“Kok bisa ini terjadi, jelas-jelas jarak rumah kami ini saling berdekatan. Anak tetangga saya bisa di terima, sedangkan anak saya tidak lolos. Padahal sama-sama mendaftar lewat jalur zonasi,” keluh dia kepada lintaslampung, Jumat, (06/07) kemarin.

Dirinya mengungkapkan kekecewaannya, Evan menilai kinerja panitia seleksi PPDB online SMAN 04 Kotabumi sangat amburadul.
“Sangat kecewa, termasuk amburadul kinerja operator (panitia PPDB) enggak ada yang beres. Kenapa begitu?, anak saya ini rumahnya di tengah-tengah, enggak masuk. Anak tetangga kiri kanan bisa masuk di terima,” ungkapnya.
“(Alamat) Kelurahan Sindangsari bisa masuk (jalur zonasi) kok ini Kelurahan Kotabumi Ilir enggak keterima. Kalau jarak, lebih jauh Sindangsari daripada Kotabumi Ilir,” timpalnya lagi.
Ia mempertanyakan alasan anaknya tidak dapat diterima disekolah lewat jalur yang sama, yang dilakukan oleh pendaftar lain yang secara notabene satu lingkungan (bersebelahan) rumahnya. Bahkan, pendaftar lebih jauh yang menggunakan jalur zonasi tersebut bisa diterima.
1 2 3 4 Selanjutnya
Penulis : Rudi Alfian
Editor : Nara
Sumber Berita : Lampung Utara
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya
















