Tren Pariwisata Global Harus Diantisipasi dengan Langkah yang Tepat

Senin, 24 Juli 2023 | 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Antisipasi tren global sektor pariwisata sangat penting dalam pengembangan pariwisata nasional. Para pemangku kepentingan harus mampu mendorong potensi wisata di setiap daerah untuk menjawab tantangan tersebut.

“Perubahan kebiasaan wisatawan global harus dicermati untuk kemudian dijawab dengan sejumlah upaya mendorong berbagai potensi wisata yang kita miliki untuk beradaptasi dengan tren tersebut,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/7).

Catatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengungkapkan terjadinya perubahan perilaku berwisata masyarakat dunia yang melahirkan tren wisata baru.

Tren tersebut lahir karena perubahan paradigma bekerja masyarakat dunia yang mengedepankan fleksibilitas dan healing sehingga mereka membutuhkan refreshing yang mendorong wisata kebugaran.

Baca Juga:  Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa

Para wisatawan juga mencari pengalaman berlibur yang unik sehingga para wisatawan mencari daya tarik setiap daerah yang akan dikunjungi. Dalam memilih destinasi wisata pun, para wisatawan sangat bergantung pada rating dan review jujur para pengunjung.

Perubahan tren wisatawan dunia itu, menurut Lestari, harus benar-benar diantisipasi melalui sejumlah langkah adaptasi agar peluang pariwisata nasional menggaet wisatawan mancanegara semakin besar.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS)
secara kumulatif, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia sepanjang Januari-Maret 2023 mencapai 2,24 juta kunjungan atau naik 508,87% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pada Januari-Maret 2022, jumlah kunjungan wisman ke RI hanya 369.180 kunjungan.

Baca Juga:  AS Pening, Rudal Iran Tiba 13'-15' ke Israel dengan Jarak 1.700 Km

Rerie, sapaan akrab Lestari berharap, berbagai upaya adaptasi untuk menjawab perubahan tren wisatawan dunia bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya, beriringan dengan upaya melestarikan budaya yang ada di sejumlah destinasi wisata nasional.

Karena, ujar Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, langkah pelestarian budaya lokal sangat mendukung terciptanya pengalaman wisata unik yang diharapkan para wisman.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berpendapat, tren wisatawan mancanegara yang berkembang saat ini harus dijawab dengan langkah yang tepat, sehingga fenomena tersebut bisa bermanfaat dari sisi industri pariwisata nasional, sekaligus pelestarian budaya yang kita miliki.(*)

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

SDABMBK Lampung Utara Percepat Pengadaan Alat Berat
Tekanan Biaya, BBC Tutup Tiga Saluran Televisi dan Radio
Ancam Tembak Trump, Pria 24 Tahun Ditangkap
Pakan Mandiri Tekan Biaya Produksi hingga 50 Persen
Seni Sarana Pembentukan Karakter dan Kreativitas Siswa
UGM Lirik Tiongkok Jalin Kerjasama
Syahganda Nainggolan: Pemerintah Hormati Aksi Greenpeace
JMSI Tuba Gelar Diskusi Publik Fenomena El Nino dan Ketahanan Pangan

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:30 WIB

SDABMBK Lampung Utara Percepat Pengadaan Alat Berat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Tekanan Biaya, BBC Tutup Tiga Saluran Televisi dan Radio

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Ancam Tembak Trump, Pria 24 Tahun Ditangkap

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Pakan Mandiri Tekan Biaya Produksi hingga 50 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:45 WIB

UGM Lirik Tiongkok Jalin Kerjasama

Berita Terbaru

Berita Utama

SDABMBK Lampung Utara Percepat Pengadaan Alat Berat

Rabu, 21 Okt 2026 - 20:30 WIB

Foto yang diabadikan pada 20 Oktober 2026 ini menunjukkan eksterior Broadcasting House British Broadcasting Corporation (BBC) di London, Inggris. (Xinhua)

Berita Utama

Tekanan Biaya, BBC Tutup Tiga Saluran Televisi dan Radio

Rabu, 21 Okt 2026 - 20:03 WIB

Presiden AS Larangan Beberapa media liputan di Gedung Putih. Menurutnya larangan itu karena media tersebut sering membuat laporan palsu.[Xinhua]

Berita Utama

Ancam Tembak Trump, Pria 24 Tahun Ditangkap

Rabu, 21 Okt 2026 - 19:48 WIB

Orang-orang berjalan melewati sebuah toko yang rusak akibat aksi unjuk rasa di Paris, Francis, pada 18 Oktober 2026. Presiden Francis Emmanuel Macron pada Minggu (18/10) berjanji akan menempuh langkah hukum terhadap para pelaku kekerasan dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung di berbagai penjuru negara itu pada Sabtu (17/10). (Xinhua)

Lainnya

Francis Perpanjang Jam Malam

Rabu, 21 Okt 2026 - 19:00 WIB

Berita Utama

Pakan Mandiri Tekan Biaya Produksi hingga 50 Persen

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:16 WIB