TEHERAN-Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi pada Senin (19/10) mengatakan bahwa Iran dan Rusia berpandangan bahwa isu regional tidak memiliki solusi militer dan harus diselesaikan melalui jalur diplomasi.
Dia menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers bersama dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov yang sedang berkunjung, usai pertemuan keduanya di Teheran, menurut kantor berita resmi IRNA.
Araghchi mengatakan bahwa ketidakamanan di Teluk dan Selat Hormuz “merupakan konsekuensi langsung dari agresi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, yang dimulai pada 28 Februari dan berlanjut dalam berbagai bentuk hingga sekarang”.
Dia mengatakan bahwa Iran dan Rusia sepenuhnya sepakat dalam menentang “unilateralisme agresif” AS, dan akan bekerja sama di tingkat internasional untuk memperkuat multilateralisme serta melindungi hukum internasional.
Sementara itu, Lavrov menggambarkan pertemuannya dengan Araghchi sebagai pertemuan yang “bermanfaat, transparan, dan terbuka,” sembari menambahkan, “Kami menyaksikan pertumbuhan perdagangan bilateral yang pesat dan berkelanjutan”.
Dia juga mengatakan bahwa para spesialis dan pakar teknis Rusia secara bertahap kembali ke proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran selatan, dan terdapat prospek kerja sama yang luas antara kedua pihak terkait ekstraksi dan transit hidrokarbon.
Lavrov tiba di Teheran sebelumnya pada hari itu. Iran dan Rusia, yang sama-sama dikenai sanksi AS, dalam beberapa tahun terakhir memperluas hubungan politik dan ekonomi mereka untuk melawan pembatasan yang diberlakukan AS. []
Penulis : Heri Suroyo
Editor : ANis
Sumber Berita : Jakarta







![VIetnam Berkembang Pesat dibanding 25 tahun silam. Meninggalkan banyak negara di kawasan ASEAN [Xinhua]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/10/Hanoi-225x129.jpg)





![VIetnam Berkembang Pesat dibanding 25 tahun silam. Meninggalkan banyak negara di kawasan ASEAN [Xinhua]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/10/Hanoi-129x85.jpg)


