Polemik PPDB Online SMAN 01 Kotabumi Mulai Terkuak, Diduga Ada Jalur Khusus!

Selasa, 2 Juli 2024 | 23:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG UTARA – Polemik PPDB online tahun 2024 di SMA Negeri 01 Kotabumi akhirnya mulai menemui titik terang. Dugaan pengkondisian penerimaan peserta didik tersebut dibeberkan langsung oleh salah satu panitia seleksi PPDB online sekolah setempat.

Ketua Panitia PPDB online SMA Negeri 01 Kotabumi, inisial Y saat dikonfirmasi awak media mengatakan pada seleksi penerimaan peserta didik lewat jalur perpindahan tugas orang tua terdapat sebagian anak guru yang dititipkan. Meski kenyataan dilapangan, kebijakan tersebut tidak berlaku untuk semua tenaga pendidik disana.

“Kita periksa SK pindah tugasnya, Kartu Keluarga juga. Yang diterima lewat perpindahan tugas orang tua itu macam-macam, ada yang (perpindahan tugas) dari DPRD (Lampura), saya juga enggak ngerti ya. Ada juga yang (orang tuanya) pengawas sekolah Lampung Tengah ke Lampung Utara, orang tuanya dipindahkan tugas dinasnya. Anak kandung guru disini dimasukkan lewat jalur perpindahan tugas orang tua,” ungkap dia, belum lama ini.

Baca Juga:  Ziarah di TMP Kusuma Bangsa, Bupati Radityo Egi Serukan Semangat Pahlawan untuk Lampung Selatan yang Lebih Maju

Terkait dugaan pengkondisian anak guru diterima lewat jalur perpindahan tugas orang tua, dirinya mengaku sebelumnya pihaknya sempat protes ke pusat karena tidak ada jalur khusus untuk penerimaan peserta didik bagi anak guru.

“Kemarin pas ada monev (monitoring evaluasi) kami sempat protes, karena enggak ada jalurnya. Ada 5 orang anak guru yang dimasukkan lewat jalur perpindahan tugas orang tua, diberlakukan hanya beberapa persen saja. Wajarlah ya, masak kita (guru) ngajar anak orang, anak kita enggak,” terangnya.

“Total yang diterima ada 15 orang, termasuk yang anak guru. Pusing kami, anak kawan sendiri (kalau) enggak masuk, kami dicemberutin,” timpalnya lagi.

Selama proses pembukaan pendaftaran berlangsung, dirinya mengaku selalu melapor dan berkoordinasi dengan Kepala Sekolah (Kepsek) inisial SA.

“Dalam pantauan beliau (kepsek). Apapun tindakan saya, saya pasti lapor,” ujarnya.

Sementara itu, menurut penuturan sumber terpercaya yang juga kerabat pendaftar mengatakan keponakannya tidak bisa diterima di SMAN 01 Kotabumi meskipun secara notabene orang tua pendaftar merupakan tenaga pendidik disana dengan dalih tidak ada kuota untuk anak guru.

Baca Juga:  Kepala BPBD Lampung Aswarodi: Tenang.......

“Keponakan saya tidak diterima di SMAN 01 Kotabumi, padahal orang tuanya merupakan bagian dari sekolah itu juga. Sampai nangis-nangis minta tolong supaya anak kandungnya bisa diterima, tapi katanya enggak bisa, karena enggak ada kuotanya. Bahasa tidak ada kuota itu keluar dari mulut Kepsek,” kata sumber, Selasa, (02/07).

“Disarankan untuk dititipkan ke sekolah lain, nanti kalau sudah masuk, dipindahkan lagi ke SMAN 01 Kotabumi pas semester II. Tapi kami lebih memilih untuk legowo,” beber sumber.

Hingga berita ini ditayangkan, oknum Kepsek inisial SA belum dapat dikonfirmasi. Demi keberimbangan pemberitaan, awak media masih akan berupaya mendapatkan klarifikasi terkait persoalan dimaksud.##


Penulis : Rudi Alfian


Editor : Nara


Sumber Berita : Lampung Utara

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

RUU Reforma Agraria Didorong Jadi Solusi, DPR Soroti Regulasi Tumpang Tindih
Kapolres Mesuji Pimpin Langsung Pemadaman 13 Titik Kebakaran Lahan Status High
Eks Tenaga Ahli Ketua Komisi XI DPR Bantah Isu Penjualan Pita Cukai Rokok
Arthur Samosir, Tokoh Pemuda Batak Bersatu Turut Bintangi Film Toleransi Ageman
DPD Apresiasi Kemensos Libatkan Masyarakat Dalam Pemuktahiran Data
Daniel Priyadinata Bantah Isu Bakal Maju Jadi Ketua DPC Demokrat Lampung Utara
Kajari Lampung Selatan Serahkan Penetapan Perwalian, Dinas Sosial Kawal Hak Delapan Anak Yayasan Bussaina Lampung
KPK OTT Kasus HGB Di Bogor Sita Uang Tunai Ratusan Miliar Rupiah

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 18:02 WIB

RUU Reforma Agraria Didorong Jadi Solusi, DPR Soroti Regulasi Tumpang Tindih

Selasa, 15 September 2026 - 17:58 WIB

Kapolres Mesuji Pimpin Langsung Pemadaman 13 Titik Kebakaran Lahan Status High

Selasa, 15 September 2026 - 15:52 WIB

Eks Tenaga Ahli Ketua Komisi XI DPR Bantah Isu Penjualan Pita Cukai Rokok

Selasa, 15 September 2026 - 14:27 WIB

Arthur Samosir, Tokoh Pemuda Batak Bersatu Turut Bintangi Film Toleransi Ageman

Selasa, 15 September 2026 - 14:23 WIB

DPD Apresiasi Kemensos Libatkan Masyarakat Dalam Pemuktahiran Data

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

RUU Reforma Agraria Didorong Jadi Solusi, DPR Soroti Regulasi Tumpang Tindih

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:02 WIB

#indonesiaswasembada

Kapolres Mesuji Pimpin Langsung Pemadaman 13 Titik Kebakaran Lahan Status High

Selasa, 15 Sep 2026 - 17:58 WIB

#indonesiaswasembada

Eks Tenaga Ahli Ketua Komisi XI DPR Bantah Isu Penjualan Pita Cukai Rokok

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:52 WIB

#indonesiaswasembada

DPD Apresiasi Kemensos Libatkan Masyarakat Dalam Pemuktahiran Data

Selasa, 15 Sep 2026 - 14:23 WIB