DPD Dan ICMI Bahas Regulasi A1 dan Penataan Demokrasi

Senin, 21 September 2026 | 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPD dan ICMI bicara AI dan Demokrasi [HS]

DPD dan ICMI bicara AI dan Demokrasi [HS]

JAKARTA – Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin mendorong Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) yang dijadwalkan berlangsung Desember 2026 tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga membahas sejumlah persoalan strategis bangsa. Hal itu disampaikan Sultan usai bertemu dengan pimpinan ICMI, Senin (21/9).

Menurutnya, Munas ICMI dapat menjadi momentum untuk mengembangkan gagasan dan mencari solusi atas berbagai persoalan nasional.

“Yang penting bukan hanya muktamarnya, tetapi juga isu-isu yang akan mulai kita kembangkan,” kata Sultan.

Sultan mengatakan, DPD RI akan mendorong kolaborasi dengan sejumlah lembaga dan organisasi, termasuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), untuk membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan kondisi nasional.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat memperkuat sejumlah agenda legislasi yang menjadi usulan DPD RI. Beberapa di antaranya menyangkut Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan, masyarakat adat, lingkungan, hingga pengelolaan korban perubahan iklim.

Baca Juga:  Gunung Sinabung Siaga, Warga Diimbau Menjauh

“DPD juga meminta dukungan ICMI dan BRIN terkait dengan beberapa produk legislasi yang diusulkan oleh DPD,” ujarnya.

Selain isu legislasi, Sultan menyoroti perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dinilainya perlu mendapat perhatian serius. Ia menilai perkembangan teknologi AI tidak mungkin dihentikan. Karena itu, diperlukan kerangka regulasi agar pemanfaatan AI tetap terkendali sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kita akan menginisiasi semacam payung hukum atau regulasi, atau mungkin legislasi terkait dengan AI. AI ini sesuatu yang tidak bisa dicegah, tetapi kalau tidak diatur juga bisa tidak terkendali,” jelas Sultan.

Baca Juga:  Komite II DPD RI ke Lampung, Inventarisasi soal Perlindungan Nelayan

Menurut Sultan, pembahasan mengenai regulasi AI menjadi salah satu isu yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara lembaga negara, organisasi kemasyarakatan, dan kalangan cendekiawan. Dalam pertemuan tersebut, Sultan juga menyoroti perlunya penataan kembali sistem ketatanegaraan dan kelembagaan negara.

Ia mengatakan, kewenangan setiap lembaga negara perlu ditempatkan secara tepat agar masing-masing dapat menjalankan fungsi secara efektif dan memberikan kontribusi yang lebih nyata bagi negara. Sultan juga menyinggung tantangan demokrasi Indonesia, salah satunya terkait biaya politik yang dinilai semakin mahal.

“Semua sepakat bahwa demokrasi kita makin hari makin mahal. Itu yang harus kita tata ulang, lalu lembaga-lembaga negara juga harus kita tata ulang sesuai dengan kewenangannya,” pungkasnya.[]


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Tiongkok-Indonesia Komit Perdalam Pertukaran dan Kerja Sama
Mahfud MD : Nusron Wahid Seharusnya Mundur
Lampung Jaga Daya Beli, Harga Cabai Meninggi
HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026
BUMDes Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Desa
Gubernur Lampung Minta ASN Jadi Teladan
Lampung Begawi, Seriusi, Jangan Ditelan Bumi
Lampung Menuju Hilirisasi Komoditas Jadi Nilai Tambah

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 15:08 WIB

Tiongkok-Indonesia Komit Perdalam Pertukaran dan Kerja Sama

Senin, 21 September 2026 - 15:00 WIB

Mahfud MD : Nusron Wahid Seharusnya Mundur

Senin, 21 September 2026 - 14:47 WIB

DPD Dan ICMI Bahas Regulasi A1 dan Penataan Demokrasi

Senin, 21 September 2026 - 14:14 WIB

Lampung Jaga Daya Beli, Harga Cabai Meninggi

Senin, 21 September 2026 - 14:03 WIB

HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Berita Terbaru

Zhao Leji, ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPC) Tiongkok, bertemu dengan Ahmad Muzani, ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Indonesia, di Beijing, ibu kota Tiongkok, pada 20 September 2026. [Xinhua]

#indonesiaswasembada

Tiongkok-Indonesia Komit Perdalam Pertukaran dan Kerja Sama

Senin, 21 Sep 2026 - 15:08 WIB

#indonesiaswasembada

Mahfud MD : Nusron Wahid Seharusnya Mundur

Senin, 21 Sep 2026 - 15:00 WIB

DPD dan ICMI bicara AI dan Demokrasi [HS]

#indonesiaswasembada

DPD Dan ICMI Bahas Regulasi A1 dan Penataan Demokrasi

Senin, 21 Sep 2026 - 14:47 WIB

#indonesiaswasembada

Lampung Jaga Daya Beli, Harga Cabai Meninggi

Senin, 21 Sep 2026 - 14:14 WIB

#indonesiaswasembada

HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Senin, 21 Sep 2026 - 14:03 WIB