Sekretariat Parlemen Korsel Pelajari Proses Legislasi ke PUU DPR RI

Selasa, 30 April 2024 | 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Pusat Perancangan Undang-Undang (PUU) Badan Keahlian (BK) Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI secara resmi menerima kunjungan Sekretariat Parlemen Korea Selatan dalam rangka ingin mempelajari proses legislasi yang ada di Parlemen Indonesia. Merespon hal itu, Kepala PUU Badan Keahlian DPR RI Lidya Suryani Widayati menerangkan proses perancangan RUU yang ada di Indonesia diantaranya memiliki proses adanya tahap Naskah Akademik yang memuat landasan filosofis, sosiologis hingga yuridis.

“Tadi hasil diskusi kita baru tahu ternyata mereka itu setiap perancangan Undang-Undang tidak menggunakan Naskah Akademik. Jadi Indonesia justru lebih perfect, karena setiap RUU perlu disertai dan wajib ada Naskah Akademik, dimana itu memuat landasan filosofis, sosiologis, yuridis dan hal-hal yang harus ada dalam UU latar belakangnya seperti apa,” ungkap Lidya saat diwawancarai usai pertemuan di Ruang PUU Badan Keahlian DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (29/4).

Baca Juga:  Mengunjungi Fasilitas Pelatihan Robot Baru di Cixi

Tak hanya itu, Lidya juga menjelaskan bahwasanya DPR RI memiliki pengaturan berupa carry over sebagaimana diatur dalam UU Nomor 15 Tahun 2019 yang mana aturan tersebut belum dimiliki oleh Sekretariat Parlemen Korea Selatan. Selain carry over, tuturnya, Parlemen Indonesia juga memiliki keunggulan adanya metode omnibus law.

“Ketika kita sudah ada pengaturan carry over di UU Nomor 15 2019, mereka tidak ada. Jadi kalau belum selesai di periode saat ini, di Indonesia itu dimungkinkan bisa langsung dilanjutkan oleh periode (selanjutnya). Dan itu terjadi ketika pembahasan RUU KUHP dan RUU Pemasyarakatan dan sudah disahkan di tahun 2023. RUU KUHP dan Pemasyarakatan termasuk juga metode omnibus, mereka (Parlemen Korsel ) tidak mengenal itu,” tukasnya.

Sebelumnya, Sekretariat Parlemen Korea Selatan saat pertemuan dipimpin ‘Deputy Director General of Social and Cultural Legislation’ Ryu Seungwoo menyampaikan maksud tujuan kunjungan. “Kami ingin menjelaskan peran yang kami yang bertugas untuk mengumpulkan beberapa negara khususnya prosedur legislasi atau kebijakan-kebijakan khusus yang ada di luar negeri kami kumpulkan dan begitu segera kami membahas, kami aplikasikan ke proses legislasi kami,” paparnya.

Baca Juga:  12 Raperda Inisiatif DPRD Lampung Sasar Sektor Strategis

Terkait hal itu, Ryu Seungwoo juga lantas menanyakan sejauh mana upaya dan inisiatif yang telah dilakukan oleh DPR RI dalam mengatasi berbagai isu terkini. Salah satunya dalam sektor lingkungan hidup. Menjawab pertanyaan itu, Lidya memaparkan DPR RI telah meratifikasi UU Nomor 16 Tahun 2016 tentang Pengesahan ‘Paris Agreement to The United Nations Framework Convention On Climate Change’.

Indonesia juga telah mengatur peraturan perundangan yang terkait dan mendukung implementasi Perjanjian Paris. Peraturan tersebut didukung oleh peraturan perundang-undangan nasional yang relevan baik dalam bentuk UU, Peraturan Pemerintah, Peraturan Daerah dan beberapa UU yang kini telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas).##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

186 PT Vokasi Indonesia Pakai Standar AI Tiongkok-Indonesia
Film Ageman Merestrukturisasi Logika dengan Mistika
Arab Saudi Gempur Houthi Yaman 300 an Kali dalam Sepekan ini
Trump Larang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih
Bangga! Pocil Polres Mesuji Raih Juara Umum II di Ajang Polisi Cilik Tingkat Polda Lampung  
Peringati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke 71, Ditlantas Polda Lampung Gelar Lomba Pocil 
Panglima TNI Kunjungi ITS Giuseppe Garibaldi, Lampung Kelak jadi Pangkalan Kapal Induk Ini
Puspom TNI Perkuat Pengamanan Wallakir

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 23:14 WIB

186 PT Vokasi Indonesia Pakai Standar AI Tiongkok-Indonesia

Sabtu, 19 September 2026 - 22:25 WIB

Film Ageman Merestrukturisasi Logika dengan Mistika

Sabtu, 19 September 2026 - 22:23 WIB

Arab Saudi Gempur Houthi Yaman 300 an Kali dalam Sepekan ini

Sabtu, 19 September 2026 - 14:41 WIB

Trump Larang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

Sabtu, 19 September 2026 - 13:32 WIB

Bangga! Pocil Polres Mesuji Raih Juara Umum II di Ajang Polisi Cilik Tingkat Polda Lampung  

Berita Terbaru


Foto yang diabadikan pada 7 Agustus 2026 ini menunjukkan seorang dosen kejuruan asal Indonesia berjabat tangan dengan sebuah robot humanoid saat berkunjung ke sebuah perusahaan AI berwujud yang terletak di Kota Liuzhou, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, Tiongkok selatan. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

186 PT Vokasi Indonesia Pakai Standar AI Tiongkok-Indonesia

Sabtu, 19 Sep 2026 - 23:14 WIB

Ken Stiawan Sutradara FIlm Ageman

#indonesiaswasembada

Film Ageman Merestrukturisasi Logika dengan Mistika

Sabtu, 19 Sep 2026 - 22:25 WIB

Peperangan di Yaman dan Houthi Yaman

#indonesiaswasembada

Arab Saudi Gempur Houthi Yaman 300 an Kali dalam Sepekan ini

Sabtu, 19 Sep 2026 - 22:23 WIB

Presiden AS Larangan Beberapa media liputan di Gedung Putih. Menurutnya larangan itu karena media tersebut sering membuat laporan palsu.[Xinhua]

#indonesiaswasembada

Trump Larang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

Sabtu, 19 Sep 2026 - 14:41 WIB