BANDARLAMPUNG- Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fredy, didampingi Pj. Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Lampung, Siti Fatimah Fredy, mengikuti senam bersama yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Lampung di Lapangan Korpri, Jumat (28/02/2025).
Kegiatan ini menjadi momen berpamitan Fredy menjelang masa purna tugasnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam sambutannya, Fredy menyampaikan permohonan maaf dan pesan kepada seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Terkait jabatan Sekdaprov, dari sembilan nama, kini tersisa 5 nama yang akan terus berjuang memperebutkan kursi dimaksud.
“Pada kesempatan ini, ada beberapa hal yang mungkin terkait dengan saya selaku Sekda Provinsi Lampung. Karena pada hari ini saya pensiun sebagai PNS, karena saya sudah berumur 60 tahun,” ujarnya.
Fredy, yang telah mengabdi selama 35 tahun, mengenang perjalanan karirnya yang dimulai sejak tahun 1990. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan kerjasama yang telah terjalin selama ini.
“Saya atas nama pribadi tentunya, dan kami, mohon maaf apabila selama kita bekerja, dari interaksi, ada yang kurang berkenan, ada kekurangan saya ataupun kebijakan saya yang tidak sesuai, saya mohon maaf atas segala kesalahan saya selama bekerja, berinteraksi dengan Bapak Ibu sekalian,” tuturnya.
Pj. Sekdaprov juga berpesan kepada seluruh ASN untuk tetap menjaga integritas, profesionalisme, dan disiplin dalam bekerja.
“Jagalah integritas, profesional, dan juga jangan lupa disiplin, sebab kuncinya di situlah. Terus yang kedua, kita harus saling menghormati,” tegasnya.
Pj. Sekdaprov juga mengajak seluruh ASN untuk mendukung pimpinan yang akan ditunjuk sebagai penggantinya.
“Selanjutnya, mohon dukungan kepada siapapun nanti yang ditunjuk. Saran saya, kita dukung sama-sama, yang namanya Indonesia emas, yang tentunya di bawah kepemimpinan Pak Rahmat, kita semua bisa mendukung beliau untuk bekerja sama,” ajaknya.
Menutup sambutannya, Fredy berharap silaturahmi yang telah terjalin tetap terjaga.
“Sekali lagi, saya mohon maaf atas kesalahan. Tetap silaturahmi kita mohon agar tetap terjaga, saya masih menetap di Bandar Lampung karena Ibu juga masih bertugas di sini,” pungkasnya.
Sebelumnya, Fredy dilantik sebagai Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung oleh Pj. Gubernur Lampung Samsudin pada 1 November 2024, menggantikan Fahrizal Darminto yang memasuki masa purna tugas.##
Penulis : Romy Agus
Editor : Nara
Sumber Berita : Pemprov Lampung






![Satlantas Polres Mesuji, Polda Lampung, menggelar kegiatan bakti sosial TASI BERKAH PRESISI atau sedekah Jumat, dengan membagikan puluhan paket sembako langsung kepada masyarakat kurang mampu yang berada di wilayah Hukum Polres Mesuji, jumat (03/07/2026).[Nya]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260703-WA0048-225x129.jpg)
![Team Tekab 308, Polres Mesuji, Polda Lampung, bergerak cepat memburu para pelaku pembunuhan satwa dilindungi Tapir yang videonya viral di jagat maya, Kabupaten Mesuji.[Nya]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260703-WA0041-225x129.jpg)
![Program revitalisasi satuan pendidikan di SMKN 2 Kotabumi senilai Rp1 miliar lebih yang bersumber dari APBN 2026 diduga terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan hingga mengarah pada indikasi korupsi.[Ra]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-03-at-11.58.53-225x129.jpeg)



![Satlantas Polres Mesuji, Polda Lampung, menggelar kegiatan bakti sosial TASI BERKAH PRESISI atau sedekah Jumat, dengan membagikan puluhan paket sembako langsung kepada masyarakat kurang mampu yang berada di wilayah Hukum Polres Mesuji, jumat (03/07/2026).[Nya]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260703-WA0048-129x85.jpg)
![Team Tekab 308, Polres Mesuji, Polda Lampung, bergerak cepat memburu para pelaku pembunuhan satwa dilindungi Tapir yang videonya viral di jagat maya, Kabupaten Mesuji.[Nya]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260703-WA0041-129x85.jpg)
![Program revitalisasi satuan pendidikan di SMKN 2 Kotabumi senilai Rp1 miliar lebih yang bersumber dari APBN 2026 diduga terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan hingga mengarah pada indikasi korupsi.[Ra]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-03-at-11.58.53-129x85.jpeg)


