Catatan Doel Remos
KETIKA sebuah bangsa kehilangan identitas budayanya, maka itu seperti kehilangan arah dan tujuan. Tanda kehancuran satu bangsa pun makin dekat
Budaya adalah akar yang membuat kita kuat, yang membuat kita unik, dan yang membuat kita berbeda dari yang lain. Ketika kita kehilangan budaya, kita kehilangan jati diri kita, kita kehilangan nilai-nilai yang membuat kita menjadi manusia yang baik.
Kita harus menjaga dan melestarikan budaya kita, agar kita tidak kehilangan arah dan tujuan. Kita harus mengajarkan anak-anak kita tentang budaya kita, tentang sejarah kita, tentang nilai-nilai kita. Baru kita bisa membangun bangsa yang kuat dan bermartabat.
Yunani Kuno: Yunani Kuno dulunya adalah pusat kebudayaan dan peradaban, tapi setelah meninggalkan nilai-nilai budaya dan filosofinya, Yunani Kuno mengalami kemunduran dan akhirnya jatuh ke tangan Kekaisaran Romawi.
Mesir Kuno PUN memiliki budaya yang kaya dan kuat, tapi setelah ditaklukkan oleh bangsa Arab, Mesir meninggalkan banyak nilai-nilai budayanya dan akhirnya mengalami kemunduran.
Kerajaan Majapahit: Kerajaan Majapahit dulunya adalah salah satu kerajaan terbesar di Nusantara, tapi setelah meninggalkan nilai-nilai budaya dan agamanya, Majapahit mengalami kemunduran dan akhirnya jatuh ke tangan kerajaan-kerajaan kecil.
Kita bersyukur, budaya bahasa di Lampung kembali digaungkan. Program Kamis Beradat mudah-mudahan lebih diperkuat. Saya kagum dengan filosofi Sumatera Barat; falsafah hidup masyarakat Minangkabau yang menegaskan bahwa adat istiadat bersendikan syariat Islam, dan syariat Islam berlandaskan Al-Qur’an serta Sunnah. Indahnya.
Kedepan saya berharap, pemangku adat dapat juga jadi penentu arah pembangunan sosial politik, hukum dan lainnya. Tokoh adat dan budaya tidak tampil dalam simbol upacara. Melainkan menjadi kompas kehidupan berbangsa. Tabikpun []
Penulis : Doel Remos
Editor : Romy
Sumber Berita : Doel Remos dan Din Bacut
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
















