SANAA-Kelompok Houthi Yaman pada Jumat (7/8) mengatakan bahwa pihaknya melancarkan serangan rudal dan drone berskala besar terhadap sebuah kamp militer utama pemerintah di Provinsi Marib yang kaya minyak di Yaman timur laut, di tengah eskalasi tajam permusuhan yang menyebabkan sejumlah tentara dan warga sipil tewas atau terluka.
Yahya Sarea, juru bicara militer Houthi, menyatakan dalam sebuah pernyataan di media sosial bahwa kelompok tersebut menargetkan pasukan pemerintah, depot senjata, kendaraan, dan peralatan militer di Kamp Sahn al-Jinn dekat Kota Marib dengan “sejumlah besar rudal dan drone.”
Sarea mengatakan bahwa operasi tersebut dilakukan menyusul apa yang digambarkan oleh kelompok Houthi sebagai deteksi terhadap mobilisasi militer dan pengiriman pasukan tambahan yang didukung Arab Saudi di wilayah tersebut, seraya menuduh Arab Saudi sedang mempersiapkan aksi militer.
Seorang pejabat militer yang tak ingin diungkap identitasnya mengatakan kepada Xinhua bahwa empat tentara pemerintah tewas dan empat lainnya terluka ketika sebuah drone Houthi menyerang pasukan propemerintah di Distrik Harib, Marib selatan.
Serangan rudal dan drone juga dilaporkan terjadi di wilayah-wilayah lain di Marib yang dikuasai pemerintah pada Jumat itu.
Perkembangan terbaru tersebut menyusul gelombang serangan Houthi sehari sebelumnya terhadap pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi di Marib dan Hadramout yang berdekatan.
Pada Kamis (6/8), Sarea mengatakan bahwa rudal balistik dan drone Houthi telah menghantam kamp-kamp militer dan tempat berkumpulnya pasukan di kedua provinsi tersebut, seraya mengeklaim bahwa “ratusan” personel pemerintah tewas atau terluka.
Marib, sebuah provinsi yang kaya akan minyak dan gas alam, merupakan salah satu wilayah yang paling sengit diperebutkan dalam perang saudara Yaman. Provinsi tersebut masih menjadi salah satu basis pertahanan utama pemerintah yang diakui secara internasional.
Yaman telah dilanda konflik sejak akhir 2014, ketika kelompok Houthi menguasai sebagian besar wilayah Yaman utara, termasuk ibu kota Sanaa, yang mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi untuk melakukan intervensi pada 2015 guna mendukung pemerintah Yaman.
Gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mulai berlaku pada April 2022 dan berakhir pada Oktober tahun tersebut tanpa perpanjangan resmi. Namun, gencatan senjata de facto yang rapuh sebagian besar tetap bertahan sejak saat itu, meskipun terjadi bentrokan sporadis, serangan artileri, dan serangan drone di sepanjang beberapa garis depan. []
Penulis : Heri S
Editor : Romy Agus
Sumber Berita : Jakarta





![Sekdaprov Dr Marindo Kurniawan Saat Membaca Sambutan Gubernur Lampung di FKPP di Lampung Selatan [Lin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Sekdaprov-Dr-Marindo-Kurniawan-Saat-Membaca-Sambutan-Gubernur-Lampung-di-FKKP-225x129.jpg)

![Presiden Iran Masoud Pezeshkian sedang menyampaikan pidato di Teheran, Iran [xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Presiden-Iran-225x129.jpg)



![Sekdaprov Dr Marindo Kurniawan Saat Membaca Sambutan Gubernur Lampung di FKPP di Lampung Selatan [Lin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Sekdaprov-Dr-Marindo-Kurniawan-Saat-Membaca-Sambutan-Gubernur-Lampung-di-FKKP-129x85.jpg)

![Presiden Iran Masoud Pezeshkian sedang menyampaikan pidato di Teheran, Iran [xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Presiden-Iran-129x85.jpg)



