Iran: Syarat Perundingan dengan AS sudah Disampaikan oleh Qatar

Kamis, 24 September 2026 | 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Esmaeil Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menghadiri taklimat pers di Teheran, Iran, pada 24 Agustus 2026. (Xinhua)

Esmaeil Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menghadiri taklimat pers di Teheran, Iran, pada 24 Agustus 2026. (Xinhua)

TEHERAN-Esmaeil Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, pada Rabu (23/9) mengatakan bahwa posisi dan syarat-syarat yang diajukan Iran untuk “menghidupkan kembali diplomasi” telah disampaikan secara jelas kepada Amerika Serikat (AS) sehari sebelumnya melalui mediasi Qatar.

Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, Baghaei mengatakan bahwa putaran baru “pertukaran pesan dan klarifikasi” berlangsung antara Iran dan AS di sela-sela sesi ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada Selasa (22/9).

Baghaei menyebutkan sejumlah syarat Teheran, yaitu “penghentian tindakan agresif AS, termasuk blokade laut dan terorisme ekonomi; diakhirinya perang di semua front; pembebasan aset Iran yang dibekukan atau dibatasi; serta penerimaan jalur pelayaran yang aman (di Selat Hormuz) sesuai dengan kesepakatan antara kedua pemerintah negara pesisir (yakni Iran dan Oman).”

Baca Juga:  Qatar Sebut AS Inginkan Perundingan dengan Iran

Mengutip sumber eksklusifnya, kantor berita milik negara Iran, IRIB, pada Selasa melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi pada hari yang sama telah bertemu dengan utusan presiden AS Steve Witkoff dan menyampaikan “posisi tegas” Iran kepada AS mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan kepada IRIB TV pada Rabu bahwa jika AS tidak memenuhi syarat-syarat Iran, tidak akan ada perundingan antara Teheran dan Washington dan Selat Hormuz tidak akan dibuka.
Pada 18 Juni, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai pengakhiran perang di kawasan tersebut di semua front, termasuk Lebanon. Berdasarkan MoU itu, kedua negara dijadwalkan mengadakan perundingan dalam waktu 60 hari, yang berakhir pada 17 Agustus, untuk mencapai kesepakatan final, tetapi nasib perundingan tersebut masih belum jelas menyusul serangkaian eskalasi baru-baru ini antara kedua negara.

Baca Juga:  DPD Dan ICMI Bahas Regulasi A1 dan Penataan Demokrasi

Usai serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, Teheran membatasi pelayaran melalui Selat Hormuz, sementara pasukan AS memberlakukan blokade laut yang menargetkan kapal-kapal yang melakukan pelayaran ke atau dari pelabuhan-pelabuhan Iran.[]


Penulis : Romy Agus


Editor : Heri Suroyo


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Tiongkok-Indonesia Kerja Sama Perikanan Tangkap
Diplomasi Panda Xi-Guna Lingkungan Lebih Aman
Tiongkok-AS Menuju Titik Sejarah Baru
Xi Jinping Sebut Siap Bekerja Sama dengan Trump
Xi Hadiri Jamuan Makan Malam Kenegaraan AS
GMBI Lampura Apresiasi Kinerja Polres Lampung Utara
Bupati Ayu Lantik Ratusan Pejabat Way KananĀ 
Peringatan Haornas dan Dies Natalis ke-35 SMAN 4 Kotabumi Semarak

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 22:01 WIB

Tiongkok-Indonesia Kerja Sama Perikanan Tangkap

Jumat, 25 September 2026 - 21:52 WIB

Diplomasi Panda Xi-Guna Lingkungan Lebih Aman

Jumat, 25 September 2026 - 21:46 WIB

Tiongkok-AS Menuju Titik Sejarah Baru

Jumat, 25 September 2026 - 21:14 WIB

Xi Jinping Sebut Siap Bekerja Sama dengan Trump

Jumat, 25 September 2026 - 21:09 WIB

Xi Hadiri Jamuan Makan Malam Kenegaraan AS

Berita Terbaru

Di Tuyal Kerjasama Ikan Tangka Indonesia-Tiongkok ditandatangani [kkp]

#indonesiaswasembada

Tiongkok-Indonesia Kerja Sama Perikanan Tangkap

Jumat, 25 Sep 2026 - 22:01 WIB

Beijing

Diplomasi Panda Xi-Guna Lingkungan Lebih Aman

Jumat, 25 Sep 2026 - 21:52 WIB


Presiden Tiongkok Xi Jinping melakukan diskusi dalam kelompok kecil dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Ruang Oval setelah upacara penyambutan di Gedung Putih, Washington DC, AS, pada 24 September 2026. Trump menggelar upacara penyambutan bagi Xi, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke AS, di Gedung Putih pada Kamis (24/9). (Xinhua)

Berita Utama

Tiongkok-AS Menuju Titik Sejarah Baru

Jumat, 25 Sep 2026 - 21:46 WIB


Presiden Tiongkok Xi Jinping berpidato dalam upacara penyambutan yang digelar oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 24 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Xi Jinping Sebut Siap Bekerja Sama dengan Trump

Jumat, 25 Sep 2026 - 21:14 WIB

PRESIDEN Tiongkok Xi Jinping menyampaikan pidato dalam jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, pada 24 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Xi Hadiri Jamuan Makan Malam Kenegaraan AS

Jumat, 25 Sep 2026 - 21:09 WIB