PPDB SMAN 3 Jalur Zonasi, Kembali Makan ‘Korban’

Rabu, 6 Juli 2022 | 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selama kurun waktu 3 tahun, dengan keterbatasan ekonomi, sang ayah yang bekerja serabutan berjuang untuk menyekolahkan anaknya hingga tamat SMP disana. Setelah lulus SMP tahun ini, N yang merupakan anak sulung dari 4 bersaudara ini mendaftarkan diri ke SMAN 3 Kotabumi melalui jalur Zonasi mengingat sekolah tersebut jarak tempuhnya yang sangat dekat dengan kediamannya sehingga kedepan, dalam angan-angannya bila diterima disekolah tersebut, dirinya bisa berjalan kaki ke sekolah guna menghemat biaya.

Namun saat hasil seleksi diumumkan pada hari Jum’at lalu, Ia berserta orang tuanya harus menerima kenyataan pahit, dirinya ditetapkan tidak lolos dalam pengumuman tersebut. Ia harus mengalah dengan peserta lain yang juga radius rumahnya sama persis dengannya yakni di angka 954 meter. Namun pada alamat yang tertera, peserta yang dinyatakan lulus seleksi dan diterima merupakan warga dari Kelurahan/Desa tetangga alias tidak satu domisili dengan wilayah sekolah tersebut walaupun masih satu kecamatan. Namun jika dibandingkan dengan peluangnya, secara kasat mata, seharusnya (N) lah yang menjadi prioritas dikarenakan masih sama-sama berdomisili di satu kelurahan yang sama. Hal itu didukung dengan banyaknya anak-anak yang ada dilingkungan tempat tinggalnya yang telah bersekolah disana, bahkan sudah ada yang menjadi alumni sekolah yang akrab disebut Smanthree ditelinga kaum pelajar disana.

Baca Juga:  APDESI Blambangan Pagar Apresiasi Kinerja PDTI

Mahyuni, selaku wali murid, saat disambangi dirumahnya, Selasa, (05/07) mengungkapkan kekecewaannya serta mencoba menerima keputusan yang sebenarnya miris baginya. Dengan keterbatasan kemampuan dan ekonomi, dirinya tetap yakin dan percaya Ia mampu menyekolahkan anaknya dan mengantarkan buah hatinya menuju gerbang masa depan yang cerah.

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Awal September, Lima Kades di Kecamatan RJU Mesuji Habis Masa Jabatannya
Warung ‘Roekoen’, Warisan Tionghoa Berusia Lebih dari Seabad
PC IMM Lampung Utara Kecam Orgen Tunggal Malam Hari, Desak Polres dan Bupati Tegakkan Aturan
APEC 2026 akan Fokus soal Inovasi dan Kerja Sama
Mahasiswa ITB ke Tiongkok, Belajar Masa Depan Berkelanjutan
Polisi Tindak Tegas DPO Narkoba Penyalahgunaan Senjata Api di Lampung Utara
Indonesia Ekspor Sarang Burung Walet ke Tiongkok
Jaga Pasokan Pangan, Satpol PP Lampung Pantau Pengiriman Gabah

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:26 WIB

Awal September, Lima Kades di Kecamatan RJU Mesuji Habis Masa Jabatannya

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:15 WIB

Warung ‘Roekoen’, Warisan Tionghoa Berusia Lebih dari Seabad

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:56 WIB

PC IMM Lampung Utara Kecam Orgen Tunggal Malam Hari, Desak Polres dan Bupati Tegakkan Aturan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:52 WIB

APEC 2026 akan Fokus soal Inovasi dan Kerja Sama

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Mahasiswa ITB ke Tiongkok, Belajar Masa Depan Berkelanjutan

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Awal September, Lima Kades di Kecamatan RJU Mesuji Habis Masa Jabatannya

Selasa, 25 Agu 2026 - 17:26 WIB

#indonesiaswasembada

Warung ‘Roekoen’, Warisan Tionghoa Berusia Lebih dari Seabad

Selasa, 25 Agu 2026 - 15:15 WIB

APEC China 2026

#indonesiaswasembada

APEC 2026 akan Fokus soal Inovasi dan Kerja Sama

Selasa, 25 Agu 2026 - 13:52 WIB

Foto yang diabadikan pada 3 Juli 2026 ini menunjukkan para mahasiswa ITB Indonesia sedang berinteraksi dengan seorang dosen di sebuah laboratorium di Universitas Tianjin, Kota Tianjin, Tiongkok utara. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Mahasiswa ITB ke Tiongkok, Belajar Masa Depan Berkelanjutan

Selasa, 25 Agu 2026 - 13:43 WIB