Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU

Minggu, 9 Agustus 2026 | 09:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sedang menyampaikan pidato di Teheran, Iran [xin]

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sedang menyampaikan pidato di Teheran, Iran [xin]

TEHERAN-Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Sabtu (8/8) mengatakan Teheran akan terus menempuh jalur perdamaian di bawah nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang baru-baru ini ditandatangani dengan Amerika Serikat (AS), asalkan Washington turut membantu membangun suasana saling percaya.

Iran berupaya melangkah di “jalur perdamaian” berdasarkan “ketentuan-ketentuan” dalam MoU, kata Pezeshkian dalam konferensi pers, seraya menambahkan, “Sekarang adalah waktu terbaik untuk mencapai kesepakatan, karena ada solidaritas, kekuatan, dan persatuan di dalam negeri.”

Baca Juga:  Lampung Raih Terbaik II Akses Penduduk dan Pendidikan 

“Kami bertekad untuk menggunakan MoU tersebut sebagai landasan dengan syarat AS menghilangkan suasana ketidakpercayaan yang telah diciptakannya, dan suasana saling percaya dapat terbentuk,” ujarnya.

Dia menyoroti prinsip timbal balik dalam negosiasi dengan AS, menyebutkan bahwa Iran akan menyesuaikan komitmennya sesuai dengan tingkat kepatuhan AS.

Jika pihak lain berupaya menggunakan kekuatan, Iran tidak akan membiarkannya begitu saja, tuturnya, seraya menambahkan bahwa dasar tindakan Iran pada akhirnya akan bergantung pada keputusan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei.

Baca Juga:  Israel Berlakukan Jam Malam bagi 40.000 Warga Palestina

Pada Juni, Iran dan AS menandatangani MoU mengenai penghentian perang di semua front, termasuk Lebanon. Kedua belah pihak semula dijadwalkan untuk mengadakan negosiasi dalam kurun waktu 60 hari guna mencapai kesepakatan final, tetapi eskalasi baru-baru ini di kawasan tersebut telah menimbulkan ketidakpastian mengenai kelanjutan perundingan.[]


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Romy Agus


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Turki Tingkatkan Belanja Pertahanan Hingga 229 Persen
Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase
Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan
Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang
Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran
The Death of Expertise
Pemda Diminta Ciptakan Mesin Pertumbuhan Baru
Entry Meeting BPK Dimulai, Marindo Tegaskan Pemeriksaan untuk Pastikan APBD Tepat Sasaran

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 19:48 WIB

Turki Tingkatkan Belanja Pertahanan Hingga 229 Persen

Senin, 7 September 2026 - 17:40 WIB

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase

Senin, 7 September 2026 - 15:52 WIB

Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan

Senin, 7 September 2026 - 15:31 WIB

Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang

Senin, 7 September 2026 - 15:12 WIB

Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Turki Tingkatkan Belanja Pertahanan Hingga 229 Persen

Senin, 7 Sep 2026 - 19:48 WIB

#indonesiaswasembada

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase

Senin, 7 Sep 2026 - 17:40 WIB

#indonesiaswasembada

Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan

Senin, 7 Sep 2026 - 15:52 WIB

#indonesiaswasembada

Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang

Senin, 7 Sep 2026 - 15:31 WIB

PM Israel Benjamin Netanyahu

#indonesiaswasembada

Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran

Senin, 7 Sep 2026 - 15:12 WIB