post pada Senin (19/10).
Setidaknya sebagian rudal tersebut dialihkan dari negara-negara yang bersahabat dengan Ukraina, tetapi penyerahan itu memerlukan persetujuan dari Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, menurut laporan tersebut, yang mengutip seorang pejabat AS dan tiga orang lain yang mengetahui hal itu.
Hegseth belum menolak secara resmi pengalihan rudal tersebut, namun juga belum menyelesaikan langkah-langkah yang diperlukan untuk menyetujuinya, menurut laporan itu.
AS tetap memegang kendali mengingat senjata-senjata tersebut buatan AS dan dikirim ke luar negeri berdasarkan perjanjian yang mensyaratkan bahwa pengalihan ke negara lain harus mendapat persetujuan AS, demikian disebutkan dalam laporan itu.
Seorang pejabat Ukraina mengatakan kepada surat kabar tersebut pada pekan lalu bahwa hanya tersisa “beberapa” rudal pencegat dalam persediaan Ukraina.
Penundaan ini terjadi di saat Trump berulang kali mengkritik Zelensky dalam beberapa pekan terakhir.
“Saya rasa sudah waktunya orang lain yang berunding atas nama Ukraina,” kata Trump kepada wartawan pada Senin. Sebelumnya pada bulan ini, dia menyerukan agar Kiev “mencari presiden baru.”
“Zelensky tidak tahu apa yang dia bicarakan,” kata Trump. “Zelensky seharusnya sudah mengakhiri perang ini sejak dulu.”
“Rusia, terus terang, sejauh ini bersikap baik terhadap Ukraina. Mereka tidak melakukan banyak hal,” kata Trump.
Dalam sebuah wawancara pada Minggu (18/10), Zelensky mengatakan dirinya tidak ingin percaya bahwa Washington berusaha mengakhiri konflik Rusia-Ukraina dengan mengorbankan Ukraina. “Namun, tampaknya memang demikian,” ujarnya. []
Penulis : Romy
Editor : ANis
Sumber Berita : Jakarta
















