Tolak Kenaikan BBM, KAMMI Bandar Lampung Prediksi Tak Pulih Lebih Cepat

Senin, 29 Agustus 2022 | 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Anis

BANDAR LAMPUNG – Ketua KAMMI daerah Bandar Lampung yang diwakili oleh Kepala Bidang Kebijakan Publik Ilham Tri Yubsir menanggapi isu rencana pemerintah menaikan harga kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Dengan menaikkan harga BBM, justru Indonesia akan terpuruk dan tidak akan pulih lebih cepat.

Alasan pemerintah akan menaikkan BBM karena APBN kian terbebani dengan anggaran subsidi yang menurut kami kebijakan ini otomatis akan menambah penderitaan rakyat ditengah belum stabilnya ekonomi saat ini akibatkan oleh pandemic Covid-19.

“Seharusnya institusi pemerintah sebenarnya harus berhemat supaya anggaran tidak berat, penhematan instansi dialihkan ke bantuan untuk masyarakat yang lemah. Sebab jika tidak seperti itu maka berefek terhadap kenaikan harga-harga kebutuhan yang kian hari melonjak merangkak naik serta tentu akibat dari hal itu adalah daya beli akan melemah,” tegasnya.

Baca Juga:  Satelit Lampung-1, Selangkah Maju

Jika terjadi kenaikan harga BBM bersubsidi dalam beberapa hari kedepan, maka bisa dipastikan inflasi akan kembali naik yang efeknya adalah sangat memberatkan bagi rakyat dan lebih mengkhawatirkan lagi adalah daya beli akan melemah bahkan pertumbuhan ekonomi yang sedang berjalan akan kembali melambat sehingga naiknya kembali angka kemiskinan. Kami sarankan mempertimbangkan kembali apakah keputusan tersebut akan berdampak signifikan untuk mendorong ekonomi atau bahkan menambah keterpurukan yang kian parah.

Adapun sikap KAMMI Bandar Lampung adalah sebagai berikut;
Pertama, rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi merupakan sebuah langkah yang kurang tepat yang saat ini dianggap akan menimbulkan permaslahan, maka hal ini wajib di kritisi dan di evaluasi. Kedua, melihat dari segi kemaslahatan maka hal itu akan menambah penderitaan rakyat ditengah krisis ekonomi saat ini. Ketiga, produk dari setiap kebijakan adalah merupakan bagian inti dari rakyat yang harus diketahui, disetujui dan di inginkan sebab jika tidak maka sebaiknya dikaji ulang dan mendalam mengenai rencana pemerintah menaikan harga kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi patut di kaji dan ditinjau ulang karena dianggap tidak pro dengan rakyat sebab pemerintah harus ada komunikasi terlebih dahulu terkait rencana kenaikan harga tersebut. (*)

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur
Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI
Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF
Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU
Bahaya, Wabah Flu Burung Naik Lagi
Rial Kalbadi Pimpin Langit Biru Indonesia ASRI Way Kanan 
Sensus Ekonomi 2026 dan Pentingnya Data Akurat
Seluruh Bhabinkamtibmas Bagi Bendera ke Masyarakat

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:14 WIB

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Bahaya, Wabah Flu Burung Naik Lagi

Berita Terbaru

Pasukan Houthi di Yaman

#indonesiaswasembada

Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur

Minggu, 9 Agu 2026 - 17:22 WIB

Sekdaprov Dr Marindo Kurniawan Saat Membaca Sambutan Gubernur Lampung di FKPP di Lampung Selatan [Lin]

#indonesiaswasembada

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI

Minggu, 9 Agu 2026 - 10:14 WIB

Ilustrasi Berita Mata-Mata

#indonesiaswasembada

Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF

Minggu, 9 Agu 2026 - 09:48 WIB

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sedang menyampaikan pidato di Teheran, Iran [xin]

#indonesiaswasembada

Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU

Minggu, 9 Agu 2026 - 09:41 WIB

Waspada Flu Burung Naik Lagi, Jangan Lengah

#indonesiaswasembada

Bahaya, Wabah Flu Burung Naik Lagi

Minggu, 9 Agu 2026 - 09:38 WIB