HASIL pengamatan visual dan instrumental memperlihatkan peningkatan aktivitas yang semakin nyata atau gunung api mengalami erupsi oleh MAGMA Indonesia, Gunung Anak Krakatayu (GAK), Merapi (DIY dan sekitar) dan Semeru (Jawa Timur dan sekitar) dinyatakan berstatus Siaga alias Level III.
Dijelaskan, GAK dalam situasi ini masih Nampak jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 5-100 m di atas puncak kawah. Cuaca berawan. Angin bertiup lemah ke arah barat laut. Suhu udara 25.3-29.3 °C dan kelembaban udara 69-87 %.
Ditambahkan, jumlah letusan hingga 12.00 WIB pada hari ini (20/10) sebanyak 13 kali dengan Durasi : 25-525 detik. Masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau.
Peringatan MAGMAIndonesia
Dengan situasi yang demikian, masyarakat di sekitar GAK dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 1 km dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunungapi Anak Krakatau.
Selain menjauh, warga dan masyarakat sekitardiminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, dan potensi erupsi sekunder yang ditimbulkan oleh kontak panas lava, baik dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau.
Meski demikian, MAGMAIndonesia meminta masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi GAK yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat.[]
Penulis : Anis
Editor : Nara
Sumber Berita : MAGMAIndonesia









![VIetnam Berkembang Pesat dibanding 25 tahun silam. Meninggalkan banyak negara di kawasan ASEAN [Xinhua]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/10/Hanoi-225x129.jpg)






