Refleksi Ramadhan ala Firman Soebagyo Wakil Ketua F-Golkar MPR

Selasa, 10 Maret 2026 | 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PATI – Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar di MPR Firman Soebagyo, menegaskan bahwa bulan Ramadan harus dimaknai bukan hanya sebagai momentum ibadah, tetapi juga sebagai ruang refleksi kebangsaan untuk memperkuat penghayatan dan pengamalan ideologi Pancasila di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal itu disampaikan Firman dalam kegiatan reses Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang menyoroti pentingnya wawasan kebangsaan serta refleksi Ramadhan terhadap pemahaman ideologi Pancasila.

Menurut Firman, MPR RI memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tidak berhenti sebagai simbol negara, tetapi benar-benar hidup dalam kebijakan negara dan perilaku masyarakat.

“MPR harus terus hadir menyosialisasikan nilai-nilai Pancasila kepada seluruh elemen bangsa, baik melalui seminar, dialog publik, maupun kegiatan kebangsaan lainnya. Pancasila tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa,” tegasnya, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, penguatan ideologi Pancasila juga harus tercermin dalam arah kebijakan negara. MPR, kata dia, memiliki peran strategis untuk memastikan setiap kebijakan nasional sejalan dengan nilai-nilai Pancasila serta berpihak pada kesejahteraan rakyat.

Baca Juga:  Perluas Pasar, KKN UIN Bantu Branding Bambu di Kedaung

Selain itu, Firman juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi. Menurutnya, dialog publik dan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan merupakan bagian dari implementasi sila keempat Pancasila tentang musyawarah dan perwakilan.

“Demokrasi yang sehat harus melibatkan rakyat. Karena itu MPR juga harus mengawasi implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa serta memberikan rekomendasi jika terjadi penyimpangan,” ujarnya.

Dalam konteks Ramadhan, Firman menilai bulan suci ini sangat relevan untuk merefleksikan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila.

Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, tercermin melalui peningkatan keimanan dan ketakwaan selama Ramadhan. Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, diwujudkan melalui kepedulian sosial, berbagi kepada sesama, dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Sementara sila ketiga, Persatuan Indonesia, menurut Firman harus diwujudkan dengan memperkuat persaudaraan dan menghindari konflik sosial yang dapat merusak persatuan bangsa.

Baca Juga:  Siswa dan Guru SMPN 5 Rembang Terserang Diare, Komisi IX Soroti Keamanan MBG

“Ramadhan juga mengajarkan pentingnya musyawarah dan kebijaksanaan sebagaimana sila keempat, serta mendorong lahirnya keadilan sosial sebagaimana sila kelima Pancasila,” kata Firman.

Ia juga menyoroti praktik toleransi yang selama ini tumbuh di masyarakat, salah satunya di Kabupaten Pati, di mana kalangan masyarakat Tionghoa secara konsisten menunjukkan solidaritas sosial dengan membagikan takjil dan menggelar buka puasa bersama di kawasan klenteng.

Menurut Firman, praktik tersebut merupakan contoh nyata bahwa nilai Pancasila hidup di tengah masyarakat lintas agama dan budaya.

“Inilah wajah Indonesia yang sebenarnya. Toleransi, gotong royong, dan kepedulian sosial. Semangat seperti ini harus terus dirawat agar persatuan bangsa tetap kokoh,” tegasnya.

Firman menambahkan, jika nilai-nilai Pancasila terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, maka bangsa Indonesia tidak hanya kuat secara politik, tetapi juga memiliki fondasi moral dan sosial yang kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan. []


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : MPR

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Polres Mesuji Bantu Air Bersih untuk Warga Desa Labuhan Permai
19 Tahun Warga Menanti, Bupati Egi Pastikan Akses Baru Ranji Diperbaiki Tahun Ini
Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur
Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI
Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF
Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU
Bahaya, Wabah Flu Burung Naik Lagi
Rial Kalbadi Pimpin Langit Biru Indonesia ASRI Way Kanan 

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 23:25 WIB

Polres Mesuji Bantu Air Bersih untuk Warga Desa Labuhan Permai

Minggu, 9 Agustus 2026 - 22:26 WIB

19 Tahun Warga Menanti, Bupati Egi Pastikan Akses Baru Ranji Diperbaiki Tahun Ini

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:14 WIB

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF

Berita Terbaru

Bagi-bagi Air di Musim Kemarau [Nr]

#indonesiaswasembada

Polres Mesuji Bantu Air Bersih untuk Warga Desa Labuhan Permai

Minggu, 9 Agu 2026 - 23:25 WIB

Pasukan Houthi di Yaman

#indonesiaswasembada

Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur

Minggu, 9 Agu 2026 - 17:22 WIB

Sekdaprov Dr Marindo Kurniawan Saat Membaca Sambutan Gubernur Lampung di FKPP di Lampung Selatan [Lin]

#indonesiaswasembada

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI

Minggu, 9 Agu 2026 - 10:14 WIB

Ilustrasi Berita Mata-Mata

#indonesiaswasembada

Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF

Minggu, 9 Agu 2026 - 09:48 WIB