Sesditjen Badilag Mahkamah Agung: Lulusan Fakultas Syariah Miliki Banyak Peluang Berkarier dalam Pengembangan Hukum di Indonesia

Jumat, 31 Oktober 2025 | 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG — Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung menggelar kuliah umum bertajuk Alumni Fakultas Syariah dan Kontribusinya dalam Pengembangan Hukum di Indonesia pada Kamis (30/10/2025) di Ballroom UIN. Kegiatan ini menghadirkan Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M., Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung Republik Indonesia, sebagai narasumber utama.

Kuliah umum tersebut turut dihadiri oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama dan para Ketua Pengadilan Agama se-Provinsi Lampung, mahasiswa, serta para ketua dan sekretaris program studi di lingkungan Fakultas Syariah UIN RIL.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Prof. Dr. H. Idrus Ruslan, M.Ag., menyampaikan, Fakultas Syariah merupakan salah satu pilar penting dalam pendidikan tinggi hukum Islam yang memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan sarjana hukum yang tidak hanya memahami teks normatif, tetapi juga mampu menjawab dinamika sosial dan hukum di masyarakat modern.

“Kita patut berbangga karena banyak alumni Fakultas Syariah yang telah menunjukkan kiprahnya di berbagai bidang, baik sebagai hakim, advokat, pejabat pemerintahan, akademisi, maupun aktivis masyarakat. Mereka menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai keislaman dan keilmuan yang dibangun di fakultas ini dapat berkontribusi besar bagi pembangunan hukum nasional yang berkeadilan, bermoral, dan berorientasi pada kemaslahatan umat,” ujar Prof. Idrus.

Banyak alumni Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung kini berkiprah di lembaga peradilan agama, Mahkamah Agung, serta berbagai perguruan tinggi, baik umum maupun keagamaan, di seluruh Indonesia.

Dalam materinya yang bertajuk Agent of Change, Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M. menegaskan pentingnya rasa bangga menjadi alumni UIN. Di awal pemaparannya, ia memperkenalkan satu per satu perwakilan para Ketua Pengadilan Tinggi Agama dan para Ketua Pengadilan Agama se-Provinsi Lampung yang hadir. Dengan bangga, ia menyebut bahwa beberapa di antara mereka merupakan lulusan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dan juga alumni UIN Raden Intan Lampung.

Baca Juga:  Olah Sampah Plastik Jadi Fasilitas Wisata, KKN 32 UIN RIL Resmikan Karya Ecobrick di Pantai Kunyit

“Banggalah menjadi alumni UIN. Jangan pernah malu menjadi alumni. Anda bisa menjadi apa saja, berkarier di Mahkamah Agung, menjadi lawyer, mediator, atau profesi lainnya. Tinggal bagaimana tujuan dan kesungguhan anda,” ujarnya.

Arief menegaskan bahwa banyak peluang besar bagi mahasiswa dan lulusan Fakultas Syariah UIN RIL untuk berkarier di lingkungan Mahkamah Agung, terutama di bawah Badan Peradilan Agama.

Ia kemudian memaparkan data profil Ditjen Badilag per 28 Oktober 2025. Dari total 446 satuan kerja (satker) yang terdiri atas 34 Pengadilan Tinggi Agama/Mahkamah Syar’iyah Aceh dan 412 Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah, terdapat 2.982 hakim (termasuk pimpinan), 4.333 tenaga teknis non-hakim, dan 5.105 tenaga administrasi. Sementara itu, jumlah perkara yang ditangani pada tahun 2024 mencapai 624.337 perkara.

“Kebutuhan ideal hakim mencapai 8.384 orang, sementara saat ini masih ada kekurangan sekitar 5.402 orang. Ini artinya peluang bagi lulusan Fakultas Syariah untuk bergabung di peradilan agama sangat terbuka lebar. Tinggal bagaimana semangat dan konsistensi mahasiswa. Jangan pesimis, jangan menyerah,” tegasnya memberi motivasi.

Arief juga mengajak mahasiswa untuk meluruskan stigma masyarakat terhadap peradilan agama yang kerap dianggap sebagai rumah perceraian. Menurutnya, peradilan agama memiliki peran yang jauh lebih luas.

Baca Juga:  Trump Diam-diam Ganti Pesawat setelah Kunjungan ke Turkiye

“Peradilan agama tidak hanya menangani perkara perceraian, tetapi juga perkara-perkara lain yang berkaitan dengan perkawinan, waris, wakaf, ekonomi syariah, dan berbagai persoalan hukum antara umat Islam,” jelasnya.

Selain itu, Arief memaparkan bahwa dunia peradilan kini tengah bertransformasi menuju sistem digital melalui e-Court, di mana seluruh proses mulai dari pendaftaran perkara, mediasi, hingga pemeriksaan saksi kini dapat dilakukan secara elektronik.

“Perkembangan ini menuntut fakultas hukum dan syariah untuk menyesuaikan kurikulum pembelajaran. Badilag siap membantu penuh dalam proses penyesuaian tersebut. Apalagi kebutuhan hakim di peradilan agama masih sangat tinggi. Ini kesempatan besar bagi mahasiswa Fakultas Syariah untuk berkontribusi,” ungkapnya.

Dalam penutupnya, Arief menyampaikan pesan reflektif kepada para mahasiswa. “Kalau mau bahagia, berprasangka baiklah kepada Allah. Jangan ngopi dengan orang senasib, karena nasib tidak akan berubah kalau tidak diubah dengan usaha sendiri. Ubah hidup dengan kemampuan yang dimiliki. Hidup harus terus bermakna bagi semesta,” ujarnya penuh makna.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Mahasiswa Fakultas Syariah menunjukkan antusiasme tinggi dan berpikir kritis dalam menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan hukum dan dunia peradilan.

Arief mengapresiasi sikap mahasiswa yang menurutnya menunjukkan kualitas akademik dan kepekaan terhadap persoalan hukum kontemporer. Ia memberikan karya bukunya kepada mahasiswa yang aktif.

“Saya senang melihat mahasiswa UIN Raden Intan Lampung sangat kritis dan tajam dalam melihat persoalan hukum. Ini menunjukkan mereka siap menjadi agen perubahan di bidang hukum Islam,” tutupnya.


Penulis : Desty


Editor : Hadi


Sumber Berita : UIN RIL

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Makam Berusia Lebih dari 4.000 Tahun Ditemukan di Saqqara, Mesir
Ternyata Rumput Laut Punya “Nilai Ganda”
Rombongan 5 Jurnalis Hilang Kontak Hendak Meliput Aktivitas GAK
Sisa Abu Anak Krakatau Masih Selimuti Sekolah, KBM Daring Lampung Selatan Diperpanjang hingga 10 September
Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Polres Mesuji Bersama Forkopimda Bagikan Masker Serentak di 16 Titik
DPRD dan Pemprov Lampung Sepakati Penarikan Raperda Perubahan Bentuk Hukum BPD
Peduli Dampak Kemarau Panjang, Polres Way Kanan Bantu Air Bersih kepada Warga
Pemprov Lampung Ajukan Perubahan APBD 2026, Anggaran Didorong Lebih Berdampak ke Masyarakat
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 23:05 WIB

Makam Berusia Lebih dari 4.000 Tahun Ditemukan di Saqqara, Mesir

Selasa, 8 September 2026 - 22:14 WIB

Ternyata Rumput Laut Punya “Nilai Ganda”

Selasa, 8 September 2026 - 20:19 WIB

Rombongan 5 Jurnalis Hilang Kontak Hendak Meliput Aktivitas GAK

Selasa, 8 September 2026 - 20:13 WIB

Sisa Abu Anak Krakatau Masih Selimuti Sekolah, KBM Daring Lampung Selatan Diperpanjang hingga 10 September

Selasa, 8 September 2026 - 20:00 WIB

Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Polres Mesuji Bersama Forkopimda Bagikan Masker Serentak di 16 Titik

Berita Terbaru

Ilustrasi Makam 4000 Tahun

#indonesiaswasembada

Makam Berusia Lebih dari 4.000 Tahun Ditemukan di Saqqara, Mesir

Selasa, 8 Sep 2026 - 23:05 WIB

#indonesiaswasembada

Ternyata Rumput Laut Punya “Nilai Ganda”

Selasa, 8 Sep 2026 - 22:14 WIB

#indonesiaswasembada

Rombongan 5 Jurnalis Hilang Kontak Hendak Meliput Aktivitas GAK

Selasa, 8 Sep 2026 - 20:19 WIB