Gubernur Lampung Komitmen Optimalkan Modernisasi dan Hilirisasi Pertanian

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GUBERNUR Lampung Komitmen Optimalkan Modernisasi dan Hilirisasi Pertanian [Nr]

GUBERNUR Lampung Komitmen Optimalkan Modernisasi dan Hilirisasi Pertanian [Nr]

MESUJI – Pemerintah Provinsi Lampung terus berkomitmen mengoptimalkan sektor agraris dan meningkatkan kesejahteraan petani daerah melalui akselerasi program modernisasi dan hilirisasi sektor pertanian. Komitmen ini ditegaskan secara langsung oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal usai melakukan peninjauan lapangan dan simulasi pemanfaatan teknologi modern drone penyemprot Pupuk Organik Cair (POC) di kawasan persawahan Desa Pangkal Mas, Kecamatan Mesuji Timur, Rabu (24/6/26).

Dalam dialog tatap muka bersama para kelompok tani setempat, Gubernur mengapresiasi keberhasilan implementasi POC hayati cair yang secara nyata mampu mendongkrak hasil panen warga. Tercatat, dari basis luasan lahan sawah sekitar 1.000 hektar di wilayah tersebut, total produksi gabah melonjak tinggi dari semula sebesar 5.000 ton menjadi 7.000 ton.

“Jadi kalau 1.000 hektar dipakai semua, tadinya produksinya 5.000 ton sekarang jadi 7.000 ton. Ada tambahan 1,4 miliar buat dibagikan ke petani di seluruh desa,” jelas Gubernur di hadapan para petani.

Melihat capaian impresif tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menginstruksikan jajaran dinas terkait bersama pemerintah kabupaten untuk mendorong peningkatan indeks pertanaman dari dua kali panen menjadi tiga kali panen (IP300) dalam setahun. Gubernur meminta sinergi yang kompak dari aparatur desa serta dinas teknis agar target-target percepatan tanam tahun ini berjalan dengan optimal.

Baca Juga:  BPN Mesuji Hadiri Rakor Penyelesaian Konflik Agraria PPA vs Desa Sungai Cambai

Terkait keluhan para petani mengenai kendala serangan hama tikus yang kerap menggagalkan peningkatan masa tanam, Pemerintah Provinsi Lampung bergerak cepat memberikan solusi taktis jangka pendek dan jangka panjang.

Melalui dinas pertanian, pemerintah mendistribusikan bantuan logistik berupa seperempat ton belerang untuk penanganan darurat serta merencanakan pembangunan Rumah Burung Hantu (Rubuha) sebagai langkah mitigasi jangka panjang.

“Tahun ini kita usahakan tiga kali. Oke. Kasih burung hantu… Rubuha. Sama belerang. Kompak ya Pak. POC-nya dipakai,” tegas Gubernur.

Sementara itu, perwakilan masyarakat tani Desa Pangkal Mas mengutarakan rasa terima kasih atas dukungan nyata pemerintah daerah dalam menekan pengeluaran budidaya padi sawah. Berkat dukungan program teknologi pupuk hayati cair ini, beban operasional produksi petani dapat dipangkas secara drastis dari ratusan ribu rupiah menjadi puluhan ribu rupiah per hektarnya.

Baca Juga:  Duka di Yahukimo: Lagi, Tiga Warga Sipil jadi Korban

Petani juga menaruh harapan besar agar pemerintah daerah bersedia memfasilitasi uji laboratorium berkala bagi beras lokal yang diproduksi murni tanpa menggunakan bahan pestisida kimia sejak tahun 2014 guna mendongkrak nilai tambah ekonomi dari aspek harga jual pasar.

“Minta tolong Pak Gubernur untuk memfasilitasi agar apa yang kami angan-angankan di beras kami, karena di usaha organik itu ada nilai plusnya dari segi harga. Terima kasih atas teknologinya pupuk hayati cair yang sangat bermanfaat dan mengurangi biaya produksi pangan kami. Semoga Lampung dipimpin Bapak Rahmat Mirzani Djausal jadi lumbung pangan nasional,” pungkas perwakilan petani.

Di samping pembenahan sektor pertanian organik dan pengendalian hama terpadu, Gubernur turut menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung senantiasa mendengar aspirasi masyarakat Mesuji mengenai kelancaran aksesibilitas ekonomi daerah, termasuk komitmen percepatan pembenahan dan peningkatan infrastruktur jalan poros utama di wilayah setempat.


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Desty


Sumber Berita : Mesuji

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Polres Mesuji Bantu Air Bersih untuk Warga Desa Labuhan Permai
19 Tahun Warga Menanti, Bupati Egi Pastikan Akses Baru Ranji Diperbaiki Tahun Ini
Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur
Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI
Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF
Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU
Bahaya, Wabah Flu Burung Naik Lagi
Rial Kalbadi Pimpin Langit Biru Indonesia ASRI Way KananĀ 

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 23:25 WIB

Polres Mesuji Bantu Air Bersih untuk Warga Desa Labuhan Permai

Minggu, 9 Agustus 2026 - 22:26 WIB

19 Tahun Warga Menanti, Bupati Egi Pastikan Akses Baru Ranji Diperbaiki Tahun Ini

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:14 WIB

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF

Berita Terbaru

Bagi-bagi Air di Musim Kemarau [Nr]

#indonesiaswasembada

Polres Mesuji Bantu Air Bersih untuk Warga Desa Labuhan Permai

Minggu, 9 Agu 2026 - 23:25 WIB

Pasukan Houthi di Yaman

#indonesiaswasembada

Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur

Minggu, 9 Agu 2026 - 17:22 WIB

Sekdaprov Dr Marindo Kurniawan Saat Membaca Sambutan Gubernur Lampung di FKPP di Lampung Selatan [Lin]

#indonesiaswasembada

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI

Minggu, 9 Agu 2026 - 10:14 WIB

Ilustrasi Berita Mata-Mata

#indonesiaswasembada

Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF

Minggu, 9 Agu 2026 - 09:48 WIB