Sempat Non Aktif, 6000 JKN-KIS Di Mesuji Sudah Bisa Digunakan

Rabu, 16 Maret 2022 | 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Nara J Afkar
MESUJI – Sebanyak 6.000 peserta penerima bantuan iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang sempat Dinon-aktifkan, saat ini telah aktif kembali setelah Dinas Sosial Kabupaten Mesuji mengusulkan kembali sebanyak 6 ribu peserta PBI tersebut kepada pihak Kementerian Sosial (Kemensos).

Sebelumnya, JKN-KIS di Mesuji status kepesertaannya dinonaktifkan beberapa waktu lalu. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mesuji Prasetyo Yura melalui kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi sosial Marhakim.

Menurut Marhakim Kementrian Sosial beberapa waktu lalu sempat menonaktifkan status kepesertaan dari 6.000 peserta PBI yang iurannya dibayar menggunakan APBN dari jumlah total penerima PBI di Kabupaten Mesuji yang berjumlah 50.138 peserta.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Madya dari BKN

Penonaktifan ini, kata dia, dikarenakan persoalan data, namun Dinas Sosial telah melakukan verifikasi dan validasi data peserta yang dinonaktifkan.

“Hasil verifikasi dan validasi data yang dilakukan, telah diusulkan kembali dan sekarang sudah kembali aktif, dan bisa digunakan kembali oleh masyarakat,” ujarnya, Rabu (16/03/2022).

Selain itu menurutnya, saat ini Di Mesuji peserta penerima PBI yang iurannya dibiayai oleh APBN ada sebanyak 50.138 peserta.

“Langkah yang kita ambil untuk membantu peserta yang kepersertaannya di nonaktifkan, yakni dengan meminta bantuan dari pihak desa untuk ikut membantu melakukan verifikasi dan validasi data. Hasilnya, alhamdulillah saat ini sudah kembali aktif lagi,” imbuhnya.

Baca Juga:  Senegal Menang Besar atas Irak

Sementara Zakaria salah satu warga yang melakukan pengaktifan kembali PBI JKN-KIS mengaku senang akhirnya JKN-KIS yang dia miliki sudah aktif kembali dan sudah bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis.

“Alhamdulillah, kartu KIS nya setelah di verifikasi ulang datanya hari ini, sudah kembali aktif dan bisa digunakan,”singkatnya. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Rafflesia Investasi Indonesia Kelola Tol Bakter
Pemprov Lampung Tegaskan Komitmen Dukung Pelestarian Budaya Melalui Pesenggiri Festival 2026
Jumat Berkah, Satlantas Porles Mesuji Gelar Kegiatan TASI BERKAH PRESISI
Sembelih Satwa Dilindungi Jenis Tapir, 4 Warga Mesuji Terancam Pidana 15 Tahun Penjara
Program Revitalisasi Rp1 Miliar SMKN 2 Kotabumi Bermasalah?
Jelang Pembukaan Sekolah Rakyat, Wagub Jihan Pastikan Kesiapan Akademik dan Sosial Peserta Didik
Purnama Wulan Sari Mirza Dukung Gerakan Sejuta Vaksin HPV, Dorong Perempuan Peduli Kesehatan
Terkait Kemunculan Tapir di Kawasan Register 45, Begini Himbauan Camat Mesuji Timur

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:18 WIB

Rafflesia Investasi Indonesia Kelola Tol Bakter

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:04 WIB

Pemprov Lampung Tegaskan Komitmen Dukung Pelestarian Budaya Melalui Pesenggiri Festival 2026

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:56 WIB

Jumat Berkah, Satlantas Porles Mesuji Gelar Kegiatan TASI BERKAH PRESISI

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:08 WIB

Sembelih Satwa Dilindungi Jenis Tapir, 4 Warga Mesuji Terancam Pidana 15 Tahun Penjara

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:18 WIB

Program Revitalisasi Rp1 Miliar SMKN 2 Kotabumi Bermasalah?

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Rafflesia Investasi Indonesia Kelola Tol Bakter

Jumat, 3 Jul 2026 - 20:18 WIB

Satlantas Polres Mesuji, Polda Lampung, menggelar kegiatan bakti sosial TASI BERKAH PRESISI atau sedekah Jumat, dengan membagikan puluhan paket sembako langsung kepada masyarakat kurang mampu yang berada di wilayah Hukum Polres Mesuji, jumat (03/07/2026).[Nya]

#indonesiaswasembada

Jumat Berkah, Satlantas Porles Mesuji Gelar Kegiatan TASI BERKAH PRESISI

Jumat, 3 Jul 2026 - 18:56 WIB

Program revitalisasi satuan pendidikan di SMKN 2 Kotabumi senilai Rp1 miliar lebih yang bersumber dari APBN 2026 diduga terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan hingga mengarah pada indikasi korupsi.[Ra]

#indonesiaswasembada

Program Revitalisasi Rp1 Miliar SMKN 2 Kotabumi Bermasalah?

Jumat, 3 Jul 2026 - 12:18 WIB