Sengkarut Tata Kelola Pasar Propau, Warga Bandar Kagungan Raya Keluhkan Sampah dan PKL Berjualan di Badan Jalan

Senin, 21 Juli 2025 | 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG UTARA – Warga Desa Bandar Kagungan Raya (BKR) keluhkan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) Pasar Propau yang membuka lapak jual di badan jalan desa hingga menyebabkan terhambatnya mobilitas selama berkendara.

Hal itu dikatakan Kepala Desa Bandar Kagungan Raya, Imzak Zulkarnain diruang kerjanya, Senin, 21 Juli 2025.

Menurutnya, warga yang berdatangan mengeluhkan persoalan keberadaan para PKL ini yang menyebabkan menyempitnya jalan desa sehingga, warga yang ingin melintas tak bisa lewat saat pembeli memenuhi lapak PKL.

Tak hanya itu, limbah (sampah) yang dihasilkan oleh para pedagang juga tata kelolanya disebut semrawut.

Sebab, kata dia, selama ini pengelolaan sampah di pasar tak maksimal, meski kini armada bentor pengangkut sampah telah disiapkan, namun kenyataan di lapangan masih saja dibuang tidak pada tempat yang ditentukan.

“Masih ditumpuk atau dibuang di TPS liar sam si oknum pedagang. Jadi keluhan warga ini bukan hanya soal keberadaan pedagang yang memakai baju jalan, tapi persoalan limbah (sampah) itu yang jadi keluhan,” jelasnya.

Baca Juga:  Jejak Babinsa Menjawab Dahaga Warga Kotabumi

Pihak Pemdes BKR sebelumnya telah melayangkan surat resmi sebagai teguran pada pengelola pasar yang dinilai tidak mampu menertibkan pedagang dan menanggulangi limbah yang dihasilkan.

“Sudah diserahkan dan diterima pihak pengelola. Tapi sampai hari ini belum ada respon atau langkah konkret. Sampah masih berserakan di TPS liar, pedagang masih saja berdagang di badan jalan,” kata dia.

Mengenai tatakelola sampah, sambung dia, menurut pedagang disana mereka selalu ditarik iuran bulanan senilai Rp20 – Rp40 ribu setiap bulannya. Untuk retribusi harian pedagang mengaku diminta untuk membayar Rp4 ribu rupiah.

“Untuk lebih jelasnya, bisa langsung dikonfirmasi ke para pedagang di pasar propau,” ujarnya.

Sementara, salah satu pemilik toko SBR, inisial S membenarkan prilaku para pedagang PKL yang menjajakan dagangannya sampai ke jalan.

Bahkan, dirinya pun merasa terganggu saat akan melewati jalan menuju tokonya. Keluhan tersebut sudah sempat disampaikan ke pihak pengelola pasar setempat. Namun, hingga hari ini tak ada tindakan tegas terhadap para pedagang kaki lima.

“Jangankan warga sini dek, kami ini yang jualan disini juga merasa terganggu, mobil tidak bisa lewat. Gimana mau lewat, setengah badan jalan itu penuh barang dagangan,” keluhnya.

Baca Juga:  HMI Kotabumi Perkuat Literasi, Kepemudaan dan Pemberdayaan

Padahal, di tengah melemahnya minat pembeli, para pemilik kios dan pedagang lainnya dibebankan biaya (retribusi) sampah Rp40 ribu setiap bulannya. Belum lagi uang salar Rp4.500 setiap harinya.

“Toko lagi sepi, tapi iuran biaya bulanan sampah Rp40 ribu jojong (berjalan) terus, belum lagi uang salar tiap hari Rp4,500 yang ditarik sama Pemda lewat pengelola pasar,” tuturnya.

“Uang itu belum termasuk pajak (sewa) kios Rp800 ribu setiap tahunnya. Persoalan di pasar ini sepertinya karena pak Ansori kurang tegas,” timpalnya lagi.

Terpisah, Kepala UPT Pasar Propau, Ansori ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya menjanjikan wawancara tatap muka untuk mengklarifikasi persoalan di Pasar Propau Kecamatan Abung Selatan.

“Ketemuan di Dinas Perdagangan saja siang ini, sekarang masih (jam) istirahat,” pintanya.


Penulis : Rudi Alfian


Editor : Nara


Sumber Berita : Lampung Utara

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Israel Serang Lebanon Selatan, 11 Tewas 5 Luka-luka
Mengintip Keramaian Grand Canal Venesia
Pantau Erupsi GAK via Satelit, Tim Unila: Abu Bergerak ke Barat Daya
Pertempuran Pemerintah dan Houthi di Yaman, 117 Orang Tewas
Teguh Santosa: Tidak Benar Putin Kritik Prabowo
Hakaaston Salurkan Air Bersih untuk Desa Sidodadi
Polres Mesuji Lakukan Penyiraman Jalan Utama, Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Erupsi GAK  
Indonesia Tampil di Pameran Industri Energi Internasional

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 23:56 WIB

Israel Serang Lebanon Selatan, 11 Tewas 5 Luka-luka

Senin, 7 September 2026 - 23:12 WIB

Mengintip Keramaian Grand Canal Venesia

Senin, 7 September 2026 - 22:48 WIB

Pantau Erupsi GAK via Satelit, Tim Unila: Abu Bergerak ke Barat Daya

Senin, 7 September 2026 - 22:03 WIB

Pertempuran Pemerintah dan Houthi di Yaman, 117 Orang Tewas

Senin, 7 September 2026 - 21:27 WIB

Teguh Santosa: Tidak Benar Putin Kritik Prabowo

Berita Terbaru


Seorang pria terlihat di dekat reruntuhan pascaserangan Israel di Tyre, Lebanon, pada 23 Maret 2025. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Israel Serang Lebanon Selatan, 11 Tewas 5 Luka-luka

Senin, 7 Sep 2026 - 23:56 WIB

Sejumlah orang berpartisipasi dalam lomba perahu Regata Storica di Venesia, Italia, pada 6 September 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Mengintip Keramaian Grand Canal Venesia

Senin, 7 Sep 2026 - 23:12 WIB

Citra sebaran abu viulkanis dari Himawari-9 tanggal 6 September 2026 Pukul 01:00 UTC (sumber: BMKG).

#indonesiaswasembada

Pantau Erupsi GAK via Satelit, Tim Unila: Abu Bergerak ke Barat Daya

Senin, 7 Sep 2026 - 22:48 WIB


Foto yang bersumber dari Pusat Media Houthi ini memperlihatkan peluncuran rudal yang diduga mengarah ke Mocha, Yaman, pada 9 Agustus 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Pertempuran Pemerintah dan Houthi di Yaman, 117 Orang Tewas

Senin, 7 Sep 2026 - 22:03 WIB

#indonesiaswasembada

Teguh Santosa: Tidak Benar Putin Kritik Prabowo

Senin, 7 Sep 2026 - 21:27 WIB