MESUJI – Terkait kemunculan Satwa dilindungi Tapir, di wilayah kawasan Register 45, Sungai Buaya, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, yang video nya sempat viral dan menghebohkan jahat maya di bumi raganya begawe caram itu, Camat Mesuji Timur, Yudian Murbantaka menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, kalaupun hewan Tapir muncul kembali, untuk melaporkan ke pihak yang berwajib atau berkompeten menangani hal ini.[De
“Kami pihak Kecamatan akan selalu melakukan pemantauan, bagi seluruh masyarakat Mesuji Timur apabila melihat atau menemukan satwa tersebut muncul kembali agar tetap waspada dan tidak melakukan hal-hal yang dapat menyakiti atau membuat satwa tersebut takut sehingga merasa terancam dan bisa tak terkendali,”himbau Yudian, kamis (02/07/2026).
Menurutnya, keberadaan Tapir tersebut harus dijaga dan dilindungi karena tergolong satwa liar yang hampir punah populasi nya di wilayah Indonesia ini. Untuk itu, pihaknya memastikan akan selalu memantau dan berkoordinasi dengan pihak terkait yang berkompeten dalam menangani satwa tersebut.
Sebelumnya diberitakan, jagat maya dan masyarakat Kabupaten Mesuji di hebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seekor tapir (_Tapirus indicus_), satwa liar yang dilindungi, berada di tengah Jalan Lintas Timur kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, viral di media sosial dan menarik perhatian masyarakat.
Dalam rekaman tersebut, tapir tampak diam di badan jalan sehingga menimbulkan anggapan bahwa satwa tersebut sedang kebingungan. Berdasarkan informasi yang beredar, sejumlah warga yang melintas kemudian berupaya menghalau tapir tersebut agar tidak berada terlalu lama di badan jalan guna menghindari risiko tertabrak kendaraan. Setelah diarahkan secara perlahan, tapir akhirnya berlari meninggalkan lokasi dan kembali memasuki kawasan hutan di sekitar Register 45.
Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung, Itno Itoyo, S.Hut., M.Sc., menjelaskan, berdasarkan keterangan Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama, Irhamuddin, S.P., perilaku tapir yang terlihat diam atau bergerak perlahan bukan berarti satwa tersebut kebingungan. Tapir merupakan satwa nokturnal yang lebih aktif pada malam hari dan umumnya beristirahat pada siang hari. Oleh karena itu, apabila dijumpai pada siang hari, gerakannya dapat terlihat lambat atau tampak seperti mengantuk.
Selain itu, tapir memiliki kemampuan penglihatan yang relatif terbatas. Satwa ini lebih mengandalkan indera penciuman dan pendengaran untuk mengenali kondisi di sekitarnya. Karena itu, tapir sering berhenti sejenak, mengendus udara, lalu bergerak secara hati-hati sebelum melanjutkan perjalanan. Perilaku tersebut kerap disalahartikan sebagai tanda kebingungan atau kehilangan arah. Padahal, secara alami tapir merupakan satwa yang berkarakter tenang dan cenderung menghindari konflik. Saat berhadapan dengan manusia, tapir umumnya memilih menghindar dari pada bersikap agresif.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Balai KSDA Bengkulu, Agung Nugroho, S.Si., M.A., menyampaikan bahwa kemunculan tapir di sekitar Jalan Lintas Timur Register 45 menunjukkan masih adanya populasi satwa tersebut di lanskap hutan Mesuji. Namun demikian, kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa habitat satwa liar berbatasan langsung dengan berbagai aktivitas manusia sehingga diperlukan upaya bersama untuk menjaga kelestarian kawasan hutan beserta koridor alami yang menjadi jalur pergerakan satwa.
“Kemunculan tapir di sekitar jalan tidak selalu menunjukkan bahwa satwa tersebut keluar dari habitatnya atau kehilangan arah. Jalan tersebut berbatasan langsung dengan habitat alami tapir sehingga perjumpaan antara manusia dan satwa liar masih sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, menjaga kelestarian habitat dan konektivitas koridor satwa merupakan bagian penting dalam upaya konservasi agar satwa dapat tetap bergerak, mencari pakan, dan berkembang biak secara alami tanpa memicu konflik dengan manusia,” ujar Agung.
Berdasarkan hasil survei dan identifikasi flora dan fauna yang dilaksanakan Seksi KSDA Wilayah III Lampung pada Januari 2024 di kawasan PT Silva Inhutani Lampung dalam rangka penilaian Nilai Konservasi Tinggi (High Conservation Value/HCV), keberadaan tapir di kawasan Register 45 Mesuji memang telah teridentifikasi. Kemunculan tapir di badan jalan diduga berkaitan dengan aktivitas pergerakan satwa yang melintasi koridor habitatnya, yang berbatasan langsung dengan Jalan Lintas Timur. Kondisi tersebut menjadi pengingat bagi para pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan hutan, terutama pada pagi, sore, maupun malam hari ketika satwa liar berpotensi melakukan aktivitas.
Tapir merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Sehubungan dengan itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengejar, menangkap, melukai, memberi makan, maupun mengganggu satwa liar yang dijumpai di jalan atau di sekitar permukiman. Tindakan tersebut berpotensi menyebabkan satwa mengalami stres, bersikap defensif, atau berpindah ke lokasi yang lebih berbahaya.
Agung Nugroho juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada Balai KSDA Bengkulu, Resor KSDA terdekat, atau aparat pemerintah setempat apabila menjumpai satwa liar yang berada di sekitar permukiman maupun badan jalan dan berpotensi membahayakan keselamatan satwa maupun masyarakat. Balai KSDA Bengkulu akan menindaklanjuti setiap laporan melalui langkah mitigasi dan kajian lapangan sesuai dengan prosedur penanganan konflik manusia dan satwa liar.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian habitat satwa liar serta meminimalkan gangguan terhadap koridor alami yang digunakan satwa untuk berpindah tempat. Meskipun terlihat tenang atau seolah-olah kebingungan, tapir merupakan satwa yang memiliki kemampuan mengenali jalur menuju sumber pakan, sumber air, dan lokasi berlindung di habitat alaminya. Dukungan seluruh pihak dalam menjaga habitat dan memberikan ruang gerak yang aman bagi satwa liar merupakan bagian penting dari upaya pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.[]
Penulis : Nara J Afkar
Editor : Desty Efriyani
Sumber Berita : Mesuji


![Terkait kemunculan Satwa dilindungi Tapir, di wilayah kawasan Register 45, Sungai Buaya, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji,[De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260702_214708.jpg)


![Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, mengikuti vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dosis ketiga dalam pelaksanaan Gerakan Sejuta Vaksin HPV bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) KORPRI ke-54.[De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260702-WA01461-225x129.jpg)
![Terkait kemunculan Satwa dilindungi Tapir, di wilayah kawasan Register 45, Sungai Buaya, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji,[De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260702_214708-225x129.jpg)
![Komandan Skadron 12/Amur Jaya Yudha Letkol Cpn Bayu Anindito Adi Nugroho, M.Han., M.H.I., berfoto bersama personel Skadron 12/AJY, aparatur Kampung Ramsai, dan warga usai peresmian bantuan pembangunan kamar mandi layak huni bagi keluarga kurang mampu di Kampung Ramsai, Kecamatan Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, Selasa (30/6/2026). [Rm]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260702-WA0139-225x129.jpg)
![viral video memperlihatkan aksi memprihatinkan pembataian seekor Tapir (Tapirus indicus), di Jalan Lintas Timur, kawasan Register 45, Sungai Buaya, Kabupaten Mesuji.[Na]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260702-WA0174-225x129.jpg)
![Pemerintah Kabupaten Lampung Utara secara resmi menutup Football Festival Bupati Cup Tahun 2026 kategori usia 13, 16 dan 17 tahun di Lapangan Sepak Bola Kimal Lampung, Kecamatan Kotabumi Utara, Rabu 1 Juli 2026.[Ra].](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-02-at-15.03.08-225x129.jpeg)

![Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, mengikuti vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dosis ketiga dalam pelaksanaan Gerakan Sejuta Vaksin HPV bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) KORPRI ke-54.[De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260702-WA01461-129x85.jpg)
![Terkait kemunculan Satwa dilindungi Tapir, di wilayah kawasan Register 45, Sungai Buaya, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji,[De]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260702_214708-129x85.jpg)
![Komandan Skadron 12/Amur Jaya Yudha Letkol Cpn Bayu Anindito Adi Nugroho, M.Han., M.H.I., berfoto bersama personel Skadron 12/AJY, aparatur Kampung Ramsai, dan warga usai peresmian bantuan pembangunan kamar mandi layak huni bagi keluarga kurang mampu di Kampung Ramsai, Kecamatan Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, Selasa (30/6/2026). [Rm]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260702-WA0139-129x85.jpg)
![viral video memperlihatkan aksi memprihatinkan pembataian seekor Tapir (Tapirus indicus), di Jalan Lintas Timur, kawasan Register 45, Sungai Buaya, Kabupaten Mesuji.[Na]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260702-WA0174-129x85.jpg)


