Trafik Tol Sumatera Hanya 50%, BAKN Cari Bisnis Lain

Sabtu, 3 Oktober 2026 | 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Dengar Pendapat Terkait Rol Sumatera

Rapat Dengar Pendapat Terkait Rol Sumatera

BADAN Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI menyoroti realisasi trafik sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang baru mencapai sekitar 50 persen dari trafik yang direncanakan. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan beban operasional dan pemeliharaan jalan tol serta beban bunga dari investasi yang telah dilakukan.

Ketua BAKN DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengatakan kunjungan kerja BAKN ke Pekanbaru, Riau, dilakukan untuk menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pembangunan dan pengelolaan JTTS.

Menurut Andreas, pembangunan JTTS sejak awal diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Sumatera. Namun, dalam pelaksanaannya, realisasi trafik belum sesuai dengan yang direncanakan.

Baca Juga:  Ditengah Kasus KPK, Nusron Wahid takHadir Raker Komisi II

“Sesuai temuan BPK antara pendapatan yang direncanakan dengan yang sudah terjadi itu hanya 50 persennya,” kata Andreas kepada Parlementaria usai memimpin kunjungan kerja BAKN DPR RI di Pekanbaru, Provinsi Riau, kemarin (2/10).

Beban Operasional dan Investasi

Andreas menjelaskan, kondisi tersebut menimbulkan beban terhadap operasional dan pemeliharaan jalan tol serta beban bunga dari investasi yang telah dilakukan.

“Ini menimbulkan beban, baik beban untuk operasional dan pemeliharaan jalan tol tersebut maupun beban bunga dari investasi yang telah dilakukan,” ujarnya.

Ia mengatakan BAKN juga menindaklanjuti sejauh mana rekomendasi BPK telah diselesaikan oleh pihak-pihak terkait. Dalam kunjungan tersebut, BAKN mengundang sejumlah kementerian, Badan Pengelola BUMN, Danantara, serta sejumlah badan usaha karya untuk membahas persoalan tersebut.

Baca Juga:  IRGC Iran: Kapal Tanker Minyak "Melanggar", Dihantam

Menurut Andreas, pembahasan tidak berhenti pada tindak lanjut temuan BPK. BAKN juga ingin mencari model bisnis yang dapat mendukung pembangunan infrastruktur yang secara ekonomi layak atau dibutuhkan, tetapi secara finansial belum memenuhi kriteria komersial.

“Yang lebih penting adalah ke depannya bagaimana mencari model bisnis yang paling tepat untuk yang secara ekonomi itu layak atau sangat dibutuhkan, tetapi secara finansial belum memenuhi kriteria komersial,” pungkasnya.[]


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Farlementaria, DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Firli Bahuri  Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih  IPK 4,0
28 Negara Serukan Hentikan Tindakan “Koersif”
Menengok Perayaan Hari Batik Nasional di Solo, Jawa Tengah
Suyudi Ario Seto Siap Beri Ruang Koreksi dari Masyarakat
Kasus Lp Cibinong, Dirjenpas Mundur
MA Dukung “Ageman”; Refleksi Nyata Harmoni Bangsa
AS Kerahkan Kapal Induk Ketiga dan Tambah 10.000 Personel ke Timur Tengah
Material Besi Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Revitalisasi SDN 3 Subik Disorot

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Firli Bahuri  Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih  IPK 4,0

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Trafik Tol Sumatera Hanya 50%, BAKN Cari Bisnis Lain

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:47 WIB

28 Negara Serukan Hentikan Tindakan “Koersif”

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Menengok Perayaan Hari Batik Nasional di Solo, Jawa Tengah

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Suyudi Ario Seto Siap Beri Ruang Koreksi dari Masyarakat

Berita Terbaru

Berita Utama

Firli Bahuri  Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih  IPK 4,0

Sabtu, 3 Okt 2026 - 14:49 WIB

Rapat Dengar Pendapat Terkait Rol Sumatera

Berita Utama

Trafik Tol Sumatera Hanya 50%, BAKN Cari Bisnis Lain

Sabtu, 3 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita Utama

28 Negara Serukan Hentikan Tindakan “Koersif”

Sabtu, 3 Okt 2026 - 13:47 WIB

SEJUMLAH perempuan yang mengenakan baju batik dan membawa payung bermotif batik melakukan peragaan busana saat peringatan Hari Batik Nasional di sebuah penyeberangan jalan di sekitar lampu lalu lintas Jalan Slamet Riyadi di Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah, pada 2 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Menengok Perayaan Hari Batik Nasional di Solo, Jawa Tengah

Sabtu, 3 Okt 2026 - 13:41 WIB

Berita Utama

Suyudi Ario Seto Siap Beri Ruang Koreksi dari Masyarakat

Sabtu, 3 Okt 2026 - 13:26 WIB