Soal Viral Video Mario Dandy Pasang Kabel Ties Sendiri Hasil Editan, Ini Kata Kuasa Hukum David

Minggu, 28 Mei 2023 | 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: anisa 

JAKARTA – Polda Metro Jaya menjelaskan video viral di media sosial yang menunjukkan Mario Dandy Satriyo, tersangka penganiayaan Cristalino David Ozora, bisa melepas dan memasang kabel ties yang mengikat tangannya. Vidio itu kemudian viral di Media Sosial fan memicu spekulasi publik.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, video itu merupakan hasil editan yang menggambarkan dua peristiwa yang berbeda.
“Video tersebut menggambarkan dua peristiwa yang melalui proses editing digabungkan menjadi satu frame. Dengan menambahkan teks dan back sound effect sehingga menimbulkan persepsi negatif,” kata Trunoyudo dalam keterangan resmi, Jumat 26 Mei 2023.
Trunoyudo menjelaskan, peristiwa tersebut pada faktanya masih bertempat di kawasan Rutan Polda Metro Jaya dan di bawah pengawasan pihak berwenang.
“Peristiwa tersebut masih bertempat di kawasan Rutan Polda Metro Jaya, di bawah pengawasan penyidik serta Direktorat Tahanan dan barang bukti saat pengurusan administrasi penyerahan tersangka ke penyidik,” jelasnya.
Namun, Mario dengan sendirinya tiba-tiba menggunakan kabel ties pada saat mengetahui adanya kamera. Menurutnya, kejadian sebenarnya yang terjadi adalah setelah proses administrasi penyerahan ke penyidik selesai, pihaknya langsung mengenakan baju tahanan berwarna oranye ke Mario dan memasangkan kabel ties kepadanya.
“Selanjutnya, penyidik membawa tersangka keluar dari Rutan Polda Metro Jaya ke Gedung Bid Dokkes untuk dilakukan tes kesehatan sebelum dilakukan pelimpahan tahap II ke Kejari Jakarta Selatan,” katanya.
Tanggapan Kuasa Hukum David Ozzora
Kuasa hukum David Ozzora, Melisa Anggraeni mengatakan bahwa pihaknya mendapat informaei terkait video Mario Dandy yang memasang dan mencopot cable ties sendiri, saat proses pelimpahan. “Kami dapat informasi bahwa itu terjadi pada saat proses administrasi dan tanda tangan untuk persiapan pelimpahan tahap 2,” Kata Melisa Anggraeni, kepada wartawan.
“Kami melihat dari sejak persidangan pelaku anak berkonflik hukum memang si Mario Dandy ini tidak ada penyesalan sama sekali. Bahkan sepanjang persidangan cengengesan seperti itu, tentu sikap itu yang masih tergambar dalam video tersebut,” kata Melisa Anggraeni

Baca Juga:  Praperadilan 8 Tersangka Korupsi Ditolak, Bidkum Polda Lampung Tegaskan Proses Penyidikan Sesuai Prosedur

Menurut Melisa jika dilihat-lihat tersangka ini bereaksi mengambil cable ties ketika sadar sedang tersorot kamera, sehingga seolah-olah ia hendak mencari perhatian atau pamer dengan memasang dan mencopot sendiri cable ties yang belum terpasang tersebut.

“Sehingga membuat masyarakat berasumsi negatif seolah olah pelaku diberikan keistimewaan padahal mungkin tidak seperti ini,” ujar Melisa.

Baca Juga:  Lampung Perkuat Hilirisasi Produk Petani dan Akses Pasar Internasional

Melisa menjelasakan melihat histori kebelakang, ketika berkas sudah berpindah ke Polda pasal penganiayaan terhadap Mario Dandy meningkat dari pasal penganiayaan biasa menjadi penganiayaan berat.

“Bahkan saat ini berkas penyidikan terkait pencabulan Mario Dandy tengah naik di Polda Metro Jaya.. Sehingga kami masih yakin, polda presisi dalam hal penegakan hukum Dan saat ini berkas mario dandy sudab berada di kejaksaan dan akan segera dilimpahkan ke pengadilan,” katanya.

Tentang video yang diedit, Melisa memahami apa yang dijelaskan Polda Metro Jaya. “Kami memahami yang dimaksud oleh polda adalah jAwaban atas video yang beredar, yang memang ada editan suara dan gabungan dari beberapa video ” ucapnya.

Melisa mengaku pihaknya saat ini sedamg fokus untuk menghadapi peraidangan. “Saat ini kami fokus kepada persidangan. Kami berharap agar pelaku dapat dihukum seberat beratnya,” katanya. (Red) ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Tiga Hari Gempa, Warga Tempati Rumah di Xizang, Tiongkok
488 Keluarga Palestina Terdampak Operasi Militer Israel
Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor
Sinergi Disdik-Bunda PAUD Lampura, Wujudkan ‘STEAM’ Menyenangkan
1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis
Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor
Koalisi Arab Saudi Hancurkan Terowongan Rudal Houthi
Lampung Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Jaga Harga Pangan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Tiga Hari Gempa, Warga Tempati Rumah di Xizang, Tiongkok

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:15 WIB

488 Keluarga Palestina Terdampak Operasi Militer Israel

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Sinergi Disdik-Bunda PAUD Lampura, Wujudkan ‘STEAM’ Menyenangkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:16 WIB

1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis

Berita Terbaru

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 26 Oktober 2026 ini memperlihatkan rumah-rumah prefabrikasi di lokasi relokasi warga desa yang terdampak gempa di Maru, wilayah Baqen, Kota Nagqu, Daerah Otonom Xizang, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

Bencana

Tiga Hari Gempa, Warga Tempati Rumah di Xizang, Tiongkok

Selasa, 27 Okt 2026 - 12:22 WIB

Sebuah kendaraan militer Israel berpatroli saat operasi militer di Kota Hebron, Tepi Barat, pada 25 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

488 Keluarga Palestina Terdampak Operasi Militer Israel

Selasa, 27 Okt 2026 - 12:15 WIB


Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Dian Seri Rezeki Kusumastuti (ketiga dari kiri) selaku perwakilan pejabat dari Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyerahkan nota kesepahaman (MoU) secara simbolis kepada perwakilan pelaku usaha dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. (Badan Karantina Indonesia/Istimewa)

Berita Utama

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Okt 2026 - 19:22 WIB

Pengunjuk rasa terlihat di Lille, Francis, pada 24 Oktober 2026. Sekitar 410.000 orang ikut serta dalam gelombang baru aksi unjuk rasa di seantero Prancis pada Sabtu (24/10), lapor saluran berita BFM TV, mengutip Kementerian Dalam Negeri Prancis. (Xinhua)

Berita Utama

1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis

Senin, 26 Okt 2026 - 19:16 WIB