Prajurit Marinir Siapkan Serbuan Amfibi Hancurkan Pantai Musuh

Sabtu, 9 September 2023 | 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Annisa

(Puspen TNI). Indonesia sebagai negara bahari mutlak membutuhkan militer yang kuat dan mumpuni untuk melindungi setiap jengkal garis pantai yang terbentang luas. Oleh karena itu TNI selalu meningkatkan profesionalisme, kemampuan dan responsivitas prajuritnya, salah satunya adalah prajurit Marinir yang saat ini tergabung dalam latihan gabungan multinasional terbesar sepanjang sejarah TNI yaitu Super Garuda Shield 2023.

Pada latihan ini prajurit Marinir melaksanakan on board Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Landing Platform Dock (LPD) berlayar lintas laut di perairan Selat Madura menuju medan latihan dan dengan kesiapan penuh untuk bertempur pada rangkaian Latgabma Super Garuda Shield 2023 di Asembagus Situbondo Jawa Timur. Jumat (08/09/2023).

Baca Juga:  'Kasih Tanpa Batas': Pesan Pdt Daniel di Film Ageman

Dengan kendaraan tempur (Ranpur) amfibi jenis LVT-7 A, prajurit Marinir berlayar dan siap bertempur menuju pantai pendaratan melaksanakan operasi pendaratan amfibi bersama tentara negara sahabat yang tergabung dalam Latgabma Super Garuda Shield tahun 2023.

Operasi pendaratan amfibi ini merupakan salah satu dari tahapan operasi yang memegang peranan sangat penting dalam keberlanjutan sebuah operasi bahkan kampanye militer. Oleh karena itu, operasi amfibi ini harus benar-benar dilakukan dengan cepat, cermat dan teliti serta membutuhkan kesiapan yang luar biasa baik dari perencanaan maupun pelaksanaan sampai kepada kehandalan pasukan yang melakukan pendaratan amfibi ini.

Baca Juga:  Benahi Tata Niaga Beras, Gubernur Mirza Dorong KDMP Terintegrasi dengan Perpadi dan Perbankan

Latihan bersama Komando Indo-Pasifik AS (INDOPACOM) yang juga melibatkan negara-negara kawasan, diharapkan dapat mengembangkan dan meningkatkan rasa saling percaya, pengertian dan juga kemampuan militer masing-masing negara sesuai tugas dan fungsi dalam mewujudkan kerja sama multilateral yang kuat, menjaga kawasan Indo-Pasifik yang kondusif, bebas dan terbuka. Terwujudnya stabilitas keamanan di kawasan akan membantu percepatan pertumbuhan ekonomi yang baik dan akan semakin mempercapat terwujudnya kesejahteraan bersama di kawasan. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Sekjen PBB Prihatin Atas Eskalasi di Yaman
Inflasi, Gubernur; Ini Bukan soal Angka, Tapi Rasa
IOC Rilis Panduan bagi Calon Tuan Rumah Olimpiade 2036
Tekan Microsleep, PT BTB Gelar Operasi Simpatik di KM 87 B
KPK Panggil Nusron Sebagai Saksi Kasus Korupsi HGB Bogor
Batik Indonesia Laris Manis di Chongqing
5 Bulan Disandera di Somalia, 4 ABK Asal Indonesia Tiba di Tanah Air
Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Motif Penyerangan Mahasiswa UI

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Sekjen PBB Prihatin Atas Eskalasi di Yaman

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Inflasi, Gubernur; Ini Bukan soal Angka, Tapi Rasa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:25 WIB

IOC Rilis Panduan bagi Calon Tuan Rumah Olimpiade 2036

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:18 WIB

Tekan Microsleep, PT BTB Gelar Operasi Simpatik di KM 87 B

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:20 WIB

KPK Panggil Nusron Sebagai Saksi Kasus Korupsi HGB Bogor

Berita Terbaru

Berita Utama

Sekjen PBB Prihatin Atas Eskalasi di Yaman

Rabu, 7 Okt 2026 - 21:39 WIB

Soal Inflasi Menurut Gubernur Bukan Soal Angka Melainkan Rasa, Daya Beli Rakyat Kut stsu Tidak. [PL]

Berita Utama

Inflasi, Gubernur; Ini Bukan soal Angka, Tapi Rasa

Rabu, 7 Okt 2026 - 21:34 WIB

Berita Utama

IOC Rilis Panduan bagi Calon Tuan Rumah Olimpiade 2036

Rabu, 7 Okt 2026 - 21:25 WIB

Operasi Simpatik Microsleep oleh PT BTB-Tujuannya mengurangi angka kecelakaan [BTB]

Berita Utama

Tekan Microsleep, PT BTB Gelar Operasi Simpatik di KM 87 B

Rabu, 7 Okt 2026 - 21:18 WIB

Berita Utama

KPK Panggil Nusron Sebagai Saksi Kasus Korupsi HGB Bogor

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:20 WIB